Gelar Budaya Nusantara di Anjungan Jogja TMII
Sleman – Pemerintah Provinsi DIY bekerjasama dengan Pemkab Sleman dan Manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menyelenggarakan Gelar Budaya Nusantara di Anjungan Jogja hari Sabtu (6/9) malam.
Sebagai host penyelenggaraan Gelar Budaya Nusantara, Pemkab Sleman menyajikan pementasan tari peksi kapti ( burung punglor) yang menceritakan gerak-gerik fauna khas Sleman, juga tari reog. Keprajuritan yang menggambarkan perjuangan tentara Kerajaan Mataram sebelum Pemerintah Jogja berdiri serta Sendratari dengan judul Kasampurnaning Dumadi, yang menceritakan perjalanan dan nilai hidup yakni kebesaran cinta, kemarahan dan kebenaran. Drama tersebut merupakan bagian dari cerita mahabarata.
“Pagelaran seni tersebut telah memukau 700 orang tamu yang hadir. Tamu Undangan menikmati tarian hingga acara selesai. Dianatara tamu yang hadir adalah Para Duta Besar, Rektor Institut Seni Jakarta, koordinator anjungan dan museum, tokoh masyarakat,” kata Kabag Humas Sleman Dra Endah SW dikantornya, Senin (8/9)
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang hadir dalam pagelaran tersebut menyampaikan bahwa pasca erupsi Merapi,masyarakat Sleman telah bangkit dan kembali dapat menjalankan kehidupan sosial dan perekonomian secara normal. Bahkan masyarakat lereng Metapi telah mengembangkang aktivitas wisata, salah satunya volcano tour yang mampu memberikan penghasilan.
Menurut Sri Purnomo, Sleman memiliki keindahan alam, kekayaan budaya, sumber daya manusia dan juga kearifan lokal yang mampu memberikan semangat dan tatanan nilai bagi masyatakat, untuk hidup berdampingan dengan gunung Merapi. Untuk itu Sri Purnomo mengharapkan gelar budaya nusantara sajian Pemkab Sleman mampu memberikan informasi awal potensi budaya, wisata dan produk kerajinan masyatakat Sleman dan mempersilahkan para duta besar menginformasikanya kepada masyarakat di negaranya.
Sedangkan Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Hendar Susilowati SH menyampaikan bahwa Pembangunan kebudayaan di DIY ditujukan untuk melindungi dan mengembangkan kebudayaan, membentuk identitas diri masyarakat serta memanfaatkan kebudayaan sebagai potensi ekonomi kreatif yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan, pertumbuhan, ekonomi serta mengentaskan kemiskinan. Pemerintah DIY senantiasa mendukung kreasi masyarakat dalam kegiatan kegiatan berbasis kebudayaan.
Gelar Budaya Nusantara merupakan sarana yang strategis untuk mengenal potensi budaya dan pariwisata kabupaten Sleman yang adi luhung, serta mempromosikan potensi kerajinan dan kuliner.
Sigit Gunarjo, mewakili Dirut TMII mengatakan sesuai dengan harapan UNESCO TMII telah melakukan pengembangan – pengembanga khsusnya dalam pelestarian budaya bangsa dengan kegiatan-kegiatan promosi potensi daerah sehingga memberikan kontribusi ke pada pengenalan potensi kedaerahan di Indonesia.
Untuk itu dibutuhkan dukungan dan peran serta dari segenap pihak seperti pemerintah daerah melalui anjungan-anjungan daerah dengan kerjasama yg baik dalam penyelenggaraan setiap kegiatan yg dilaksanakan terutama dlm pengembangan kualitas acara sehingga mampu secara nyata dinikmati oleh masyarakat luas terutama sebagai daya tarik bagi wisatawan.
Gelar Budaya Nusantara tersebut juga dilengkapi dengan pameran produk UKM yang dibuka langsung oleh Ketua Dekranas Kabupaten Sleman, Ny Kustini Sri Purnomo dan sajian makanan khas Sleman jadah tempe, salak dan berbagai aneka olahan salak.

