Sleman Terbuka Untuk Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif

Sleman– Sebagai kabupaten yang terletak cukup strategis, Sleman memiliki berbagai potensi kewilayahan yang sangat menarik di berbagai sektor usaha, yang didukung dengan ketersediaan tenaga kerja terampil dan terdidik, aksesibilitas yang memadahi, serta ketersediaan prasarana dan sarana yang mendukung tumbuh kembangnya investasi.

Selain hal tersebut, Kabupaten Sleman juga memiliki keunggulan komparatif yang strategis, terletak pada jalur ekonomi regional dengan daya tarik jalur wisata utama di DIY yaitu Candi Prambanan, Borobudur, dan Kraton Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Dra Sudarningsih MSi ketika membuka Forum Komunikasi investasi di Hotel Cakra Kembang, Selasa (23/9).

Lebih lanjut disampaikan Sudarningsih bahwa Kabupaten Sleman menyimpan beragam potensi yang masih belum banyak digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha ekonomi kreatif, baik sebagai pendukung kepariwisataan maupun untuk pemenuhan permintaan pasar dalam negeri.

Dikatakan Sudarningsih, jumlah perusahaan yang berizin pada tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat 5,03% menjadi perusahaan mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), meningkat 5,10% menjadi perusahaan mempunyai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan meningkat 9, 48% atau menjadi 127 perusahaan mempunyai TDG, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai orang.

Program dan kegiatan di sektor pariwisata juga mampu meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2013 sebesar 5,71%. Penambahan jumlah wisatawan tersebut juga didukung adanya peningkatan jumlah sarana wisata di tahun 2013, seperti hotel berbintang meningkat 13,04%, hotel melati meningkat 2,13%, dan sarana wisata lainnya.

Sementara, berdasarkan perhitungan angka sementara pertumbuhan pertumbuhan PDRB per kapita atas dasar harga konstan menunjukkan peningkatan dari Rp 7,069 juta perkapita/tahun menjadi Rp 7,471 juta perkapita/tahun dan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,69% dibanding 5,45% pada tahun 2012. Sedangkan kepala KP3M Kabupaten Sleman, Retno Susiati SH MM menyampaikan  bahwa tujuan forkom tersebut untuk menjalin, memelihara dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara Pemkab Sleman dengan para pengusaha yang menanamkan modalnya di Sleman.

Juga untuk menjaring permasalahan permasalahan yang dihadapi sekaligus mengupayakan solusi pemecahan permasaalahan di bidang penanaman modal.  Bertindak sebagai nara sumber pada Forkom tersebut Suhartono dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Pusat Jakarta dengan materi Kebijakan penanaman modal dalam mendorong realisasi investasi di daerah.

Kepala Kantor Peridakop Drs Pustopo dengan materi Kemitraan dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup dengan materi  pengelolaan lingkungan hidup dalam rangka investasi. Disampaikan Retno Susiati, peserta forkom dari pengusaha yang berada di Kabupaten Sleman sebanyak 50 perusahaan dan instansi terkait sebanyak 5 instansi.

Sedang perkembangan investasi di Kabupaten Sleman dari tahun ketahun mengalami peningkatan, sampai dengan tahun 2014 jumlah investasi, jumlah PMA 43 unit menyerap tenagaa kerja orang, jumlah PMDN 42 unit menyerap tenaga kerja orang Non PMA/PMDN unit menyerap tenagaa kerja orang, Nilai investasi PMA U$ ,71 dan nilai investasi PMDN dan non PMA/PMDN sebesar Rp 5,8 trilyun.




Pembangunan RSUD Sleman Telah Capai 36 Persen

Sleman – Agar pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman dilakukan seusai dengan perencataan yang sudah ditetapkan, maka Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI minta adanya pengawasan kualitas konstruksi bangunan dalam proyek pembangunan RSUD tersebut sesuai standar yang sudah ditentukan.

Menurut Sri Purnomo, pembangunan RSUD Sleman tersebut harus sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. “Kualitas juga harus jadi yang utama,” kata Sri Purnomo, Selasa (23/9).

Jika kualitas sesuai standar yang ditentukan lanjut Sri Purnomo maka hasil pembangunannya juga akan baik. Dan sampai saat ini tahap pembangunan RSUD Sleman telah mencapai 36 persen. Capaian tersebut, sudah melebihi target yang sudah ditentukan.

Sri Purnomo juga optimis, target pembanguan pada 2014 ini dapat terpenuhi menjelang akhir tahun 2014 nanti. Prosesnya sudah sesuai standar karena itu diharapkan hingga akhir pembanguan kualitas pekerjaannya tetap dipertahankan.

Pembangunan RSUD Sleman pada tahun ini mendapatkan alokasi Rp 67,448 miliar dari APBD Sleman 2014. Rencananya, untuk pembangunan tahun berikutnya, pihak RSUD Sleman akan mengajukan anggaran sebesar Rp 52 miliar.

 




Pertumbuhan Warnet dan Game Online di Sleman Pesat

Sleman – Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, Drs Krido Suprayitno Msi mengatakan di wilayah Sleman terdapat 180 warnet yang sudah berizin. Diakui pertumbuhan warnet dan game online di Sleman tergolong pesat namun belum seluruhnya memiliki kelengkapan legalitas yang diperlukan.

“Salah satu usaha Pemkab Sleman dalam mewujudkan warnet sehat, Pemkab Sleman saat ini sedang memformulasikan Peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan Usaha Warung Internet (warnet) dan Game Online. Tujuannya agar keberadaan warnet mampu menjadi bagian infrastruktur pendidikan yang ikut bertanggungjawab terhadap kualitas SDM dalam mengantisipasi meningkatnya kejahatan dan permasalahan sosial yang bersumber dari penggunaan warnet,” kata Krido, Selasa (23/9).

Menurut Krido cara untuk mewujudkan warnet yang sehat diantaranya melalui penertiban lokasi jasa usaha warnet dan game online agar tidak lagi diperbolehkan dengan penyekat yang tertutup, yang memungkinkan untuk disalahgubakan. Demikian pula disarankan dengan pemasangan filter-filter untuk membatasi akses pada situs-situs yang dilarang dan berbahaya.  Selain itu, pengusaha warnet diharapkan untuk membatasi anak-anak mengakses internet selama jam sekolah.

“Apabila ada siswa berkunjung pada jam sekolah, diharuskan untuk menunjukkan surat izin atau pemberitahuan dari sekolah untuk keperluan tugas sekolah, tambah Krido.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS Mhum menyampaikan keprihatinannya dengan banyaknya anak-anak yang selama ini telah menjadi korban dari penggunaan internet. Secara khusus Yuni Satia Rahayu meminta kepada para pengusaha dan pengelola warnet dan game online untuk lebih memperhatikan anak-anak dan memberikan perlindungan dari penggunaan internet yang tidak sehat.

Yuni berharap agar anak-anak di wilayah Sleman mendapatkan keamanan secara fisik dan psikis. Untuk itu dirinya juga mengajak kepada para orangtua dan masyarakat, khususnya pengelola warnet dan game online untuk turut serta dalam menjaga anak-anak saat mengakses internet. Ditegaskan oleh Wakil Bupati bahwa anak-anak adalah aset bangsa di masa depan.




Pemkab Bantu Air Bersih Warga Klumprit

DSC_5800Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI didampingi Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPDdan Kepala BPBD Sleman, Drs Julisetiono DW SH dan Kabag Administrasi Pembangunan Drs Agung Armawanto, Senin (22/9) menyerahkan bantuan air bersih di wilayah pedukuhan Klumprit  Desa Wukirharjo Prambanan.

Dari 144 KK di pedukuhan Klumprit sebagian besar kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut sebagian masyarakat membeli tangki air, meskipun harganya cukup tinggi antara Rp – Rp   tetapi karena kebutuhan yang pokok masyarakat tetap membeli air.

Untuk itu dikatakan Sri Purnomo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman dalam seminggu akan mendrop air sejumlah 100 tangki dengan koordinasi sepenuhnya kepada Camat Prambanan sehingga bantuan yang disalurkan dapat merata ke setiap padukuhan yang kekurangan air bersih. Menurut Camat Prambanan, Drs Abu Bakar, jumlah KK yang memerlukan air bersih di wilayahnya mencapai  KK dan yang rawan kekurangan air bersih sejumlah 2118 KK.

Sementara untuk kekeringan tahun ini sedikit mengalami penurunan kalau tahun lalu bantuan air yang disalurkan mencapai 1400 tangki saat ini hanya ditarget 1000 tangki hal ini karena sudah ada upaya penambahan jaringan air bersih ke rumah tangga dan untuk tahun-tahun mendatang akan ditambah lagi untuk jaringan ke rumah tangga.***