Bupati Pantau Hewan Kurban di Pasar Gamping

Sleman – Untuk menjamin bahwa hewan kurban betul-betul sehat dan memenuhi persyaratan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman melalui Bidang Peternakan mulai melakukan pantauan disejumlah pasar hewan di Sleman.

Untuk memantau kesehataan hewan korban di beberapa pasar tersebut telah dikerahkan beberapa petugas. Disamping itu pada pelaksanaan hari Raya Idul Adha nanti pada waktu penyembelihan juga akan dikerahkan petugas pemantau  sebanyak 187 petugas, 55 diantaranya dari Kedokteran UGM. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika melakukan pemantauan hewan kurban di Pasar Gamping, Kamis (25/9).

Menurut Sri Purnomo disampaikan bahwa disamping pantauan kesehatan hewan kurban, petugas juga akan memantau cara dan tehnik penyembelihan hewan kurban. Hal tersebut dilakukan agar baik cara penyembelihan maupun hewan kurbannya sendiri memenuhi persayaratan yang ditentukan menurut agama.

Ikut mendampingi pada kesempataan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi, Kepala Bidang Peternakan Ir Suwandi Aziz, Camat Gamping PriyoHandoyo SH MSi dan Kepala UPT Pasar Hewan Gamping Ir Rudi Suryanto. Pada kesempataan tersebut Sri Purnomo juga secara simbolis juga menyerahkan buku panduan Pemotongan Hewan Qurban kepada pedagang dan masyarakat di pasar Hewan Gamping.

“Diharapkan dengan buku panduan tersebut masyarakat akan lebih paham dalam memilih hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan antara lain hewan tersebut tidak sakit, cacat dan lainnya,” kata Sri Purnomo.

Disamping itu pada waktu penyembelihan nanti hewan kurbannya waktu disembelih tidak mengalami kesakitan, itu semua ada tata caranya dalam buku panduan. Yang tidak kalah pentingnya menurut SriPurnomo waktu penyembelihan nanti bila dijumpai daging sapi kurban ada cacing hatinya diatas 50 % harus dimusnahkan, tidak boleh dibagikan untuk dikonsumsi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Parikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno menambahkan bahwa pantauan hewan kurban tersebut dalam upaya agar hewan kurban tersebut benar sehat dari berbagai penyakit yang sering menjangkiti hewan, beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai tersebut antara lain  Anthrax, sebab pada beberapa tahun lalu wilayah pakem termasuk endemis antrax. Disamping itu masuknya hewan kurban yang masuk di Sleman perlu pengawasan yang baik untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk.

Untuk hewan kurban tahun ini kebanyakan masyarakat mencari hewan untuk korban langsung ke pasar, berbeda dengan tahun sebelumnya masyarakat mencari hewan kurban pada petani. Kalaumencari hewan kurban ke pasar akan lebih mudah dengan berbagai pilihan dan harga tergantung kemampuan keuangan yang ada.




Uji coba jl. Prof Yohanes Dimulai Hari Ini

IMG_20140925_194016Sleman – Tindak lanjut rencana manajemen rekayasa lalu lintas satu arah Jl Prof. Yohanes secara efektif    dilaksanakan mulai hari  Kamis (25/9)  terhitung mulai pukul coba akan berlangsung  selama 4 hari yaitu mulai Kamis 25 September 2014 sampai Minggu 28 September 2014 dan akan dijaga petugas gabungan antara Dishubkominfo Propinsi DIY, Kabupaten Sleman dan Ditlantas.

“Selama uji coba empat hari tersebut pengguna jalan akan diberikan sosialisasi. Selebihnya 4 hari uji coba tersebut secara berangsur jumlah petugas akan dikurangi,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas, Sulton Fathoni diruang kerjanya, kemarin.

Lebih lanjut Sulton menyampaikan  bahwa selama satu bulan setelah uji coba , bagi pengguna jalan yang melakukan pelanggaran hanya diberi peringatan persuasif. Namun setelah uji coba selama satu bulan maka pengguna jalan yang melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi  berupa tilang, tergantung besar kecilnya
pelanggaran.

Sedangkan uji coba Jl Prof Yohanes tersebut berlaku mulai perempatan Galeria Mall ke arah utara sampai Santikara (SPBU Sagan). Untuk mendukung uji coba tersebut beberapa rambu lalulintas telah dipersiapkan termasuk petugasnya. Dihimbau kepada masyarakat yang dari arah timur /depan UNY yang mau keselatan ( Jl Prof  Yohanes)  dianjurkan melewati jalan Cik Di Tiro depan RS Panti Rapih. Sementara pengguna jalan yang mau kearah Kridosono dan sekitarnya bisa melewati depan UNY ketimur,  ke arah Pasar Demangan.

Yang jelas tambah Sulton bahwa uji coba tersebut berdasarkan kesepakatan Forum Kartamantul, Dishubkominfo DIY, Dishubkominfo Kabupaten Sleman dan Ditlantas. Untuk menjaga ketertiban lalu lintas , diharapkan masyarakat memahami dan  tertib dalam berlalu lintas.

“Tentu pada awal uji coba ada sabagian masyarakat/pengguna jalan yang merasa kurang nyaman, namun hal tersebut untuk ketertiban dan kenyamatan berlalu lintas. Terutama untuk kelancaran arus lalu lintas dan juga mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.




740 Orang Bersaing Jadi CPNS Sleman

IMG_4086Sleman – Penutupan penyerahan berkas untuk pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah berlangsung hari Selasa (24/9) lalu, peserta pendaftar CPNS Sleman secara online sebanyak 1067 pendaftar yaitu 613 pendaftar guru kelas dan 454 pendaftar penyuluh KB. Dari jumlah tersebut hingga penutupan penyerahan berkas sebanyak 812 peserta telah menyerahkan berkasnya yang terdiri dari 514  pendaftar guru kelas dan 298 pendaftar formasi Penyuluh KB. 

Demikian antara lain disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno dikantornya, Kamis (25/9). Dijelaskan Iswoyo bahwa setelah dilakukan penelitian berkas oleh tim pelaksana pengadaan CPNS Sleman 2014, sebanyak 740 pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Pendaftar tersebut terdiri dari 470 pendaftar guru SD dan 270 pendaftar penyuluh KB. Daftar peserta yang lolos dapat dilihat pada pengumuman di .

Kemudian para pendaftar yang lolos seleksi administrasi tersebut harus datang sendiri mengambil nomor test di BKD. Untuk nomor test pendaftar guru SD telah mengambil nomornya pada hari Kamis 25 September 2014 pukul WIB hingga WIB. Sedangkan bagi pendaftar penyuluh KB yaitu pada hari Jumat 26 September 2014 pada pukul WIB hingga WIB.

Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test (CAT) pada 2 Oktober 2014 (guru) dan 3 Oktober 2014 (penyuluh KB) dengan lokasi yang tercantum dalam nomor test. Pelamar wajib memantau info CPNS inimelalui  atau  apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan jadwal ujian dari panselnas/panselda.

Iswoyo menambahkan kepada peserta test CPNS Sleman ketika mengikuti test diharuskan mengenakan pakaian atas putih dan bawah warna gelap. Selain itu juga diingatkan 1 jam sebelum test, peserta harus datang sebab kalau terlambat tidak boleh masuk ruang test.***




Gaya Berpakaian Mempengaruhi Penampilan Seseporang

2409 SLEMAN BUSANA JAWASleman – Gaya berpakaian memang bisa mempengaruhi penampilan seseorang, untuk itu PKK Kabupaten Sleman mengadakan lomba keserasian berbusana adat Jogja bagi remaja yang diikuti 16 perwakilan dari kecamatan se Kabupaten Sleman dan lomba berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (24/9). Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Dra Hj Kustini Sri Purnomo  menyampaikan bahwa lomba ini dimaksudkan untuk lebih mensosialisasikan, melestarikan dan mengembangkan budaya pakaian adat Jogja agar para remaja juga semakin mengenal kebudayaannya sendiri. 

Peserta lomba terdiri dari 16 pasangan remaja putra putri perwakilan dari Kecamatan yang berusia 14 tahun hingga 16 tahun. Dalam pelaksanaan lomba masing-masing peserta memperagakan cara berpakaian dan jalan di atas panggung yang  disaksikan dan dinilai oleh 3 orang yuri yaitu FL Nurwahyuni Idayati SH MPar dari Tarakanita College, Tari Sukarto dari Harpi Sleman dan RM Issumaji SH dari Sekar Kedaton.

Dari hasil Lomba tersebut perwakilan dari Kecamatan Ngaglik Juara I mendapatkan tropi dari Bupati Sleman dan uang pembinaan, Juara 2  dari Kecamatan Gamping, Juara III Kecamatan Moyudan dan Juara Harapan I  Kecamatan Seyegan, Juara Harapan II Kecamatan Pakem, tropi dan hadiah diserahkan langsung oleh Bupati Sleman. Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa budaya Indonesia khususnya budaya Jawa  mengenai pakaian adat serta nilai-nilai filosofi yang terkandung, etika dan cara busana menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Hal ini dikarenakan berbusana secara serasi dan sesuai dengan momennya akan mendukung upaya seseorang untuk menempatkan diri secara tepat. Gaya berpakaian sangatlah mempengaruhi penampilan seseorang, dari busana yang dikenakan, seseorang bisa kelihatan lebih menarik atau tampak biasa saja. Seseorang bisa saja tampil charming sekaligus santun dengan karakter dan budi pekertinya yang menarik, hal inilah yang menjadi nilai plus dalam penampilan seseorang.

“Untuk dapat tampil menarik kita juga tidak harus selalu mengikuti trend busana saat ini. Yang paling penting adalah pakaian yang sesuai dengan nilai-nilai ketimuran dan sesuai untuk dirikita,” kata Sri Purnomo.

Berkenaan dengan hal tersebut Sri Purnomo berpesan kepada para peseta dan anak-anak muda di Kabupaten Sleman ini untuk senantiasa bercermin kepada adat dan budaya yang penuh dengan nilai-nilai ketimuran. Untuk itu  agar melalui lomba ini juga dapat senantiasa menekankan pada pentingnya “pakem”  atau aturan berbusana adat Jawa. Hal ini merupakan bentuk edukasi sejak dini pada generasi muda agar kedepannya pakem tersebut dapat senantiasa dijaga sampai kapanpun.




Kemarau Semakin Meluas Nafsu Makan Ikan Turun, Gerak ‘Sempoyongan’

PETANI IKANSleman – Musim kemarau membuat nafsu makan ikan turun. Hal ini berdampak terhambatnya pertumbuhan ikan. Masa panen ikan menjadi lebih lama karena menunggu berat badan ideal. Seperti yang dikatakan, Edi Sutanto (43) salah satu petani ikan di Dusun Kuton Desa Tegaltirto Kecamatan Berbah ini. Bersama petani ikan lainnya yang tergabung dalam Mina Rukun ini, mengaku musim kemarau berdampak terhadap menurunnya debit air. Suhu air menjadi dingin.

“Nafsu makan ikan jadi berkurang. Akibatnya pertumbuhan ikan jadi agak terlambat. Selain itu, ikan juga banyak terkena jamur. Sebab kalau siang udara panas, sedangkan malam dingin. Ikan lebih memilih berada di permukaan untuk mendapatkan oksigen,” katanya, kemarin.

Petani lain, Nanang juga merasakan hal yang sama. Ikan nila merah miliknya, cenderung kurang bersemangat jika dikasih makan. Padahal biasanya setiap kali ada orang mendekat, biasanya ikan sudah berenang mendekat karena dikira akan diberi makan.

“Sekarang kami beri makannya sedikit-sedikit. Kalau sudah habis, saya beri lagi. Ikan juga saya pisang dalam dua kolam, biar oksigennya lancar,” ungkapnya.