Alih Fungsi Lahan di Sleman Dibatasi

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya mengurangi alih fungsi lahan agar tidak semakin meluas. Upaya pengurangan alih fungsi lahan itu setidaknya dilakukan  dalam satu tahu peralihan lahan pertanian  tidak boleh lebih dari 100 hektar. “Guna mendukung langkah tersebut, dibuat regulasi  sedemikian kompleks yang ternyata berdampak jika pengajuan izin di Kabupaten Sleman  termasuk rumit,” kata Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, kemarin.

Menurut Sri Purnomo, berdasarkan data 2013 di Kabupaten Sleman terdapat 24 ribu hektar lahan pertanian.  Jumlah ini masih membuat Kabupaten Sleman mengalami surplus padi 107 ribu ton.  Sedangkan periode Januari-Juni 2014, surplus beras di Kabupaten Sleman mencapai 126 ribu  ton.

Dikatakan Sri Purnomo, data tersebut berdasarkan perhitungan ketika musim panen. Jumlah jelas akan turun  ketika memasuki musim kemarau. “Meski demikian, kami masih tetap bisa surplus,” kata  Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2011 tentang izin peruntukan tanah, diatur  tentang mekanisme pengeringan dan pemanfaatan tanah. Peraturan tersebut dibuat dengan  tujuan untuk menata pembangunan perumahan yang ada di Kabupaten Sleman.

Dijelaskan Sri Purnomo, bahwa  pemerintah ketika akan mendirikan bangunan, seperti puskesmas, rumah sakit dan  fasilitas lainnya juga tetap harus berpegang pada aturan yang ada. Tidak lalu asal saja, sebab  peraturan tersebut dibuat untuk semua pihak baik itu pemerintah, swasta maupun perorangan.




Java Summer Camp Diikuti 160 Peserta

Sleman, InfoPublik – Penyambutan Peserta Java Summer Camp (JSC) tahun 2014 yang diikuti perwakilan  Pemuda – Pemudi 8 Negara Asia  Antara lain dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang, Australia, Madagaskar dan lainnya dengan jumlah peserta 160 orang telah dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Sleman, kemarin.

Penyambuatan peserta JSC diawali dengan Tari Punglor yang dibawakan Wiwit, Lita dan Hepy dari Sanngar Tari Binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman. Dilanjutkan dengan Penyambutan secara resmi oleh  Dra Suyamsih MPdi, Asisten Sekda Bidang Pembangunan mewakili Bupati Sleman.

Pada kesempatan tersebut Suyamsih  mengapresiasi kepada para peserta yang mengikuti event ini karena keikutsertaannya pada event ini merupakan salah satu bentuk dukungan bagi  Pemkab Sleman untuk semakin menggiatkan bidang kepariwisataan.

“Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan masukan dan kesan serta pesan mengenai kepariwisataan di Sleman guna peningkatan dan kemajuan bidang kepariwisataan,” kata Suyamsih.

Momen JSC ini juga sangat strategis sebagai upaya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan menjalin kerjasama diantara Kabupaten, Provinsi bahkan antar negara agar  saling dapat mengenal budaya dan tradisi satu dengan yang lainnya. Hal ini akan memperluas wawasan dan pengetahuan bagi para peserta sehingga semua pihak.

“Saya juga berharap kepada para peserta Java Summer Camp ini agar dapat berkesempatan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Sleman atau di sekitar Desa Wisata Pentingsari, Kecamatan Cangkringan,” kata Suyamsih.

Di Kecamatan Cangkringan terdapat banyak potensi wisata dan potensi lainnya yang menjadi aktifitas produktif masyarakat. Untuk itu saya berharap kepada para peserta JSC ini nantinya dapat menginformasikan berbagai potensi Sleman serta hal-hal menarik yang diperoleh selama mengikuti event ini kepada sanak saudara maupun teman-teman lainnya.

Dengan demikian, kedepan akan lebih banyak lagi wisatawan baik domestik maupun manca yang datang dan menikmati potensi Sleman.