Dua Gunungan Ayam Goreng Dikirab
Sleman – Dua gunungan ayam goreng dan patung ayam jago dikirab keliling kampung, Minggu (10/8), dengan start dan finish di depan Candisari Tirtomartani Kalasan, menandai bahwa Kalasan sebagai sentra ayam goreng.
Di Kalasan ada sekitar 30 pengusaha ayam goreng. Di tempat ini juga dipentaskan kesenian lokal masyarakat setempat sampai malam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi mengatakan, kuliner dan pariwisata merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan, maka ke depan diharapkan ada perhatian yang lebih terhadap potensi kuliner di daerah ini.
Tahun 70-an, ia mengaku pertama kali makan ayam goreng ini, namun rasanya tak berubah, dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Dan hal ini merupakan sesuatu yang bisa dikembangkan.
“Saya merasa yakin, ayam goreng Kalasan bisa bersaing dengan olahan ayam yang kini dijual dorongan, ataupun kentucky dan olahan modern lainnya,” kata Ayu.
Selesai dikirab, untuk gunungan ayam goreng tidak diperebutlan layaknya gunungan buah dan lainnya yang selama ini ada, namun ayam yang dikemas dalam plastik lengkap dengan tepung sambal dan lalapan dibagikan kepada tamu undangan.
Sementara masyarakat pengunjung juga diberi kesempatan untuk menikmati ayam goreng yang telah disediakan warga Kunden Tirtomartani Kalasan.
“Nanti akan dibagi satu persatu kepada warga dan tamu undangan. Sebab kalau diperebutkan khawatirnya justru terinjak, sehingga tidak dapat dimakan,” kata Kepala Desa Tirtomartani Kecamatan Kalasan Danang Kristiawan di sela-kirab.