439 Tenaga Honorer Terima SK CPNS

3009 SK CPNSSleman – Sebanyak 439 orang tenaga honorer Kabupaten Sleman menerima SK CPNS, penyerahan SK tersebut dilakukan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di  Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (30/9). Dari 439 orang tersebut menerima SK Pengangkatan CPNS Tenaga Honorer K2 formasi tahun 2013 dan 2014. Acara tersebut selain dihadiri Bupati Sleman juga dihadiri Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu SS MHum beserta jajarannya, dan perwakilan dari BKN Kanreg I. 

Dalam laporannya Kepala BKD Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan pengajuan usul penetapan NIP CPNS Tenaga Honorer K2 ke kantor regional I BKN formasi tahun 2013 sejumlah 230 orang, dan formasi tahun 2014 sejumlah 255 orang, sehingga total yang diusulkan sejumlah 455 orang. Dari verifikasi berkas terhadap 455 orang, telah ditetapkan NIP sejumlah 439 orang, sedangkan 16 orang masih dalam proses verifikasi dan menunggu kebijakan dari Badan Kepegawaian Negara.

Berdasarkan hal tersebut, maka yang dapat ditetapkan SK pengangkatan CPNS nya sejumlah 439 orang.  Penyampaian SK pengangkatan CPNS dan surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) bagi CPNS tenaga honorer K2 sejumlah 439 orang yang terdiri dari tenaga fungsional guru, tenaga kesehatan, pamong belajar, dan tenaga teknis administratif.  Pengangkatan menjadi CPNS ini terhitung mulai tanggal 1 Juni 2014 dan SPMT terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2014.

CPNS yang diberikan SKnya terdiri dari laki-laki 141 orang dan perempuan 298 orang, sedangkan berdasarkan golongan terdiri dari I/a (4 orang), I/c (19 orang), II/a (104 orang), II/b (11 orang), II/c (34 orang), III/a (267 orang), sedangkan berdasarkan jenis jabatan, jabatan fungsional guru 343 orang, jabatan fungsional kesehatan 9 orang, pamong belajar 1 orang, tenaga teknis/administratif 86 orang, adapun menurut instansinya yaitu, BPBD 1 orang, Dinas Kesehatan 1 orang, Dinas Dikpora 426 orang, Disnakersos 1 orang, Kantor Perpusda 1 orang, dan RSUD Sleman 9 orang.

Dalam sambutannya Sri Purnomo mengucapkan selamat kepada seluruh tenaga honorer K2 yang telah menerima SK CPNS hari ini.  Bupati juga berpesan bahwa SK pengangkatan CPNS ini, selain merupakan penghargaan atas pengabdian  selama menjadi tenaga honorer, juga menjadi tantangan baru, dengan menerima SK ini para CPNS  dituntut untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas.  Menjadi PNS sudah merupakan pilihan.

Oleh karena itu lanjut Sri Purnomo para penerima SK harus konsekuen dengan pilihan tersebut. Para penerima SK dituntut untuk menunjukkan komitmen dan tanggung jawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan anda menjadi CPNS di Pemkab Sleman. Untuk itu para CPNS harus mampu menunjukan prestasi kerja dan kedisiplinan yang jauh lebih baik dari pada saat masih menjadi pegawai honorer.

“Jangan sampai justru setelah menjadi CPNS kinerja dan kedisiplinan saudara mengendur,” kata Sri Purnomo.

Imbangilah penghargaan pemerintah kepada dengan pengabdian yang tulus dan profesional, Sri Purnomo menghimbau agar CPNS harus ”Sembodo” dengan pilihan yang telah dilakukan. Selain itu Sri Purnomo juga berpesan bahwa, menjadi CPNS ini adalah proses yang harus dilalui sebelum menjadi PNS, oleh karena itu Sri Purnomo menegaskan jangan sampai penantian selama menjadi tenaga Honorer K2 kemudian menjadi CPNS ketika akan diangkat menjadi PNS karena kesalahan yang dilakukan atau tindakan-tindakan indisipliner sehingga menyebabkan tidak jadi diangkat menjadi PNS.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman didampingi Wakil Bupati berkenan menyerahkan SK CPNS secara simbolis, adapun CPNS K2 tertua yang menerima SK adalah, Suratinem guru TK Negeri 3 Sleman yang lahir pada tanggal 7 juli 1960 (54), dan CPNS K2 termuda adalah Dwi Mei Widiastuti TU SMP 3 Turi yang lahir pada tanggal 10 Mei 1985 (29).




Bupati Minta Masyarakat Tingkatkan Minat Baca

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta masyarakat Sleman untuk meningkatkan minat baca, karena itu melalui lomba minat baca untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTS dimaksudkan untuk menyambut hari kunjungan wisatawan dan meningkatkan minat baca siswa. Untuk itu sangat strategis untuk mengajak masyarakat baik anak – anak maupun orang dewasa untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa kita untuk mempertajam pengamatan terhadap informasi – informasi yang beredar. Salah satu  kunci untuk mencapai beberapa poin tersebut adalah dengan membaca,” kata Sri Purnomo ketika menutup lomba minat baca tingkat SD/MI, SMP/MTS Kabupaten Sleman di gedung Serbaguna Sleman, kemarin.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa sumber bacaan baik buku, bulletin, koran ataupun sejenisnya merupakan jendela dunia bagi manusia yang tidak mampu untuk menjelajahinya secara langsung. Oleh karena itu Sri Purnomo mengajak untuk memperbaiki kondisi sumber bacaan dan mencoba untuk menggali minat baca yang telah lama tersembunyi dalam diri manusia. Penyelenggaraan lomba minat baca SD/MI, SMP/MTS ini dapat menjadi upaya yang sangat tepat untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Sehingga anak dapat mengembangkan kemampuan dan bakat secara optimal.

Sementara Menurut Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman, Dra Sri Hartati maksud dantujuan diadakan lomba minat baca ini adalah sarana memasyarakatkan hari kunjung perpustakaan pada tanggal 14 September, meningkatkan minat baca anak untuk mengembangkan kecerdasan, kepribadian dengan referensi perubahan perilaku, membudayakan anaik gemar membaca, menulis dan sekaligus berceritera dengan reverensi bahan-bahan, buku-buku perpustakaan dan mendukung Kabupaten Sleman layak Anak KLA. Lomba baca tersebutdiikuti oleh 400  Peserta terdiri dari SD /MI 117 orang tingkat SMP/MTS  223 orang dan diambil 5 pemenang baik SD/MI maupun SMP/MTS.

Adapun Pemenang lomba minat baca tersebut mendapat uang pembinaan dan tropy Bupati Sleman untuk juara satu  SD N Model Ngemplak Fathurrahman Kafi, juara II SDN Ngemplak Dominiqiue Naura Illari Namorin, juara III SD N Percobaan Depok  Amani Zahwa. Untuk tingkat SMP/MTS Juara satu SMP IT Baitussalam Prambanan Fadila Zahra Azzura. Juara II SMPN I Kalasan Dika Putra Permana dan juara III Tansyah Bagas Ramadani SMP N I Kalasan.




Sleman Rumuskan Tata Kelola Desain Batik

Sleman – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman mengundang sejumlah pakar batik dan pakar hukum guna menyusun aturan tata kelola batik Sleman yang telah dilaunching beberapa waktu yang lalu. Menurut keterangan Kepala Disperindagkop Sleman, Drs Pustopo bahwa tujuan lomba desain batik khas Sleman adalah mensejahterakan masyarakat Sleman dan melindungi industri kecil batik Sleman agar tidak tergerus industri-industri besar.

“Untuk itu diperlukan rumusan bersama antar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan para pakar batik dalam membuat peraturan yang melindungi desain batik khas Sleman baik dari sisi teknik produksinya maupun dari sisi perlindungan desain,” kata Pustopo, Selasa (30/9). Dikatakan Pustopo bahwa saat ini desain batik Sleman tengah dalam proses untuk didaftarkan hak ciptanya di Kementerian Hukum dan HAM RI. Terkait hal tersebut maka setiap publikasi dan produksi desain batik Sleman harus atas izin Pemkab Sleman.

“Dengan demikian para produsen batik lokal di Kabupaten Sleman dapat dilindungi,” kata Pustopo.

Untuk mengakomodir para pembatik pemula di Kabupaten Sleman, Disperindagkop telah melakukan pelatihan membatik dan pemberian modal perlengkapan alat produksi batik. Diharapkan dengan bantuan ini, para pembatik Sleman dapat menjadi tulang punggung produsen batik di Kabupaten Sleman.

Sementara Budi Agus Riswandi dari pusat HAKI Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga menyampaikan bahwa tujuan utama diskusi dengan para pakar batik ini adalah merumuskan Peraturan Bupati Sleman yang berisi tata kelola Batik Sleman meliputi penetapan cirri-ciri batik Sleman, penetapan unsur-unsur yang harus dimiliki batik Sleman, pemanfaatan desain batik Sleman, jenis dan cara produksi serta tujuan tata kelola batik yaitu melestarikan budaya, jaminan daya saing produksi batik, dan mencegah persaingan tidak sehat antar para produsen batik.