Sleman Dinilai Tim Asistensi Bhakti Sosial TNI KBKes Terpadu

TNI KBSleman – Pelaksanaan Bhakti Sosial TNI KB Kes Terpadu yang berlangsung di Padukuhan Jamblangan, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem Sleman, Kamis (25/9). Komandan Kodim 0732 Sleman  Letkol Inf Bambang Yudi SSos menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Asistensi Bhakti Sosial KBKes Terpadu adalah  untuk memberikan gambaran jajaran garis komando atas pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal KB Kes terpadu dalam kurun waktu 6 bulan mulai 1 Mei sampai dengan 31 Oktober 2014 di Wiayah Kodim 0732 Sleman. 

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan momen untuk evaluasi guna peningkatan pada kegiatan selanjutnya. Dalam kesempatan tersebut tim penilaian Asistensi Bhakti Sosial KB Kes terpadu tingkat Provinsi DIY tahun 2014 yang di pimpin oleh Mayor Widodo dari Korem 072 Pamungkas yang diterima oleh Asisten Bidang Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Dra Hj Suyamsih MPd.  Suyamsih menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan momen yang sangat tepat untuk semakin mempererat kerjasama dan kemitraan dalam pembangunan di Kabupaten Sleman.

Dikatakan Suyamsih bahwa berdasarkan pendataan bidang keluarga berencana pada tahun 2013 jumlah  jumlah  jiwa dalam setiap keluarga yaitu 3,3 jiwa.  “Jumlah jiwa dalam setiap keluarga tersebut memang menurun dari tahun 2012 yaitu 3,7 namun demikian, kita tidak boleh terlena dengan penurunan jumlah tersebut mengingat tantangan dalam mengendalikan jumlah penduduk di Sleman ini tidaklah ringan,” kata Suyamsih.

Pada kesempatan tersebut Suyamsih mengajak semua pihak untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat, dan memberikan apresiasi  pada masyarakat Sleman yang telah berpartisipasi aktif, termasuk para kader IMP, Penyuluh KB dalam penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Sleman. Kesadaran masyarakat Sleman dalam melaksanakan program KB semakin tinggi.

Pada tahun ini hingga bulan Agustus, peserta KB baru mencapai 80%, dan pencapaian peserta KB aktif telah mencapai 100%. Keberhasilan pelaksanaan program KB di Sleman tersebut tidak terlepas dari peran para kader dan Institusi Masyarakat Pedesaan/ Perkotaan (IMP) di tingkat desa ke bawah. Untuk itu saya ucapkan terimakasih atas peran serta semua pihak termasuk PPKBD 86 desa dan sub PPKBD yang berjumlah yang telah aktif memotivasi masyarakat baik kaum wanita maupun kaum pria untuk ber-KB.

Suyamsih juga menyampaikan apresiasi atas dikukuhkannya pengurus forum komunikasi motivator KB Pria tingkat kecamatan se-Kabupaten Sleman.  “Saya harapkan forum komunikasi tersebut dapat segera melaksanakan tugasnya sehingga upaya pengendalian penduduk Kabupaten Sleman dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Suyamsih.




Bupati Pantau Hewan Kurban di Pasar Gamping

Sleman – Untuk menjamin bahwa hewan kurban betul-betul sehat dan memenuhi persyaratan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman melalui Bidang Peternakan mulai melakukan pantauan disejumlah pasar hewan di Sleman.

Untuk memantau kesehataan hewan korban di beberapa pasar tersebut telah dikerahkan beberapa petugas. Disamping itu pada pelaksanaan hari Raya Idul Adha nanti pada waktu penyembelihan juga akan dikerahkan petugas pemantau  sebanyak 187 petugas, 55 diantaranya dari Kedokteran UGM. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika melakukan pemantauan hewan kurban di Pasar Gamping, Kamis (25/9).

Menurut Sri Purnomo disampaikan bahwa disamping pantauan kesehatan hewan kurban, petugas juga akan memantau cara dan tehnik penyembelihan hewan kurban. Hal tersebut dilakukan agar baik cara penyembelihan maupun hewan kurbannya sendiri memenuhi persayaratan yang ditentukan menurut agama.

Ikut mendampingi pada kesempataan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi, Kepala Bidang Peternakan Ir Suwandi Aziz, Camat Gamping PriyoHandoyo SH MSi dan Kepala UPT Pasar Hewan Gamping Ir Rudi Suryanto. Pada kesempataan tersebut Sri Purnomo juga secara simbolis juga menyerahkan buku panduan Pemotongan Hewan Qurban kepada pedagang dan masyarakat di pasar Hewan Gamping.

“Diharapkan dengan buku panduan tersebut masyarakat akan lebih paham dalam memilih hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan antara lain hewan tersebut tidak sakit, cacat dan lainnya,” kata Sri Purnomo.

Disamping itu pada waktu penyembelihan nanti hewan kurbannya waktu disembelih tidak mengalami kesakitan, itu semua ada tata caranya dalam buku panduan. Yang tidak kalah pentingnya menurut SriPurnomo waktu penyembelihan nanti bila dijumpai daging sapi kurban ada cacing hatinya diatas 50 % harus dimusnahkan, tidak boleh dibagikan untuk dikonsumsi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Parikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno menambahkan bahwa pantauan hewan kurban tersebut dalam upaya agar hewan kurban tersebut benar sehat dari berbagai penyakit yang sering menjangkiti hewan, beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai tersebut antara lain  Anthrax, sebab pada beberapa tahun lalu wilayah pakem termasuk endemis antrax. Disamping itu masuknya hewan kurban yang masuk di Sleman perlu pengawasan yang baik untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk.

Untuk hewan kurban tahun ini kebanyakan masyarakat mencari hewan untuk korban langsung ke pasar, berbeda dengan tahun sebelumnya masyarakat mencari hewan kurban pada petani. Kalaumencari hewan kurban ke pasar akan lebih mudah dengan berbagai pilihan dan harga tergantung kemampuan keuangan yang ada.




Uji coba jl. Prof Yohanes Dimulai Hari Ini

IMG_20140925_194016Sleman – Tindak lanjut rencana manajemen rekayasa lalu lintas satu arah Jl Prof. Yohanes secara efektif    dilaksanakan mulai hari  Kamis (25/9)  terhitung mulai pukul coba akan berlangsung  selama 4 hari yaitu mulai Kamis 25 September 2014 sampai Minggu 28 September 2014 dan akan dijaga petugas gabungan antara Dishubkominfo Propinsi DIY, Kabupaten Sleman dan Ditlantas.

“Selama uji coba empat hari tersebut pengguna jalan akan diberikan sosialisasi. Selebihnya 4 hari uji coba tersebut secara berangsur jumlah petugas akan dikurangi,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas, Sulton Fathoni diruang kerjanya, kemarin.

Lebih lanjut Sulton menyampaikan  bahwa selama satu bulan setelah uji coba , bagi pengguna jalan yang melakukan pelanggaran hanya diberi peringatan persuasif. Namun setelah uji coba selama satu bulan maka pengguna jalan yang melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi  berupa tilang, tergantung besar kecilnya
pelanggaran.

Sedangkan uji coba Jl Prof Yohanes tersebut berlaku mulai perempatan Galeria Mall ke arah utara sampai Santikara (SPBU Sagan). Untuk mendukung uji coba tersebut beberapa rambu lalulintas telah dipersiapkan termasuk petugasnya. Dihimbau kepada masyarakat yang dari arah timur /depan UNY yang mau keselatan ( Jl Prof  Yohanes)  dianjurkan melewati jalan Cik Di Tiro depan RS Panti Rapih. Sementara pengguna jalan yang mau kearah Kridosono dan sekitarnya bisa melewati depan UNY ketimur,  ke arah Pasar Demangan.

Yang jelas tambah Sulton bahwa uji coba tersebut berdasarkan kesepakatan Forum Kartamantul, Dishubkominfo DIY, Dishubkominfo Kabupaten Sleman dan Ditlantas. Untuk menjaga ketertiban lalu lintas , diharapkan masyarakat memahami dan  tertib dalam berlalu lintas.

“Tentu pada awal uji coba ada sabagian masyarakat/pengguna jalan yang merasa kurang nyaman, namun hal tersebut untuk ketertiban dan kenyamatan berlalu lintas. Terutama untuk kelancaran arus lalu lintas dan juga mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.




740 Orang Bersaing Jadi CPNS Sleman

IMG_4086Sleman – Penutupan penyerahan berkas untuk pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah berlangsung hari Selasa (24/9) lalu, peserta pendaftar CPNS Sleman secara online sebanyak 1067 pendaftar yaitu 613 pendaftar guru kelas dan 454 pendaftar penyuluh KB. Dari jumlah tersebut hingga penutupan penyerahan berkas sebanyak 812 peserta telah menyerahkan berkasnya yang terdiri dari 514  pendaftar guru kelas dan 298 pendaftar formasi Penyuluh KB. 

Demikian antara lain disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno dikantornya, Kamis (25/9). Dijelaskan Iswoyo bahwa setelah dilakukan penelitian berkas oleh tim pelaksana pengadaan CPNS Sleman 2014, sebanyak 740 pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Pendaftar tersebut terdiri dari 470 pendaftar guru SD dan 270 pendaftar penyuluh KB. Daftar peserta yang lolos dapat dilihat pada pengumuman di .

Kemudian para pendaftar yang lolos seleksi administrasi tersebut harus datang sendiri mengambil nomor test di BKD. Untuk nomor test pendaftar guru SD telah mengambil nomornya pada hari Kamis 25 September 2014 pukul WIB hingga WIB. Sedangkan bagi pendaftar penyuluh KB yaitu pada hari Jumat 26 September 2014 pada pukul WIB hingga WIB.

Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test (CAT) pada 2 Oktober 2014 (guru) dan 3 Oktober 2014 (penyuluh KB) dengan lokasi yang tercantum dalam nomor test. Pelamar wajib memantau info CPNS inimelalui  atau  apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan jadwal ujian dari panselnas/panselda.

Iswoyo menambahkan kepada peserta test CPNS Sleman ketika mengikuti test diharuskan mengenakan pakaian atas putih dan bawah warna gelap. Selain itu juga diingatkan 1 jam sebelum test, peserta harus datang sebab kalau terlambat tidak boleh masuk ruang test.***