150 Anak Ikuti Lomba Lukis Ikan

DSC_5382 bernasSleman – Untuk menumbuhkan kecintaan makan ikan bagi anak-anak Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman menggelar lomba lukis dengan tema utama tentang ikan. Lomba diikuti oleh sekitar 150 anak siswa SD dan dibagi dalam dua kelompok yakni kelompok kelas 1 – 3 dengan pastel dan kelompok kelas 4 – 6 dengan cat air. 

Lomba digelar di lokasi kelompok ikan Mina Ngremboko Bokesan Sindumartani Ngemplak, kemarin. Kegiatan ini sekaligus juga dijadikan sebagai sarana untuk menghidupkan kembali desa wisata ikan di Bokesan yang sejak tahun 2012 mati suri.

Manurut Ir Saptono, Ketua Kelompok tani Mina Ngremboko, kelompoknya berdiri sejak tahun 1985 dengan luas lahan perikanan m2 dan beranggotakan 59 orang. Dan  penghargaan yang pernah diraih juara II tingkat nasional kategori pusat pelatihan mandiri perikanan. Saat ini omset penjualan mencapai Rp 11miliar per tahun, dengan aneka usaha dari hulu ke hilir yakni dari pembenihan, pembesaran sampai dengan olahan ikan seperti abon, crispi, stik lele, peyek, dawet nila, bakso ikan, lemper isi abon lele dan lainnya.




Musim Kemarau, Waspada Diare dan ISPA

Sleman – Selama periode Januari 1 September 2014, kasus diare di Kabupaten Sleman mencapai penderita. Penderita terbanyak dari kalangan usia diatas 5 tahun dengan kasus. Sedangkan penderita balita atau dibawah 5 tahun ada orang. Dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman, penderita Diare tertinggi berada di Kecamatan Ngemplak dengan 693 kasus. Disusul Kecamatan Depok dengan 612 kasus dan Gamping dengan 610 kasus.

Memasuki musim kemarau, masyarakat juga dihimbau waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Sebab jika tidak segera diantisipasi, ISPA bisa berujung ke Radang Paru atau pneumonia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilinda Nuraini MKes mengatakan hal tersebut dikantornya, Selasa (16/9). Menurutnya, masyarakat dihimbau meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah terkena berbagai penyakit. Apalagi kini sudah masuk musim kemarau, dimana udara menjadi kering danbanyak debu.

“Musim kemarau itu ditandai dengan banyaknya debu. PHBS wajib dilakukan, mengingat virus dapat menular melalui banyak cara. Salah satunya kondisi tangan kita yang tidak bersih. Hal yang perlu diwaspadai, yakni “Pneumonia” karena bisa berujung kematian. Jika sudah terkena ISPA, sebaiknya segera berobat agar tidak semakin parah,” ujarnya.

Linda menambahkan, gejala ISPA biasanya dimulai dengan batuk dan sesak nafas diikuti dengan naiknya suhu badan atau panas. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung antara 2-7 hari. Diare juga harus segera mendapat penanganan, jangan sampai dehidrasi.

“Pastikan mengkonsumsi air yang benar-benar matang. Waspadai juga jajanan pasar yang belum tentu baik kandungan gizinya. Selain itu, pastikan tangan sudah dicuci dengan bersih menggunakan sabun atau cairan disinfektan,” tambah Linda.




Peresmian SDN Sebagai SSB Diwarnai Simulasi Bencana

Sleman – Sebanyak 4 siswa dari 235  SDN Umbulharjo Kecamatan Cangkringan mengalami luka saat evakuasi akibat bencana Gunung Merapi yang terjadi Selasa (16/9), sedangkan siswa lainnya tidak mengalami luka-luka dan semuanya berhasil dievakuasi ke SMK Negeri Cangkringan yang berjarak sekitar 8 Km.

Dari jumlah tersebut 3 orang siswa dijemput oleh orangtuanya. Keempat siswa yang terluka tersebut dievakuasi ke rumah sakit menggunakan Ambulance BPBD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saat terjadi erupsi Merapi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di SD Umbulharjo, baik guru maupun siswa, namun berkat ketenangan maka proses evakuasi berjalan lancar. Demikian antara lain gambaran saat berlangsung Simulasi menghadapi bencana erupsi Merapi di SDN Umbulharjo II, Selasa (16/9).

Hadir pada kesempataan tersebut antara lain Kepala BPBD DIY Ir Gatot Saptadi, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Muspika Kecamatan Cangkringan, juga Kepala Desa  Umbulharjo dan Wukirsari Cangkringan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian SDN Umbulharjo II dan SDN Kepuharjo Cangkringan sebagai Sekolah Siaga Bencana (SSB) ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mewakili Bupati Sleman, di samping itu juga ditandai dengan pemukulan gong dan pembukaan selubung papan nama.

Pada kesempatan tersebut Yuni menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman merupakan daerah yang diberi anugerah Tuhan dengan berbagai potensi yang dimiliki. Namun, dibalik itu, dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Kabupaten Sleman menyimpan potensi bencana yang diakibatkan faktor alam maupun non alam.

“Pada tahun 2010 yang lalu, kita semua merasakan bagaimana dasyatnya erupsi Gunung Merapi, yang kemudian diikuti oleh banjir lahar hujan yang terus mengancam sampai saat ini. Beberapa saat yang lalu, sebagian masyarakat Sleman juga terkena angin puting beliung yang juga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Untuk itu, Saya berharap agar semua elemen masyarakat di Kabupaten Sleman mengerti dan memahami bagaimana menanggulani bencana dan menjadi tangguh dalam mitigasi dan penanganan bencana,” kata Yuni.

Disampaikan Yuni bahwa menghadapi fenomena bencana yang makin luas dan kompleks, sesuai Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus menyelenggarakan, bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, Tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Paradigma penanggulangn bencana, tidak lagi di titik beratkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat termasuk sekolah.

Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya dan local wisdom masyarkat Sleman. Oleh karena itu pembinaan dan pelatihan cara penanggulangan bencana harus dimulai sejak dini. Mitigasi bencana harus diperkenalkan dan diajarkan di bangku sekolah, bahkan sejak jenjang yang paling bawah. Siswa-siswa sangat perlu diberi pemahaman dan pembinaan bagaimana cara penanggulangan dan mitigasibencana.

Yuni juga memberikan apresiasi atas upaya SDN Umbulharjo II dan SDN Kepuharjo Cangkringan yang telah menempatkan mitigasi bencana menjadi salah satu bagian dari materi ajar dan kurikulum pembelajaran sekolah.

“Saya berharap sekolah-sekolah yang lain, dari jenjang terbawah di Kabupaten Sleman juga harus mengikuti langkah SDN Umbulharjo II dan SDN Kepuharjo Cangkringan ini,” tutur Yuni.

Melalui program sekolah siaga Bencana lanjutnya, guru-guru dan siswa nantinya menjadi agen maupun pelaku dalam penanggulangan bencana. Tidak hanya di sekolah, namun juga aktif dan pro aktif menggerakkan masyarakat di lingkungannya.

Sedangkan Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi menyampaikan bahwa wilayah DIY ini 68 persennya mempunyai potensi rawan terhadap 12 jenis bencana, termasuk Gunung Merapi. Memperhatikan hal tersebut diperlukan pendekatan pengurangan resiko bencana dengan wajib melaksanakan langkah-langkah pencegahaan dan kesiapsiagaan.




Java Promo Intensifkan Travel Dialog dan Pemaketan Wisata

Sleman – Keberadaan Java Promo dengan anggota 16 Kabupaten/Kota di Jateng dan DIY telah dirasakan manfaatnya untuk sarana promosi wisata bagi anggotanya sehingga bisa meningkatkan kunjungingan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Untuk mengintensifkan berbagai kegiatannya dalam tahun 2014 ini Java Promo siap mengadakan travel dialog dan penyusunan kawasan strategis dan pemaketan pariwisata Java Promo 2014  serta studi orientasi pengembangan pariwisata ke Bangka Belitung.

“Maksud kegiatan tersebut adalah untuk mengenalkan atau mempromosikan destinasi unggulan wisata yang ada di 16 anggota Java Promo kepada masyarakat di Bangka Belitung untuk lebih mengenal lembaga Java Promo kepada Pemerintah Bangka Belitung guna mengembangkan kepariwisataan dan meningkatkan jumlah kunjungan wistawan baik domestik maupun wisatawan lokal,” kata Sekretaris Sekber Java Promo, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM kepada wartawan usai mengikuti pertemuan anggota Java Promo di Sekber Java Promo Sleman,Selasa (16/9).

Dikatakan Ayu, kegiatan travel dialog dan penyusunan kawasan strategis dan pemaketan wisata Java Promo 2014 serta studi orientasi pengfembangan pariwisata ke Bangka Belitung akandilaksanakan 29 September 2014 hingga 2 Oktober 2014 dengan jumlah  31 peserta.

Dijelaskan Ayu bahwa kegiatan pemaketan wisata yang dilakukan Java Promo ini sudah ada setiap tahun. Dan pemaketan wisata ini memang menjadi prioritas karena untuk mempromosikan unggulan wisata dari masing – masing anggota Java Promo.

“Kunci promosi yang dilakukan Java Promo adalah dialog, famtrip, serta pemaketan wisata dan lainnya,” kata Ayu.

Unggulan wisata dari masing – masing anggota ini akan dirangkau menjadi satu paket wisata yang menarik sehingga bisa memberikan dampak positif bagi anggotanya. Java Promo sendiri yang sudah 12 tahun berjalan diakui Ayu memang telah memberikan dampak positif dibidang pariwisata dengan adanya peningkatan kunjungan wisata.

Dalam paket wisata ini tentunya menawarkan wisata di Jateng DIY dan nantinya Java Promo akan mempromosikan dari wisata unggulan dari masing – masing anggota.***




Pendaftar CNPS Mencapai 928 Orang

Sleman – Sampai dengan hari  Selasa (16/9), peserta pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sleman tercatat sebanyak 928 pendaftar yaitu 560 pendaftar guru kelas dan 368 pendaftar penyuluh KB. 

Dari Jumlah tersebut 371 peserta diantaranya telah menyerahkan berkasnya yang terdiri dari 283 pendaftar guru kelas dan 88 pendaftar formasi Penyuluh KB. Jumlah pendaftar tersebut juga datang dari berbagai daerah yaitu 5 Provinsi  Jateng, Jatim, DKI, Jawa Barat dan DIY.

“Proses penyerahan berkas berjalan lancar, hanya saja terdapat pendaftar yang kurang teliti dalam mencermati persyaratannya. Sehingga ketika harus melengkapi persyaratan tersebut harus kembali ke daerahnya,” kata Kabag Humas Sleman Dra Endah SW dikantornya, Selasa (16/9).

Dikatakan Endah bagi pendaftar yang cukup dekat dengan Sleman hal ini mungkin tidak menjadi masalah, namun jika pendaftar tersebut berasal dari daerah yang cukup jauh maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melengkapi persyaratannya. Sedangkan jadwal penyerahan berkas ditutup hingga tanggal 22 September 2014 bertempat di lower ground Gedung BKD dengan jam pelayanan – WIB untuk hari Senin hingga Kamis, dan untuk hari Jumat pukul  –  WIB. dan pendaftaran online ditutup 17 September 2014 pukul WIB.

Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test (CAT) di Badan Kepegawaian Negara Regional 1 Yogyakarta. Jadwal test untuk pelamar di Pemkab Sleman masih menunggu jadwal yang dikeluarkan BKN, sedangkan lokasi ujian adalah di BKN.***