Kantor Dishubkominfo Sleman Gelar Lomba Mancing di Parit

Sleman – Ada cara unik untuk mengisi acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69, seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Dishubkominfo Kabupaten Sleman. Mereka mengadakan lomba mancing ikan lele di selokan kecil atau parit di depan Kantor DLLAJR di pinggir Jalan KRT Pringgodiningrat Beran Sleman, Jumat (22/8) pagi.

Dampaknya saat lomba berlangsung di sepanjang selokan di antara eks Kantor Depnaker hingga DLLAJR itu pun ramai. Puluhan staf Dishubkominfo itu saling berlomba mendapatkan lele terbanyak dengan alat pancing mereka.

“Ya ini cara melepas kepenatan saja. Mengisi 17-an dengan acara mancing,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Sleman, Sulton Fatoni. Disebutkan Sulton ada  sebanyak 50 kilogram ikan lele dilepaskan di selokan dan berebut dipancing oleh para peserta yang terbatas pada staf dan pimpinan kantor tersebut.

Namanya selokan kecil, alhasil tanpa kesulitan berarti ikan lele bisa diangkat oleh para pemancing. “Ya baru kali ini, asyik juga ikut lomba mancing diselokan,” kata Widodo staf Dishubkominfo.***




Sleman Terapkan Biogas di 7 Desa

Sleman – Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman mulai menerapkan program biogas dari kotoran sapi di tujuh desa.

“Dengan program biogas dari kotoran sapi ini kami harapkan masyarakat dapat memperoleh sumber energi terbarukan. Diharapkan pula warga desa tidak bergantung pada LPG dan kayu bakar karena sudah ada alternatif bahan bakar baru,” kata Kepala Seksi.

Pengembangan Dinas SDAEM Kabupaten Sleman, Purwoko, kemarin. Menurut Purwoko, program awal ini diterapkan pada tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Tempel di dua desa, Kecamatan Cangkringan dua desa, Kalasan dua desa dan satu desa di Kecamatan Moyudan.

“Program ini sejak Juni untuk mempersiapkan sarana prasarana, berikut proses kimiawi untuk merubah kotoran sapi menjadi gas. Setelah dijadikan biogas, kotoran ternak tersebut masih bisa digunakan sebagai pupuk untuk tanaman,” katanya.




Dharma Wanita Persatuan Adakan Pertemuan dan Syawalan

Sleman – Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupataen Sleman sekaligus syawalan diselenggarakan di Aula Unit I, Jumat (23/8). Pertemuan rutin dan syawalan tersebut dihadiri pengurus Dharma Wanita Setda Sleman dan anggota Dharma wanita dari SKPD di lingkungan Kabupaten Sleman.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Sleman, Hj Nanik Sunartono menyampaikan bahwa kedepan agar kegiaatan dan pertemuan Dharma Wanita lebih ditingkatkan bukan hanya tingkat kehadirannya tetapi juga kegiatannya. Lebih lanjut disampaikan bahwa pertemuan tersebut akan lebih baik kalau diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dengan mendatangkan nara sumber .

Dalam kesempatan tersebut hadir Ustadz H Ngadiman untuk memberikan siraman rohani. Dalam tausiahnya H Ngadiman menyampaikan bahwa  pada bulan Ramadan yang merupakan bulan suci bagi umat Islam adalah bulan yang penuh berkah yang tidak boleh disia – siakan. Pada bulan Ramadan pula bulan dimana diturunkan wahyu Laailatul Qodar, untuk itulah mengajak untuk lebih meningkatkan imam dan taqwa.

Yang perlu diperhatikan dan tidak boleh dilupakaan bahwa peningkatan ibadah bukan hanya pada bulan Ramadan saja akan tetapi di bulan yang lain harus juga  ditingkatkan paling tidak dipertahankan agar tingkat keimanan tidak luntur. Ditambahkan pula bahwa di bulan Ramadan pula segala doa akan dikabulkan oleh Tuhan YME, tentu harus diimbangi dengan amal dan perbuatan yang baik.

 “Yang jelas setiap perbuatan yang baik akan ada imbalannya dan itu harus dimbangi dengan amal dan perbuatan,” kata Ustadz Ngadiman.

Pada akhir acara pertemuan dan syawalan tersebut  diakhiri dengan jabat tangan antara Ketua Dharma Wanita Persatuan Sleman dan semua anggota dan pengurus.




Paidi Warga Sleman Dapat Undian Tabungan Sutera BPD DIY

Sleman – Untuk memberikan apresiasi kepada nasabahnya BPD DIY Cabang Sleman mengadakan penarikan undian hadiah tabungan Sutera dan Sutera Emas Periode II tahun V dengan hadiah utama Honda Mobilio, 7 Honda Beat, 4 samsung galaxy tab dan 8 LED TV Samsung 32 inc dan acara tersebut berlangsung di Ghra Sarina Vidi, Rabu (20/8) malam.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang berkenan menekan tombol untuk undian hadiah utama yang setelah diundi diraih oleh Paidi warga Sleman dari BPD Cabang Sleman. Sementara untuk Honda Beat masing-masing jatuh kepada Djapar BPD Sleman, Miastuti BPD Sleman, Satrio Agung Wibowo BPD Prambanan, I Wayan Wibowo BPD Pakem, Supriyono BPD Condongcatur, Dini Harwidi BPD Godean dan Bitjo Ginting BPD Gamping.

Sementara Pemimpin Cabang Bank BPD DIY Cabang Sleman, Drs Nur Iswantoro MM mengatakan saat ini dana nasabah yang ada BPD DIY Cabang Sleman mencapai Rp 1,1 trilyun yang terdiri dari 54 ribu nasabah. BPD Cabang Sleman juga mendapatkan tambahan modal dari Pemkab Sleman sebesar Rp 34,3 miliar untuk tahun 2014.

Sedang dalam kesempatan ini juga dibagikan beasiswa kepada 50 siswa SMA/SMK masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta persemester, yang diserahkan secara simbollis oleh Bupati Sleman didampingi Kepala BPD Sleman. Sri Purnomo menyambut baik dengan banyaknya tabungan nasabah BPD Cabang Sleman, karena kondisi itu menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Sleman lebih baik dengan surplus dana sehingga bisa menabung.

Namun Sri Purnomo juga berharap agar dana tabungan dan dana pinjaman untuk modal masyarakat bisa seimbang karena dengan banyaknya jumalah pinjaman masyarakat berarti banyak pula perputaran modal untuk lebih meningkatkan roda perekonomian Sleman.***




2014 Sleman Mulai Terapkan Kurikulum Baru

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa di tahun 2014 ini Sleman mulai menerapkan kurikulum yang baru sehingga kepala sekolah juga diharapkan mampu memotivasi para guru untuk semakin kreatif dan inovatif dalam menerapkan kurikulum baru tersebut.

Selain itu pada tahun ajaran 2014-2015 ini merupakan yang pertama kalinya bagi Sleman dalam menyelenggarakan Pendaftaran Peserta Didik Baru secara Real Time Online (RTO). Namun demikian sistem RTO tersebut baru dilakukan sepenuhnya pada jenjang SMA negeri dan 23 SMP negeri dari 49 SMP negeri yang ada di Sleman.

“Saya harapkan berdasarkan pengalaman tahun ini, maka di tahun mendatang seluruh SMP negeri juga telah siap melakukan PPDB dengan sistem RTO. Untuk itu para guru dan kepala sekolah harus mampu menjalankan amanah tersebut agar anak-anak kita memiliki kemudahan dalam memilih sekolah dan mengurangi beban para orangtua untukmencari sekolah bagi anaknya,” kata Sri Purnomo disela – sela pelantikan Kepala Sekolah yang berlangsung di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Kamis (21/8).

Dikatakan Sri Purnomo bahwa sebagai kepala sekolah, merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan para siswa dalam hal pembentukan karakter baik dalam hal disiplin, maupun dalam hal etika dan moral. Terlebih lagi saat ini telah menerapkan kurikulum baru yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Memberikan pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan. Disamping itu diperlukan juga kesiapan mental dan ketangguhan karakter untuk mereduksi dampak negatif dari keterbukaan informasi.

Menurut Sri Purnomo, kepala sekolah juga memiliki tugas yang komplek yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam visi misi sekolah. Terlebih lagi pada tingkat sekolah dasar, tidap terdapat petugas urusan tata usaha untuk membantu seorang kepala sekolah dalam peng-administrasian dokumen-dokumen sekolah.

“Karena itu pelantikan kepala sekolah ini juga merupakan langkah yang strategis bagi para kepala sekolah yang baru dilantik, untuk melakukan penataan dan konsolidasi manajemen sekolah masing-masing jika perlu. Saya berharap pada tahun depan kinerja para kepala sekolah yang baru dilantik ini, dapat meningkatkan kualitas kelulusan siswa di lingkungan Kabupaten Sleman,” tutur Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo, semua kebijakan, kegiatan yang dilaksanakan kepala sekolah, guru, dan karyawan harus dalam koridor regulasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini keberadaan komite sekolah juga sangat penting karena komite sekolah merupakan perwakilan dari orangtua siswa. Keputusan yang diambil oleh komite sekolah juga harus mengapresiasi seluruh aspirasi orangtua siswa, bukan hanya beberapa wali murid saja. Hal ini dikarenakan keputusan komite sekolah akan berdampak pada seluruh orangtua siswa.

Sedangkan kepala sekolah yang dilantik tersebut sebanyak 17 orang, 10 diantaaranya sebagai kepala Sekolah Dasar dan 7 orang sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama. ***