Batuan Air ke Prambanan Sebaiknya Koordinasi Dengan Kecamatan

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta semua pihak yang akan memberikan bantuan air bersih bagi warga Kecamatan Prambanan yang mengalami kekeringan pada musim kemarau saat ini agar melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Prambanan.

Dikatakan Sri Purnomo, koordinasi tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan bantuan air bersih didistribusikan secara merata dan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan masalah baru. “Banyak pihak swasta yang memberikan bantuan air bersih. Kami mengharapkan, setiap bantuan yang akan masuk dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kecamatan. Tujuannya agar bantuan bisa merata dan tidak menumpuk di satu titik,” kata Sri Purnomo, kemarin.

Dijelaskan Sri Purnomo bahwa tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan di Prambanan. “Jumlah itu jelas tidak cukup, mengingat banyaknya warga yang membutuhkan air bersih. Namun,  jaringan sistem pengatur air di Prambanan yang ada diharap bisa membantu mencukupi kebutuhan air warga setempat,” kata Sri Purnomo.




Investasi di Sleman Terus Meningkat

Sleman – Kantor Penanaman, Penguatan, dan Penyertaan Modal Kabupaten Sleman telah mencatat investasi di wilayah Sleman dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan. “Sampai dengan 2014 jumlah investasi, penanaman modal asing (PMA) 43 unit menyerap tenaga kerja orang,” kata Kepala Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal (KP3M) Kabupaten Sleman, Retno Susiati SH, Senin (29/9).

Dikatakan Retno, untuk jumlah penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kabupaten Sleman pada 2014 tercatat sebanyak 42 unit usaha. “Dari PMDN tersebut mampu menyerap tenaga kerja  orang,” katanya.

Dijelaskan pula bahwa untuk investasi di Kabupaten Sleman yang non-PMA/PMDN sebanyak unit dan menyerap tenagaa kerja  orang. Nilai investasi PMA sebesar ,2 dolar Amerika dan nilai investasi PMDN dan non-PMA/PMDN sebesar Rp 5,8 triliun.

Retno juga mengatakan Pemkab Sleman terus menjalin, memelihara, dan meningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan para pengusaha yang menanamkan modalnya di Sleman. “Komunikasi yang dilakukan sekaligus juga untuk menjaring permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekaligus mengupayakan solusi pemecahan permasalahan di bidang penanaman modal,” katanya.***




Jelang Hari Raya Kurban Penyakit Hewan Yang Perlu Diwaspadai Antrax

Sleman – Kepala Dinas Pertanian ParikanÀn dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Widi Sutikno MSI mengatakan  bahwa pihaknya melakukan pantauan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha dalam upaya agar hewan kurban yang dijual benar-benar sehat dari berbagai penyakit yang sering menjangkiti hewan. “Beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai tersebut antara lain  Antrax, sebab pada beberapa tahun lalu wilayah Pakem termasuk endemis antrax,” kata Widi Sutikno, kemarin.

Disamping itu lanjut Widi hewan kurban yang masuk di Sleman perlu pengawasan yang baik untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk. Dikatakan Widi untuk kurban tahun ini kebanyakan masyarakat mencari hewan untuk kurban langsung ke pasar, berbeda dengan tahun sebelumnya masyarakat mencari hewan kurban pada petani. Kalau mencari hewan kurban ke pasar akan lebih mudah dengan berbagai pilihan dan harga tergantung kemampuan keuangan yang ada. Diharapkan pula pada waktu penyembelihan hewan kurban yang perlu dipertikan adalah penggunaan alas untuk penempatan daging, artinya tidak hanya ditaruh dilantai saja hal tersebut untuk menjaga kesehatan dan kebersihan daging.

Ditekankan pula oleh Widi untuk pendistribusian daging kurban dianjurkan untuk memakai plastik yang berwarna putih meskipun semuanya mengandung kimia, tetapi akan lebih baik dibanding menggunakan plastik yang berwarna hitam atau yang lain. Yang jelas tambah Widi untuk menjaga kehatan hewan kurban  setiap hewan yang masuk di pasar hewan selalu diperiksa, termasuk hewan yang keluar pasar.

Hal tersebut semata-mata untuk menjaga kesehataan dan keamanan hewan kurban. Kedepan tambah Widi, Pemerintah pusat akan memfasilitasi  sarana untuk penimbangan hewan kurban, artinya hewan kurban tersebut akan ditimbang berapa beratnya, tinggal mengalikan berapa harga daging perkilogramnya saat traksaksi terjadi. Hingga masyarakat akan lebih pasti  besaran sapi/daging tersebut, karena saat ini masyarakat dalaam membeli hewan kurban hanya berdasarkan perkiraan/taksiran.

Sementara itu tambah Widi, dari data yang ada  jumlah hewan kurban yang masuk di Pasar Hewan Gamping pada tahun 2011 untuk sapi sebanyak kerbau 148, kambing . Tahun 2012 sapi , kerbau 95 dan kambing ekor dan pada tahun 2013, sapi ekor, kerbau 56 ekor dan kambing ekor.

Sedang yang terjual pada tahun 2011 untuk sapi sebanyak , Kerbau  99 dan kambing ekor. Tahun 2012 sapi yang terjual ekor, kerbau 66 dan kambing ekor dan pada tahun 2013 sapi yang terjual mencapai , kerbau 43 dan kambing ekor. Nilai transaksi  penjualan hewan kurban pada tahun 2011 mencapai Rp 157,545miliar. tahun 2012 naik menjadi Rp 197,931 miliar dan pada tahun 2013 turun lagi menjadi Rp 167,176 miliar.




Bupati Buka MTQ Pelajar Umum se Kabupaten Sleman 2014

IMG_9232Sleman – Bertempat di SMKN 2 Depok Mrican Gejayan, dilaksanakan MTQ pelajar umum (SD, SMP, SMA, SMK) se Kabupaten Sleman tahun 2014, Sabtu (27/9).  Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI. Dalam kesempatan tersebut turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu SS MHum, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dr Sunartono Mkes, Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPD, Kadis Dikpora Sleman Arif Haryono SH, dan jajaran forum koordinasi komunikasi Kecamatan Depok.

Arif Haryono menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan ketrampilan baca tulis Al-quran serta pendalaman isinya, memupuk rasa cinta Al-Quran, meingkatkan penghayatan dan pengamalan agama islam dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan motivasi membaca Al-Quran, dan menumbuh kembangkan minat bakat kemampuan bidang seni keagamaan.

Jenis Musabaqoh yaitu, MTQ dan puitisasi saritilawah putra-putri SD, Musabaqoh Tilawah Al-Quran putra dan putri SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Tartil Al-Quran (MTtQ) putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Adzan (MAz), lomba pidato/ceramah agama islam putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Seni Lukis Islam SD, Musabaqoh Syharil Qur’an (MSQ) SMP,SMA/SMK, lomba nasyid putra SMA/SMK, lomba kaligrafi putra-putri SMP,SMA/SMK, lomba kebersihan dan kemakmuran mushola sekolah (LKKMS) SD, SMP,SMA/SMK.

Kegiatan ini diikuti oleh 448 orang siswa-siswi dari sekolah umum yang ada di Sleman.  Kegiatan ini juga merupakan ajang seleksi bagi siswa-siswi yang akan dikirimkan ke MTQpelajar sekolah umum tingkat DIY yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2014.  Arif haryono juga melantik dewan hakim yang akan bertugas pada kegiatan tersebut, dewan hakim yang dilantik berjumlah 78 orang.

Sri Purnomo dalam pengarahannya pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangatlah positif karena kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang yang berakhlakul karimah dan Qur’ani.  Sesuai dengan tema MTQ kali ini yaitu “dengan musabaqah tilawatil qur’an pelajar, kita wujudkan generasi muda yang berakhlakul karimah dan Qura’ni”.

Sri Purnomo, menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk, pedoman hidup, peringatan merupakan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, orang yang membaca Al-Qur’an akan memperoleh ketenangan hati dalam kehidupannya.

Selain itu dengan mengajarkan Agama Islam dan Al-Qur’an sejak dini, berarti mempersiapkan generasi muda yang berakhlakul karimah, Qur’ani dan tentunya mampu bersaing di tengah persaingan era gobalisasi.  Sehingga mampu mewujudkan Indonesia yang baldatun toyibatu warabbun ghafur sesuai yang dicita-citakan.




FAO Gelar Pameran Organik Merapi

DSC_5472Sleman – Food and Agriculture Organization (FAO) bekerjasama dengan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Asosiasi Petani Salak Sleman Sembada, dan Plaza Ambarrukmo  mengadakan pameran produk pertanian organik gunung Merapi, dengan judul Pameran Organik Merapi. Pameran Organik Merapi diselenggarakan sebagai puncak keseluruhan kegiatan FAO- Merapi Program yang telah dilaksanakan oleh FAO sejak tahun  2012. 

FAO – Merapi Program sendiri merupakan respon FAO memenuhi permintaan pemerintah Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam pemulihan penghidupan masyarakat kawasan gunung Merapi yang terdampak erupsi tahun 2010. Pameran dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan DIY Ir Sasongko MSi, Jumat (28/9) sore dan dihadiri juga oleh perwakilan FAO untuk Indonesia Antonio Caravaggi, Staf Keduataan Besar Zelandia Baru Philip Hewitt, Bupati Sleman, Manajemen Amplaz Surya Ananta, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman dan pejabat terkait lainnya.

Pameran   dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari hari Jumat hingga Minggu, (26 – 28/9)  di Hall B Lantai II Gedung Plaza Ambarrukmo, Jl Laksda Adisucipto.  Peserta pameran adalah komunitas-komunitas dari kawasan gunung Merapi dan mitra-mitra FAO. Disediakan 16 booth (stand) pameran yang  memamerkan aneka bahan pangan segar (mentah), bahan siap olahan, dan aneka pangan siap santap/saji, dan beberapa jenis kerajinan yang diproduksi oleh para petani di sekitar Merapi.

Produk-produk andalan yang akan dipamerkan antara lain adalah: salak segar, aneka pangan hasil olahan salak (caramel, kripik, dodol, dlsb), jambu Dalhari, aneka jenis jamur, aneka jenis kopi, aneka jenis beras, sayur-sayuran, aneka produk olahan, madu, kecap dari koro-koroan, minyak kelapa, rempah-rempahan, batik, tas dan lukisan dari kulit salak. Seluruh produk organik yang dipamerkan sudah memiliki penjaminan organik, baik oleh lembaga sertifikasi maupun oleh Dinas Pertanian ataupun oleh komunitas. Disamping pameran, kegiatan ini juga akan dimeriahkan talkshow (3 thema), hiburan musik dan tarian tradisional, serta aneka fun-game.

Pameran mengudang buyers dari beberapa negara dan kota  besar di Indonesia, serta seluruh masyarakat Jogja.  Diperkirakan ada sekitar pengunjung yang menghadiri seluruh rangkaian kegiatan pameran tersebut. Dengan mengundang secara khusus buyers tersebut, diharapkan terjadi kesepakatan-kesepakatan kerjasama pemasaran jangka panjang antara buyers dengan peserta pameran.

Pameran beserta seluruh kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya mengkonsumsi produk pertanian organik dan disisi lain yang terpenting adalah memulihkan serta memperkuat kondisi penghidupan petani di sekitar Merapi yang mengalami kerugian besar akibat erupsi Merapi 2010.

Dalam acara ini FAO secara simbolis menyerahkan hasil program antara lain meliputi draft rencana kontjensi sektor peternakan, sertifikat organik dan fair trade untuk tanaman salak yang dikelola oleh Asosiasi Petani Salak Sleman Sembada dan peralatan pembuatan kripik salak kepada 8 kelompok wanita tani.

Juga dilakukan penandatanganan kontrak ekspor salak ke Eropa antara Asosiasi Petani Salak Organik Sleman Sembada dengan PT Aliet Green dan penyerahan perguliran sapi dari kelompok ternak huntap Kowang kepada kelompok ternak huntap Randusari.