17 Kecamatan Di Sleman Telah Miliki Jaringan Hotspot

17 Kecamatan Di Sleman Telah Miliki Jaringan Hotspot

Sleman – Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Sleman saat ini telah memiliki jaringan hotspot, sedang untuk desa sudah mencapai 50 desa. Hal tersebut disampaikan Kabid Kominfo Sleman, Eka Surya P, kemarin. Dikatakan Eka Surya, karena itu terkait dengan jaringan internet untuk kemudahan akses internet bahwa seluruh kecamatan di Sleman telah memiliki hotspot, sedangkan untuk desa sudah mencapai 50 desa. Diharapkan tahun 2015, seluruh desa di Sleman ditargetkan  dapat memiliki jaringan internet.

Sedangkan untuk ruang publik sudah tersedia jaringan internet di stadion Maguwoharjo, Lapangan Denggung, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Taman Kuliner Condongcatur.

“Karena itu bagi para pelajar yang berdomisili di seputar tempat-tempat tersebut dapat memanfaatkan fasilitas yang ada,” tambah Eka Surya.

Lebih lanjut Eka Surya menjelaskan bahwa kesulitan mengunduh materi ajar pada website  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih disebabkan oleh tingginya traffic pada server kementerian. Untuk mengatasi lambatnya proses mengunduh materi, Pemkab Sleman akan memfasilitasinya dengan mengunggahnya di website  dengan menggunakan lokal server. Menurut Eka Surya, pengunduhan materi ajar tersebut dapat dilakukan mulai bulan Oktober 2014.

Terkait hal ini Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Arif Haryono SH menambahkan  untuk memberikan kemudahan akses internet di sekolah, Dinas Pendidikan Pemnuda dan Olahraga Sleman akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyediakan kapasitas jaringan internet yang lebih sebagai pendukung proses belajar mengajar di sekolah.

 




Warga Prambanan Terima Bantuan Air

air bersihSleman– Dampak kemarau panjang tahun 2014 ini mengakibatkan sebagian wilayah di Kecamatan Prambanan kekurangan air bersih, seperti yang terjadi di pedukuhan Klumprit Desa Wukirharjo Prambanan. Dari 144 KK di pedukuhan Klumprit sebagian besar kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut sebagian masyarakat membeli tangki air, meskipun harganya cukup tinggi antara Rp hingga Rp  tetapi karena kebutuhan yang pokok masyarakat tetap membeli air.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, pada Jumat (19/9) panitia peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman memberikan bantuan 20 tangki air bersih, yang diwujudkan dalam bentuk uang sebesar Rp 2,5 juta. Uang tersebut diharapkan dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih atau kebutuhan yang lain.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Asekda bidang Adminsitrasi Djoko Handoyo SH dan yang didampingi Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman, Dra F Retno Wisudawati dan diterima Kepala Desa Wukirharjo Prambanaan.

Djoko Handoyo maupun Retno Wisudowati saat penyerahan bantuan yang ditandai dengan pengisian air ke drigen milik masyarakat antara lain menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan kepedulian kaum Nasrani Kabupaten Sleman yaang tergabung dalam panitia peringataan hari besar Kristiani Kabupataen Sleman, sebagai  upaya dalam berbagi kasih pada sesama terutama mereka yang membutuhkan seperti masyarakat pedukuhan Klumprit Prambanan.




Pemkab Antisipasi Kerawanan Sosial

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berkomitmen mengantisipasi munculnya kerawanan atau konflik sosial pada masyarakat yang heterogen. “Secara umum Kabupaten Sleman dalam kondisi kondusif, namun kami tetap harus waspada dan harus terus memupuk kerukunan antarwarga masyarakat,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman, Drs Ardani di Sleman, Jumat (19/9).

Menurut Ardani, upaya ini terkait dengan kondisi masyarakat Sleman yang heterogen, dengan berbagai latar belakang, sehingga memiliki potensi akan munculnya gesekan atau Sleman merupakan daerah tujuan pendidikan, yang terlihat dari keberadaan 46 perguruan tinggi yang berdiri di wilayah Kabupaten Sleman, yaitu enam PTN dan 40 PTS.

Dengan fakta inilah lanjut Ardani akan berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat Sleman yang sangat heterogen dengan adanya mahasiswa yang berasal dari seluruh Nusantara yang tinggal dan menetap di wilayah itu. Mengingat tingginya tingkat heterogenitas ini, Pemkab Sleman terus berupaya menjaga agar tidak dimanfaatkan orang atau golongan yang berniat memecah belah persatuan dengan dasar perbedaan tersebut.

Dijelaskan Ardani bahwa kondisi tersebut merupakan salah satu potensi terusiknya ketentraman dan ketertiban masyarakat yang telah dibina sejak lama. “Selama ini permasalahan ketentraman dan ketertiban di Sleman hanyalah benturan-benturan semata sehingga masih dapat kami kendalikan,” katanya.

Oleh karena itu untuk menjaga jangan sampai perbedaan yang ada menjadi sumber konflik, diharapkan masyarakat lebih menciptakan kondisi di lapangan yang membutuhkan dukungan semua pihak agar tidak terjadi pengkotak-kotakan suku, agama dan lain-lain.

“Untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat harus senantiasa diupayakan, tidak hanya oleh pemerintah saja namun juga dukungan dari masyarakat,” katanya.

Perbedaan agama, kepercayaan, suku, adat istiadat dan budaya, kata dia, seringkali dijadikan alat pemecah persatuan dan kesatuan oleh kelompok-kelompok tertentu atau bahkan untuk berhadapan dengan kebijakan  pemerintah.

“Untuk itu diharapkan masyarakat dapat mengesampingkan ego dan sentimen untuk menghindari perpecahan sesama masyarakat,” tutur Ardani.

Masyarakat diharapkan dapat melakukan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan seperti yang telah diamanatkan dasar negara Pancasila dan diperkuat pula dengan UU No.7 Tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.

“Masyarakat juga dapat menyampaikan permasalahan yang tengah terjadi kepada forum keagamaan dan pemerintah untuk diselesaikan bersama,” katanya.




20.00 Anak Di Sleman Belajar di TK dan PAUD

IMG_7117Sleman – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS Mhum mengatakan Kabupaten Sleman telah memiliki sejumlah TK/RA dan 507 satuan PAUD sejenis dengan jumlah warga belajar lebih dari anak. 

“Jumlah warga belajar ini tentu saja merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka,” kata Yuni usai menghadiwi gelar kreativitas anak usia dini tahun 2015 di gedung Serbaguna, kemarin.

Hal ini menurut Yuni, dikarenakan pada usia emas ini akan lebih mudah untuk menstimulasi kreativitas dan pembentukan karakternya. Sebagai contohnya hampir seluruh anak dini usia di Korea Selatan dan Singapura, telah terlayani PAUD. Contoh lain di Malaysia pelayanan PAUD telah mencakup hampir 70% anak. Bahkan di Singapura penuntasan masalah terkait penggunaan dua bahasa, yaitu bahasa Cina dan Inggris, telah dituntaskan di tingkat Taman Kanak-kanak.

Dari kenyataan tersebut di atas, maka dianjurkan bahwa pendidikan anak usia dini harus dibentuk sejak dini dalam rangka mencetak generasi penerus yang berkualitas. Diharapkan dengan adanya PAUD ini dapat memberikan kontribusi yang jelas untuk generasi penerus kedepannya berupa generasi yang memiliki akhlakul karimah dan memiliki kecerdasan yang tinggi dalam menyikapi kebutuhan dan problematika kehidupan saat ini dan masa mendatang.

Ditambahkan Yuni, bahwa kreativitas anak usia dini adalah kreativitas alamiah yang dibawa dari sejak lahir. Kreativitas alami seorang anak usia dini terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orangtuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Selain itu anak juga senang mengutak-atik alat mainannya sehingga tidak awet dan cepat rusak hanya karena rasa ingin tahu terhadap proses kejadian.

“Jika memiliki anak yang mempunyai aktifitas seperti itu janganlah dimarahi. Justru banyaknya pertanyaan dan kegiatan mengutak-atik mainannya merupakan satu hal yang harus diapresiasi dan diarahkan sehingga anak tersebut mampu tumbuh dan berkembang minat dan bakatnya dengan baik,” kata Yuni.

Untuk itulah, orangtua harus dapat memberikan dorongan kepada anaknya agar dapat memunculkan motivasi dalam diri anak. Jika sarana dan prasana sudah tersedia, dorongan sudah ada, maka anakpun akan berproses dan berkreasi. Proses inilah yang penting untuk anak ketika bermain. Peran orang tua di sini adalah memberikan penghargaan/apreasiasi atas hasil dan upaya yang dihasilkan anak dengan cara memberi pujian atau memajang hasil karya anak.

Dalam gelar kreativitas anak usia dini tahun 2014 juga diisi berbagai kegiatan anak-anak, antara lain pentas seni dan juga kreativitas anak usia dini dengan berbagai ketrampilan yang ditampilkan. Disamping itu dilakukan pelantikan Bunda PAUD tingkat desa, Kecamatan dan Kabupaten Sleman dan pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan  beberapa kejuaraan lomba, untuk lomba ketegori lembaga kelompok bermain,  juara III Kelompok bermain Aisyiyah Ananda Moyudan, juara II kelompok bermain Aisyiyah Condongcatur, juara I kelompok bermain Islam terpadu  Insan Quantum Minggir. Kategoti  lembaga taman pengasuhan anak juara III TPA Aksa Tamami Godean, juara II TPA Rumah Sakura Murangan Sleman, juara I  TPA Allifa Wedomartani Ngemplak.

Kategori lembaga satuan PAUD Sejenis, juara III POS PAUD Puspita Umbulharjo Cangkringan, juara II SPS Tunas Mitra Godean , dan juara I POA PAUD Srikandi Bulaksalak Cangkringan. Sedang juara pamong PAUD berprestasi taahun 2014 juara harapan II Winarti dari Kalasan, juara harapan I Damar Yuliatun dari Berbah, dan juara III Riningsih SE dari Moyudan, juara II Y Sekar Dwi Cahyaningrum Spd dari Depok dan juara I Dwirini Caahyowati SE dari Triharjo Sleman.




Sosialisasi Internet Sehat Dan Aman Bagi Pengelola Warnet Dan Game Online

IMG_7501Sleman – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara sosialisasi Internet Sehat dan Aman kepada para pengelola warnet dan game online di wilayah Kabupaten Sleman pada hari Kamis (18/9).

Acara yang diselenggarakan di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman ini dihadiri 70 orang peserta yang terdiri dari para pengusaha dan pengelola warnet serta game online.

Sosialisasi yang dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, menghadirkan nara sumber dari APJIII, Satpol PP, Kantor Pelayanan Perizinan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.

Materi sosialisasi meliputi internet sehat dan perlindungan anak, pembinaan perizinan usaha warnet dan game online, ketertiban umum dan penegakan hukum,

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya dengan banyaknya anak-anak yang selama initelah menjadi korban dari penggunaan internet.

Secara khusus Yuni Satia Rahayu meminta kepada para pengusaha dan pengelola warnet dan game online yang hadir untuk lebih memperhatikan anak-anak dan memberikan perlindungan dari penggunaan internet yang tidak sehat.

Wakil Bupati berharap, agar anak-anak di wilayah Sleman mendapatkan keamanan secara fisik dan psikis. Untuk itu, dirinya juga mengajak kepada para orangtua dan masyarakat, khususnya pengelola warnet dan game online untuk turut serta dalam menjaga anak-anak saat mengakses internet. Ditegaskan oleh Wakil Bupati bahwa anak-anak adalah aset bangsa di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Krido Suprayitno melaporkan bahwa di wilayah Sleman terdapat 180 warnet yang sudah berijin. Pertumbuhan warnet dan game online di Sleman tergolong pesat namun belum seluruhnya memiliki kelengkapan legalitas yang diperlukan.

Disampaikan pula salah satu usaha Pemkab Sleman dalam mewujudkan warnet sehat, Pemkab Sleman saat ini sedang memformulasikan Peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan Usaha Warung Internet (warnet) dan Game Online.

Tujuannya agar keberadaan warnet mampu menjadi bagian infrastruktur pendidikan yang ikut bertanggungjawab terhadap kualitas SDM dalam mengantisipasi meningkatnya kejahatan dan permasalahan sosial yang bersumber dari penggunaan warnet.

Cara untuk mewujudkan warnet yang sehat di antaranya melalui penertiban lokasi jasa usaha warnet dan game online agar tidak lagi diperbolehkan dengan penyekat yang tertutup, yang memungkinkan untuk disalahgubakan.

Demikian pula disarankan dengan pemasangan filter-filter untuk membatasi akses pada situs-situs yang dilarang dan berbahaya. Selain itu, pengusaha warnet diharapkan untuk membatasi anak-anak mengakses internet selama jam sekolah. Apabila siswa berkunjung pada jam sekolah, diharuskan untuk menunjukkan surat ijin atau pemberitahuan dari sekolah untuk keperluan tugas sekolah.

Sunarto dari Satpol PP mengatakan bahwa saat melakukan sidak di warnet dan game online yang pertama ditanyakan adalah kelengkapanperizinan usaha, SIUP untuk ijin warnet, dan TDP untuk game online. Semua proses perijinan tercantum pada Perbup pasal 17 tahun 2013.

Hasil sosialisasi disepakati bahwa upaya menuju masyarakat peduli internet sehat dan aman, menjadi kebutuhan bagi kita bersama. Tentunya beban tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, dan masyarakat namun pengusaha dan pengelola warnet juga berkewajiban untuk terlibat secara proaktif menyukseskan warnet yang sehat dan aman, terutama bagi anak-anak.