Kecamatan Prambanan Berupaya Turunkan Jumlah Droping Air
Sleman – Pemerintah Kecamatan Prambanan, mengupayakan jumlah bantuan air bersih yang masuk ke Prambanan bisa semakin berkurang. Jika tahun lalu ada tangki air bersih baik dari pemerintah maupun swasta yang masuk, tahun ini diharapkan tidak lebih dari tanki. Terlebih menurut Camat Prambanan, Drs Abu Bakar, ketiga sistem pengatur air yang dikelola Organisasi Pengatur Air (OPA) sudah berjalan dan mampu menyuplay kebutuhan air bersih bagi warganya.
Abu menuturkan, hingga kini sudah ada pihak swasta baik dari sektor perbankan maupun lembaga pendidikan telah lapor ke kecamatan untuk memberikan bantuan air bersih. “Tercatat ada KK di Kecamatan Prambanan yang butuh air bersih. Setiap tahun, mereka mendapat suplay air bersih. Baik dari pemerintah maupun swasta. Ada juga yang membeli sendiri. Tahun ini kami berupaya, agar droping air bisa berkurang hingga tidak lebih dari tangki. Usaha terus kami lakukan demi mewujudkan hal ini. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi dari OPA,” kata Abu Bakar, kemarin.
Pihaknya yakin jika OPA mampu bekerja maksimal, maka masyarakat akan mandiri dengan sendirinya. Terutama untuk memenuhi air bersih. Apalagi dengan membeli air dari OPA, harganya jauh lebih rendah. Selama ini tarif air bersih di OPA, berkisar Rp – permeter3. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan membeli air dengan tangki.
“Pada dasarnya bukan masalah di harga. Sebab uang tersebut juga digunakan untuk operasional pengurus di masing-masing sistem,” ujarnya.
Langkah Pemerintah Kecamatan Prambanan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pengurus baru di sistem Prambanan tiga yang baru saja dibentuk juga langsung bekerja. Hasilnya air sudah sampai di atas, sehingga kebutuhan air bersih bagi warga di Desa Gayamharjo sudah bisa terpenuhi. Apalagi disana ada enam dusun yang mendapat suplay air bersih dari BPBD dan itu terbanyak di Kecamatan Prambanan.
“Sekarang petugas di sistem prambanan 3 masih terus menelusuri titik mana saya yang rusak dan langsung diperbaiki. Ketika diuji coba ternyata airnya juga sudah sampai atas. Jika semua sistem dapat berfungsi maksimal, tidak menutup kemungkinan Kecamatan Prambanan bisa zero droping,” ujarnya Kepala BPBD Sleman, Juli Setiono Dwiwasito.