Surat Keterangan Bisa Diperoleh di Kecamatan

Sleman – Menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri 25 Agustus 2014 perihal koordinasi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hal pemberlakuan KTP Elektronik sebagai prasyarat CPNS, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman siap memberikan pelayanannya bagi pemohon yang belum memiliki e-KTP.

“Apabila pemohon atau warga Sleman belum sempat merekam KTP elektronik, bisa secepatnya melaksanakan perekaman di kantor kecamatan masing-masing. Namun, bagi pemohon yang sudah pernah rekam tapi KTP elektroniknya belum jadi, dapat meminta surat keterangan sebagai pengganti KTP elektronik di kantor kecamatan,” terang Kepala Disdukcapil Sleman H Supardi SH di kantornya, Rabu (3/9).

Surat keterangan itu, lanjut Supardi, berfungsi sebagai pengganti KTP elektronik sampai yang bersangkutan menerima KTP elektronik. Namun, tak hanya berfungsi sebagai prasyarat CPNS saja, surat keterangan tersebut juga bisa dipakai untuk keperluan lain jika ada instansi yang memerlukannya.

Menurutnya, dari penduduk Sleman yang sudah merekam KTP Elektronik, ada sedikitnya lebih yang belum jadi.

“Maka tak heran jika ada pendaftar CPNS yang bingung karena KTP elektroniknya belum jadi. Sebab di Sleman sendiri masih ada lebih yang belum jadi,” ujarnya.

Untuk itu, Disdukcapil Sleman membuat kebijakan bahwa surat keterangan bisa diperoleh di tiap kecamatan masing-masing. Alasannya agar pelayanan pada masyarakat bisa semakin dekat, lebih cepat dan murah.




Pemkab Siapkan Regulasi Penggunaan Danais

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah memikirkan adanya regulasi di tataran operasional dalam rangka penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) dari Pemerintah DIY. Sleman mendapatkan jatah tahap pertama tahun ini sekitar Rp 12 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono MKes menyatakan hal yang perlu dipahami terkait danais yakni dana tersebut merupakan alokasi dari pemerintah DIY, kabupaten hanya menjadi pelaksana. Dalam berbagai pertemuan dengan Gubernur DIY, lanjutnya, bahwa arahan penggunaannya sudah sangat jelas. Sehingga pihaknya tinggal menterjemahkan lebih lanjut. Kendati demikian, regulasi yang dijadikan sebagai payung hukum ditataran operasional harus dipersiapkan.

“Yang harus segera disiapkan adalah regulasinya, supaya apa yang jadi arahan Gubernur bisa dilaksanakan yang jadi tugas kabupaten,” katanya. Dalam realisasinya saat ini, imbuhnya, pihaknya melangkah dengan usulan dari pihak provinsi. “Seperti usulan sesuai apa yang menjadi arahan propinsi, contoh membutuhkan tim ya kita usulkan. Sleman dapat sekian itu untuk apa. Karena memang harus dipahami bahwa danais itu milik Provinsi. Karena itu harus banyak komunikasi,” imbuhnya.

Ia menambahkan regulasi tersebut bisa berbentuk Perda atau Perbup di tataran kabupaten. Sehingga nantinya dalam proses penggunaan danais terdapat payung hukum di level kabupaten agar tidak dipermasalahkan di kemudian hari. Selain itu adanya regulasi juga dapat mempercepat penyerapan anggaran.

“Kemarin kita diberi Rp 12 miliar, itu secara maksimal kita gunakan. Tapi kalau saya melihatnya kata kunci di regulasi itu harus ada, khawatir dikemudian hari ada pihak yang mencoba mempermasalahkan,” tuturnya.

Diungkapkan Sunartono untuk di Sleman penggunaan anggaran, mayoritas berada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Meski demikian pada hakekatnya anggaran itu bisa digunakan oleh semua dinas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) asal sesuai ketentuan perundangan.

Sunartono mencontohkan pembentukan karakter peserta didik bisa termasuk dalam kerangka tersebut maka Dinas Pendidikan dalam memaki anggaran Dra Suyamsih MPd, Assisten Sekda Bidang Pembangunan, Setda Sleman menambahkan penggunaan danais untuk fisik antara lain renovasi tiga rumah cagar budaya. Tiap unit sekitar Rp 600 juta yang ditotal sekitar Rp 2,5 miliar.

“Bentuk renovasinya pengembalian bentuk agar cagar budaya itu kembali seperti dulu. Ada juga untuk pengadaan alat gamelan dan pakaian kostum untuk kelompok kesenian,” terangnya.




Sleman Berencana Perluas Lahan Bambu

0209 SLEMAN TANAMAN BAMBU (1024 x 768)Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana memperluasan lahan bambu. Kawasan yang jadi prioritas adalah bantaran sungai. Saat ini Sleman sudah memiliki 30 hektar lahan bambu di sekitar wilayah lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan. 

“Lahan tersebut rencananya akan diperluas hingga mencapai 35 hektare. Namun, perluasan tidak lagi terpusat di Cangkringan, melainkan tersebar di seluruh kecamatan lain,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di Sleman, Selasa (2/9).

Dikatakan Sri Purnomo, pada awal musim hujan beberapa waktu lalu sudah dilakukan penanaman bibit bambu di Cangkringan. Ada juga di wilayah Kecamatan Tempel, Seyegan, Moyudan. “Tetapi semua lokasi penanaman bambu ini tetap di sekitar bantaran sungai,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo mengungkapkan sudah ada pihak yang menawarkan kerja sama untuk pengembangan budidaya berbagai jenis bambu. Perluasan ini sudah mulai jalan tapi tidak bisa instan. Tahun ini jika sudah menjelang musim hujan akan ditanam kembali.

Perluasan lahan tanaman bambu ini bertujuan untuk konservasi lahan, sekaligus lokasi riset ilmu pengetahuan. Selain itu, bambu yang dihasilkan diharapkan mampu mencukupi kebutuhan lokal Sleman dan pasar luar daerah pun tetap akan dibidik.

“Kami juga sudah membentuk komunitas asosiasi pelaku usaha bambu,” tambah Sri Purnomo.

Asosiasi akan mewadahi setiap pelaku usaha yang memanfaatkan bambu sebagai bahan baku. Asosiasi pun rencananya akan dibuat secara sistematis dari hulu ke hilir, mulai dari petani, pengrajin, distributor, bahkan hingga eksportir produk.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menambahkan dari lokasi penanaman bambu ini diharapkan muncul informasi tentang bambu jenis apa yang paling dibutuhkan atau bisa tumbuh baik di Sleman.

Ditambahkan Widi, sinergitas antar pelaku usaha bambu akan menjadi kunci penting. Ditanya soal target terkait pengembangan asosiasi, pihaknya mengaku ingin menjadikannya lembaga berbadan hukum. Komunitas akan diupayakan menjadi lembaga berbadan hukum guna mendukung berbagai programnya dan mencegah adanya monopoli serta permainan pasar oleh pihak tertentu.




Dalam Pemilihan Dimas Diajeng Jogja 2014 Duta Sleman Borong Penghargaan

0209 SLEMAN DIMAS DIAJENG (1024 x 702)Sleman – Duta dari Kabupaten Sleman mendominasi perolehan penghargaan dalam ajang Malam Penobatan Pemilihan Dimas Diajeng Tingkat Provinsi DIY 2014 atau yang lebih dikenal dengan Dimas Diajeng Jogja, yang diselenggarakan di Panggung Terbuka Sendratari Ramayana Candi Prambanan,  Senin (1/9) malam.

Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Selasa (2/9). Dikatakan Ayu bahwa 3 pasang atau 6 orang yang ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang pemilihan Dimas Diajeng Jogja tersebut semuanya memperoleh penghargaan dari 16 penghargaan yang diberikan.

Adapun perolehan penghargaan oleh duta-duta Sleman tersebut, meliputi, Dimas Jogja Wakil 1 oleh Ricco Survival Yubaidi, Diajeng Jogja Wakil 1 Nonica Tiara Cintya, Dimas Jogja Harapan 2 Arif Zudhi Winarto, Diajeng Jogja Harapan 2 Dorothea Gecella Putri Lestari, serta 2 penghargaan atributif sebagai Dimas Jogja Berbakat Fajar Wijanarko, dan Diajeng Jogja Favorit Rizki Annisa.

Menurut Ayu, hadir dan memberikan dukungan kepada duta-duta Sleman tersebut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beserta Hj Kustini Sri Purnomo. Ditambahkan Ayu, lolosnya semua peserta asal Kabupaten Sleman tersebut tentunya juga ditentukan oleh kualitas materi selama proses pemilihan Dimas-Diajeng Sleman hingga tahap grand final pada tanggal 16 Mei 2014 di Gedung Multi Purpose UIN Jogja.

“Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan seleksi Dimas Diajeng tingkat Kabupaten Sleman benar-benar dilaksanakan secara profesional,” kata Ayu.

Buktinya semua peserta yang dikirimkan ke tingkat DIY mampu menorehkan prestasi dan kesemuanya memperoleh penghargaan. Keberhasilan tersebut dinilai cukup membanggakan yang oleh karenanya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada duta yang telah menunjukkan prestasinya.

Selanjutnya Ayu berpesan kepada duta-duta asal Sleman agar benar-benar dapat melaksanakan misi sebagai role model bagi generasi muda yang berprestasi, dinamis dan berkarakter serta mampu melaksanakan upaya promosi potensi kebudayaan dan pariwisata dalam mewujudkan Jogja yang istimewa.




FKY Memacu Kreatifitas Kesenian Lokal

Sleman – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) di Kabupaten Sleman yang digelar di lapangan Getas Desa Tlogoadi Mlati Sleman hari Sabtu (30/8) lalu bisa untuk memacu kreatifitas kesenian lokal, media promosi dan melestarikan seni tradisi lokal.

“Namun yang perlu diperhatikan materi kegiatan tersebut difokuskan pada kelompok seni tradisi yang sedang tumbuh dan berkembang dimasyarakat untuk mendukung program pengembangan kecamatan sebagai pusat pengembangan seni budaya dan keistimewaan DIY,” kata Ayu kepada wartawan dikantornya, Senin (1/9).

FKY di Sleman dilaksanakan 3 hari sampai dengan Senin (1/9) yang menampilkan pentas seni potensi lokal Sleman, juga diisi dengan kegiatan bazar aneka produk makanan khas Sleman, kerajinan dan pameran desa wisata se Kabupaten Sleman. Dijelaskan Ayu, bahwa menurut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI kegiatan FKY di Sleman ini merupakan salah satu upaya dalam melestarikan, mengembangkan dan mengenalkan potensi seni dan budaya kepada masyarakat luas.

FKY juga merupakan media bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas dan inovasinya dalam mengembangkan kesenian. FKY juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati sekaligus meberikan masukan kepada para seniman sehingga mampu eksis dan berkembang ditengah tuntutan perkembangan budaya dari luar.

Apalagi pada tahun 2015 akan dihadapkan pada persaiangan masyarakat ekonomi Asean, mau tidak mau persaingan semakin ketat. FKY ini sangat strategis dalam melestarikan budaya lokal yang akan berpengaruh terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya lokal yang ada di Kabupaten Sleman. Bupati juga mengharapkan seniman dan pelaku seni terus berkarya dan menciptakan inovasinya sehingga kesenian lokal akan semakin dicintai masyarakat.

Kepada masyarakat Bupati juga berharap untuk dapat memanfaatkan FKY ini sebagai ajang menikmati hiburan dan pentas seni yang beraneka ragam dan menarik.