Perbaikan 7 Jembatan di Sleman Selesai Dua Bulan Lagi

Sleman – Tahap perbaikan 7 jembatan di Kabupaten Sleman masing-masing telah melampaui 50 %. Jika proses berjalan lancar, beberapa diantaranya akan bisa dilalui kembali dalam dua bulan mendatang. Ketujuh jembatan tersebut antara lain Jembatan Cebongan di Mlati, Jembatan Jaban di Minggir, Jembatan Pendulan di Moyudan, Jembatan Kendangan di Sleman, Jembatan Turen di Ngaglik, Jembatan Glondong di Kalasan, dan Underdam Grogolan di Ngemplak.

“Jaban itu malah sudah 80 persen. Targetnya selesai 20 September nanti. Grogolan juga sudah 95 persen,” kata Suwarsono, Kasie Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman, Rabu (20/8).

Suwarsono memaparkan proyek perbaikan jembatan dimulai pertengahan Juni 2014. Selain Jaban dan Grogolan, perbaikan Jembatan Glondong, Turen, dan Cebongan diperkirakan selesai pada 15 Oktober 2014, sementara untuk Jembatan Kendangan dan Pendulan dijadwalkan tuntas pada 4 November 2014. Jembatan-jembatan tersebut dinilai sudah tidak layak karena usia dan tidak memenuhi spesifikasi standar kualitas jembatan kabupaten. Idealnya, jembatan permanen memiliki lebar 6 meter dan bisa digunakan hingga usia 50 tahun.

“Beberapa jembatan mungkin sudah sejak jaman belanda karena konstruksinya masih dengan batu bata. Ukurannya juga hanya 3-4 meter,” terang Suwarsono.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga DPUP Sleman, Mirza Anfansury menambahkan ukuran standar jembatan kabupaten sekitar 7 meter atau lebih. Ukuran yang terlalu sempit dinilai mengurangi kenyaman pengguna jalan karena harus antre untuk melewati jembatan. Setiap jembatan pun setidaknya harus memiliki setengah meter pada masing-masing sisi kanan dan kiri sebagai trotoar bagi pejalan kaki.

Lebih dari Rp 5 miliar digelontorkan untuk proyek perbaikan jembatan. Jembatan Turen dan Cebongan masing-masing membutuhkan Rp 759 juta,  Jembatan Jaban Rp 542 juta, Jembatan Pendulan Rp 979 juta, Jembatan Kendangan Rp 1,303 miliar, Jembatan Glondong Rp 804 juta, dan Rp 177 juta untuk Underdam Grogolan.

Seluruh dana yang dibutuhkan tersebut masuk dalam APBD murni 2014. Besar anggaran dipengaruhi perbedaan volume pengerjaan.  Enam jembatan yang diperbaiki saat ini membuat jalan di sekitarnya tutup sementara, meski sudah ada yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Kalau underdam Grogolan tidak mengganggu lalu lintas karena perbaikannya di bawah jembatan,” ucap Mirza. Karena tak bisa melakukan pengawasan 24 jam, Mirza pun meminta masyarakat mematuhi rambu demi keselamatan bersama.




Sekda Ajak Insan Pers Sama – Sama Bangun Sleman

1908 SLEMAN SYAWALANSleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono Mkes mengajak insan pers yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk sama – sama pemerintah membangun Sleman.

“Pers sebagai kontrol sosial sangat dibutuhkan oleh kalangan birokrasi untuk memberikan warning dalam menjalankan tugasnya bila ada penyimpangan,” kata Sunartono ketika menghadiri acara syawalan Bagian Humas Sleman dengan Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS) yang berlangsung di RM Rawon Enak, Selasa (19/8).

Menurut Sunartono warning dari kalangan pers sangat penting untuk memperbaiki birokrasi yang tidak benar. Sunartono juga mempersilahkan wartawan menulis berita tentang Sleman baik itu berita yang bernilai baik dan kurang baik. Hanya saja Sunartono mengingatkan dalam penulisan berita hendaknya yang sesuai fakta dan seimbang sehingga tidak ada yang saling dirugikan.

“Saya yakin Sleman baik juga tidak lepas dari peran pers, karena itu marilah kita sama – sama membangun Sleman,” kata Sunartono. Sunartono juga mengatakan siapapun nanti pemimpin di Sleman, jajaran birokrasi di Sleman tetap perlu menjalin kerjasama dengan pers.

Sementara Ketua PWPS, Hasto Sutadi mengatakan momen syawalan ini selain untuk saling memaafkan juga dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan baik antara insan pers dengan jajaran Pemkab Sleman sehingga ke depan lebih baik.




Waktu Tunggu Ibadah Haji Di Sleman 16 Tahun

Sleman– Jumlah kuota sementara untuk calon jamaah haji asal Jogja yang akan diberangkatkan tahun 2014 ini adalah orang. Kuota yang terbatas itu membuat daftar tunggu haji menjadi sangat panjang.

“Jika baru mendaftarkan diri untuk naik haji tahun 2014, yang bersangkutan bisa jadi baru berangkat 16 tahun yang akan datang,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Lutfi Hamid, kemarin.

Dikatakan Lutfi, untuk mendapatkan kursi tunggu di Sleman setidaknya dibutuhkan uang senilai Rp 25 juta baru bisa memiliki kursi nomor antrian di daftar tunggu haji. Selanjutnya, masyarakat masih harus mengeluarkan lebih dari Rp 13 juta lagi untuk pelunasan.

Lutfi menegaskan membayar lunas di awal tidak akan mempengaruhi urutan pemberangkatan. Sebab untuk memberangkatkan haji tidak bisa loncat-loncat. Ini sesuai antrian. Kecuali ada kuota tambahan, baru bisa memperpendek waktu tunggu.




Sleman Hadapi Tantangan Sebagai Pilot Project Reformasi Birokrasi

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan dalam penyelenggaraan pemerintahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menghadapi tantangan baru yaitu sebagai salah satu pilot project pelaksanaan reformasi birokrasi.

“Upaya penyederhaaan pelayanan, standarisasi pelayanan dan juga  peningkatan fasilitas layanan publik serta penyempurnaan sistem manajemen penyelenggaraan pemerintahan akan dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri resepsi kenegaraan penutupan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman, Senin (18/8) malam.

Hadir Dalam kesempatan selain Bupati beserta ibu, Ketua DPRD, beserta anggota DPRD, Muspida, Sekda, Assekda, Pimpinan SKPD, Camat, Kades, Pimpinan Ormas, Parpol, Tokoh Veteran, Anggota Paskibraka dan orangtua Paskibraka serta tamu undangan penting lainnya.

Acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Kukusan Manis yang menjadi  Juara II Parade Tari Daerah DIY 2014, kontingen Kabupaten Sleman. Pemotongan tumpeng oleh Bupati dan diserahkan kepada perwakilan Paskibraka dan penyerahan Kejuaraan Lomba Sistem Kearsipan Pola Baru dan Arsiparis Teladan 2014. Untuk juara I yakni DIKPORA, Juara II Kecamatan Kalasan dan Juara III Kecamatan Sleman, sementara untuk Arsiparis teladan juara I Antun Siwi Astutiningsih Amd, Juara II Heni Dwi Wijayanti, Amd dan juara III Catur Heni Priana Amd.

Selanjutnya Sri Purnomo mengatakan berbagai penghargaan, prestasi dan capaian kinerja yang telah diwujudkan Kabupaten Sleman tidak dapat dilepaskan dari perjuangan dan kinerja Bupati dan wakil Bupati, pimpinan dan  Anggota DPRD  periode 2009-2014, serta para birokrat yang telah memasuki masa purna tugas, dan seluruh masyarakat Sleman, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo juga berpesan kepada para anggota Paskibraka selaku generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan agar rajin belajar dan meningkatkan prestasi karena menjadi Paskibraka mesti sudah merupakan prestasi yang membanggakan. Pengalaman para pemimpin yang sukses saat ini pada masa mudanya juga diawali dengan pencapaian prestasi seperti menjadi anggota Paskibraka dan prestasi lainnya.




Pendaftaran Peserta Jelajah Wisata Masih Dibuka

Sleman – Pendaftaran untuk peserta Jelajah Wisata “Lereng Merapi Dewi Pule 2014” masih terbuka untuk umum hingga 20 Agustus 2014 atau apabila quota 1000 peserta telah terpenuhi. Jelajah wisata merupakan agenda wisata spektakuler untuk mempromosikan potensi wisata Kabupaten Sleman. Event ini akan dilaksanakan Minggu 24 Agustus 2014 pukul WIB di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman. 

Demikian antara lain disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM  di kantornya, Senin (18/8). Dikatakan Ayu hingga saat ini jumlah peserta yang mendaftar tercatat sekitar 600 peserta lebih. Untuk itu diharapkan kepada warga masyarakat yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ini agar segera mendaftarkan diri.

Syarat pendaftaran dengan membawa fotocopi KTP/kartu identitas lainnya, membayar peserta dengan tempat pendaftaran di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman atau di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi.

“Setiap peserta akan  memperoleh fasilitas T-Shirt, makan, asuransi dan kupon undian untuk memperebutkan hadiah utama 1 sepeda motor Suzuki dan berbagai hadiah hiburan lainnya sepertinya sepeda gunung, televisi, handphone, minicompo, dan lainnya,” kata Ayu. Ayu menambahkan bahwa penyelenggaraan event tersebut dilaksanakan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman yang berada 12 km dari puncak Gunung Merapi.

Event Jelajah Wisata sudah menjadi event yang telah memiliki pangsa pasar dan pecintanya tersendiri diantaranya pecinta olah raga trekking, pecinta alam, siswa-siswa sekolah, mahasiswa, komunitas fotografer dan masyarakat umum. Sehingga diharapkan pemilihan lokasi di Desa Wisata Pulesari dengan pemandangan utama Gunung Merapi di sebelah utara akan menambah daya tarik tersendiri bagi para peserta.

“Jelajah Wisata ini merupakan event tahunan untuk menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke DIY khususnya ke obyek-obyek wisata di Sleman,” tutur Ayu.

Pada saat ini wisata trekking sudah menjadi salah satu wisata alternatif yang diminati banyak kalangan karena menawarkan panorama alami nan asri serta menjadi wahana olah raga sekaligus berwisata. Terlebih lagi kali ini dilaksanakan begitu dekat dari puncak Gunung Merapi.