Bupati Pimpin Upacara Detik Detik Proklamasi di Lapangan Denggung

DSC_0717 bernasSleman  – Pengambilan Bendera Pusaka Sang Merah Putih di Pendopo Parasamya Sleman menandai dimulainya Upacara Detik Detik Proklamasi dan pengibaran bendera dalam rangka Peringatan HUT ke 69 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Lapangan Denggung, Minggu,  (17/8) . Bendera Pusaka diserahkan oleh Sekda Sleman dr  Sunartono MKes dan diterima oleh Anggota Paskibraka, yang kemudian dibawa ke Lapangan Denggung untuk dikibarkan.

Dalam upacara yang berlangsung dengan hikmat tersebut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, menjadi Inspektur Upacara. Tepat pukul WIB bunyi sirine meraung-raung menandai upacara detik-detik Proklamasi dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua Sementara DPRD Sleman Dra Hj Sri Muslimatun Mkes. Kemudian dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti oleh pasukan dari berbagai unsur diantaranya dari pasukan PNS, TNI Polri,  pelajar SLTP dan SLTA, karyawan perusahaan, organisasi dan lainnya. Nampak hadir di kursi tamu undangan Unsur pimpinan Daerah, Wakil Bupati Sleman, Sekda, Assekda, Unsur  anggota DPRD dan pejabat Sleman, mantan Bupati Sleman Drs H Samirin beserta isteri dan mantan Wakil Bupati Sleman H Zaelani SPd MPDI, mantan Ketua DPRD Kamil Sugema dan para Veteran.

Untuk sore harinya dilaksanakan aubade dan bertindak selaku Irup Wakil Bupati Sleman Yuni Satia diawali dengan parade penampilan Paduan Suara lagu-lagu perjuangan serta Drumband dan Marching Band.***




Pengukuhan Paskibraka Sleman Tahun 2014

Sleman – Bertempat di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman diadakan acara pengukuhan Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2014, kemarin. Dalam kesempatan tersebut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Kapolres, Dandim, Kejaksaan, Ketu Pengadilan Negeri SLeman, Wakil Bupati, Sekda, ASSEKDA DAN pejabat eselon II dn III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman dan orangtua Paskibraka Sleman tahun 2014.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dikpora, Arif Haryono SH menyatakan bahwa pelatihan Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2014, telah dimulai sejak hari minggu 22 Juni 2014 sampai dengan hari Selasa (12/ bertempat di halaman samping Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Lapangan Denggung, dan Asrama tempat Karantina Paskibraka di Youth Centre.

Selama pelatihan berlangsung seluruh rangkaian dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Bersama-sama dengan komponen petugas upacara lainnya, peserta pelatihan Paskibraka telah melaksanakan gladi bersih pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan duplikat bendera pusaka Merah Putih dalam rangka Peringatan HUT-68 Proklamasi Kemerdekaan RI pada hari Jumat (15/8).

Dan keseluruhan peserta pelatihan telah siap melaksanakan pengibaran bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman tahun 2014 pada hari Minggu 17 Agustus 2014 di Lapangan Denggung Tridadi Sleman.  Karantina Paskibraka unsur pelajar akan berakhir pada hari Selasa, 19 Agustus 2014 dengan Upacara penutupan dan serah terima kembali kepada orangtua/wali siswa.

Sementara  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI selain mengukuhkan juga menyematkan pin serta selempang kepada paskibraka yang akan bertugas pada tanggal 17 Agustus 2014.  Dan kemudian dilanjutkan ucapan selamat bertugas dengan jabat tangan oleh seluruh hadirin.***




Kesepakatan Damai Julius Felisianus dengan Abdul Kholik

9 DSC_4999Sleman – Pertikaian antara keluarga Julius Felisianus dengan Ustad Abdul Kholik akhirnya dapat diselesaikan dengan damai. Pembicaraan perdamaian difasilitasi oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI pada hari Jumat (15/8) pukul WIB, bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman.

Kesepakatan damai secara tertulis ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan disaksikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin , MH, Dandim 0732 Sleman Letkol (Inf) Bambang Yudi .

Dalam pertemuan tersebut pihak Julius Felisianus diwakili oleh kakaknya, Yohanes Suwalji dan Romo Paroki Gereja Kudus Banteng Sinduharjo Ngaglik Sleman Aloysius Kriswinarto MSF, sedangkan Abdul Kholik yang diwakili Ustad H Ja’far Umar Thalib pimpinan Pondok Pesantren IHYA’US SUNNAH Degolan Umbulmartani Ngemplak.

Dalam pertemuan yang penuh rasa kekeluargaan tersebut, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun dicapai kesepakatan dari keduabelah pihak yaitu, masing masing pihak dengan kesadaran tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun menyatakan berdamai, saling memaafkan dan tidak mempermasalahkan lagi, dan akan hidup berdampingan serta saling menghargai.

Pada Kesempatan tersebut Suwalji memamitkan Julius tidak dapat hadir karena sedang ke China dan mengatakan bahwa sejak kejadian, Julius Felisianus sudah memaafkan dan tidak mempermaslahkan. Julius menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan juga meminta maaf. Bahkan Suwalji sebagai wakil keluarga mengharapkan permasalahan tersebut dapat diselesaikan pada pertemuan tersebut.

Dalam memfasilitasi pertemuan tersebut, Sri Purnomo mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Forum Kerukunan Umat beragama Umat Beragama (FKUB) didalam mewujudkan situasi dan kondisi yang baik di Kabupaten Sleman, dengan senantiasa mengedepankan penyelesaiaan secara musyawarah mufakat yang didasari oleh rasa kekeluargaan serta saling menghormati. Pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama.




Sleman Rintis Energi Biogas

Sleman – Kabupaten Sleman saat ini sedang merintis energi biogas. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai ketergantungan terhadap gas konvensional. Dengan anggaran sebesar Rp 120 juta, proyek percontohan ini dimulai pada 7 dusun yang tersebar di 4 Kecamatan. Pemanfaatan teknologi ini mempergunakan kotoran sapi yang kemudian ditampung pada di gester, lalu di salurkan pada rumah-rumah warga. 
Kepala Seksi Pengembangan Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Purwoko kepada wartawan, kemarin mengatakan, hal tersebut merupakan usaha Pemkab untuk menjaga ketahanan energi masyarakat desa. Untuk itu Ia berharap dengan adanya program Biogas, warga memperoleh sumber energi terbarukan.

“Saya harap warga desa tidak bergantung pada gas elpiji dan kayu bakar. Karena sudah ada alternatif bahan bakar baru,” kata Purwoko.

Sementara Ratih (28) warga Karanggawang Mororejo, Tempel merasakan manfaatnya. Menurutnya sejak menggunakan biogas masakannya cepat matang. Selain itu menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli gas. “Apinya besar dan biru, jadi masakan cepat matang,” ungkapnya.




Dewan Baru Sudah Berani Mangkir Rapat

Sleman – Rapat paripurna istimewa perdana DPRD Sleman sudah diwarnai ketidakhadiran anggota Dewan. Beberapa diantaranya bahkan absen tanpa keterangan yang jelas. Rapat paripurna istimewa perdana dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI tidak dihadiri oleh lima anggota dewan yang baru dilantik Selasa (12/8) lalu.

“Ada delapan orang yang tidak tanda tangan di presensi rapat. Hanya tiga orang diantaranya hadir tapi belum tanda tangan,” kata Maryati, Kasubbag Risalah dan Persidangan Sekretariat DPRD Sleman, kemarin.

Dari lima orang tersebut, tiga diantaranya tidak menyampaikan surat izin atau tidak memberikan keterangan yang jelas. Sementara sisanya diketahui izin tidak hadir karena masih mengikuti pembekalan internal partai di Jakarta.

Ketidakhadiran anggota Dewan juga terjadi pada rapat paripurna istimewa kedua dengan agenda mendengarkan pengantar nota keuangan APBN 2015, Jumat sore. Dalam presensi rapat, lebih dari 10 orang tidak membubuhkan tanda tangannya. Kesepuluh orang tersebut termasuk lima orang yang sebelumnya juga tidak datang.

Pasca pelantikan, anggota Dewan periode 2014-2019 langsung bekerja untuk agenda penyusunan kelengkapan badan dan komisi, Rabu (13/8) lalu. Namun, Bagian Risalah dan Persidangan juga mencatat banyaknya ketidakhadiran anggota. Pertemuan hari itu hanya dihadiri pimpinan sementara dan perwakilan partai.***