Hari Kamis Ini 740 Orang Ikut Tes CPNS

Sleman – Hari ini Kamis (2/10)  dilaksanakan tes Computer Assisted Test (CAT) untuk 740 pendaftar CPNS Pemkab Sleman yang lolos seleksi administratif. Dari jumlah tersebut, 470 orang memperebutkan 37 formasi guru kelas dengan  perbandingan 1:12,7  dan 270 orang memperebutkan 2 formasi penyuluh KB berarti persaingan sangat ketat yaitu 1:135. 

“Test CAT dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 2 dan 3 Oktober bertempat di Kantor Regional 1 BKN Yogyakarta,” kata Kepala BKD Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno, Rabu (1/10).

Menurut Iswoyo test dilakukan dalam 5 angkatan/shift untuk tanggal 2 Oktober 2014 dan 3 angkatan/shift untuk tanggal 3 Oktober 2014. Peserta yang mengikuti test dimohon hadir maksimal 1 jam sebelum test, jika test dilaksanakan pukul   WIB maka peserta dimohon sudah hadir pukul  WIB.  Materi ujian meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Seluruh peserta dimohon untuk membawa KTP dan Kartu Tanda Peserta Ujian.  Peserta mengerjakan soal ujian sebanyak 100 dengan waktu 1,5 jam dapat langsung melihat nilainya. Selama pelaksanaan ujian Peserta mengenakan pakaian rapi dan sopan, dengan memakai kemeja warna cerah, celana panjang/rok warna gelap (bukan berbahan jeans), dan bersepatu.***




PKK Sleman Gelar Lomba Simulasi Pola Asuh Anak

Sleman– Lomba Simulasi Pola Asuh anak dan remaja dalam keluarga berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, kemarin dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Pokja I TP PKK DIY Dra Hj Suryantinah MSI, Pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Sleman dan TP PKK Desa Unggulan se kabupaten Sleman.

Kustini dalam sambutannya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi dengan diadakannya  lomba Simulasi pola asuh anak dan remaja dalam keluarga ini bisa benar-benar mengetahui sejauh mana kader-kader yang berada di tingkat-tingkat RW se Kabupaten Sleman.

“Dengan harapan bisa member motivasi terhadap orang tua  di dalam membina keluarganya terutama pembinaan atau mengasuh anak-anak nya dan remaja di masing-masing keluarga sehingga akan menghasilkan keluarga yang berkualitas, keluarga yang benar-benar kita harapkan yaitu keluarga yang Sakinah Mawadah Warrohmah yang benar-benar kita idam-idamkan bersama,” kata Kustini.

Selain itu juga untuk dalam meningkatkan pendidikan terhadap anak-anak dan kepedulian terhadap kenakalan anak dan remaja dan sebagai bekal nantinya untuk pedoman didalam membina dan membimbing putra dan putinya dikelak hari nanti. Sementara Ketua panitia Hj Nuryani Mardiyana yang juga Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman melaporkan  maksud dan tujuannya diadakan lomba simulasi pola asuh anak dan remaja dalam keluarga adalah dalam rangka meningkatkan pendidikan, kepedulian dan kewaspadaan terhadap kenakalan anak dan remaja.

Juga sebagai bekal dan pedoman dalam membimbing putra-putrinya dalam keluarga. Peserta terdiri dari 17 Kecamatan yang masing-masing mengirimkan satu Desa unggulan dengan masing-masing Desa mengirim satu kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang peserta. Adapun pemenangnya adalah  Juara I Kecamatan Kalasan, Juara II Kecamatan Gamping, Juara III Kecamatan Mlati. Sedangkan untuk juara harapan I Kecamatan Pakem  dan juara harapan II Kecamatan Depok.




Sleman Terus Berupaya Beri Akses Ekonomi Difabel

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya memberikan akses baik di bidang ekonomi maupun pelatihan ketrampilan bagi para penyandang cacat atau difabel. “Upaya ini dilakukan agar kaum difabel mampu memperoleh kesempatan yang sama dalam aktivitas ekonomi, sosial dan politik. Demikian antara lain disampaikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Sleman, kemarin. Dijelaskan Sri Purnomo bahwa berdasarkan data BPS pada 2013, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman sebanyak , yang terdiri dari putra dan putri.

“Undang-Undang No.4 tahun 1997 telah mengatur tentang kesamaan hak dan kedudukan penyandang disabilitas, tetapi dalam kenyataannya implementasi undang-undang tersebut masih mengalami berbagai hambatan,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo ada beberapa hambatan yang dialami tersebut antara lain sampai saat ini belum ada data representatif yang menggambarkan jumlah dan karakteristik penyandang disabilitas. “Selain itu juga adanya stigma negatif tentang penyandang disabilitas yang menganggap mereka sebagai aib atau kutukan keluarga, sehingga masih banyak keluarga yang menyembunyikan keberadaan mereka,” tutur Sri Purnomo.

Kendala lain lanjut Sri Purnomo dalam ketenagakerjaan masih banyak yang menganggap bahwa penyandang disabilitas sama dengan tidak sehat, sehingga tidak dapat diterima sebagai pekerja karena syarat untuk menjadi pekerja salah satunya adalah sehat jasmani dan rohani. “Selain itu, masalah aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga masih rendah. Banyak fasilitas umum yang belum ramah terhadap mereka, sehingga menghambat akses dan partisipasi mereka diberbagai bidang. Mereka juga rentan mengalami diskriminasi ganda, terutamapenyandang disabilitas perempuan,” katanya.

Oleh karena itu tambah Sri Purnomo bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga (Dikpora) juga memberikan fasilitasi terhadap anak-anak penyandang disabilitas dengan membuka sekolah inklusi. Hal ini sejalan dengan prinsip tiga pilar pendidikan, yaitu perluasan aksesibilitas, peningkatan mutu dan pencitraan publik. Sri Purnomo mengungkapkan, dalam sekolah inklusi diciptakan kurikulum individual, yaitu kurikulum khusus individu tertentu, sehingga dengan metode seperti ini sistem kurikulum mencoba mengembangkan anak sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

“Saat ini jumlah sekolah inklusi yang terdapat di wilayah Kabupaten Sleman sebanyak 45 sekolah baik negeri maupun swasta, yang terdiri dari 35 SD, enam SMP, tiga SMK, dan satu MA,” katanya.

Terkait dengan fasilitasi kaum difabel ini hari Selasa (30/9) telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Karya Mandiri Difabel di Ganjuran Widodomartani Ngemplak oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.  Dalam kesempatan tersebut Gubernur DIY mengawali sambutan dengan akhirnya datang juga, kalimat ini mengandung arti bahwa paradifabel yang sudah dewasa akhirnya datang juga saatnya untuk bisa mandiri, salah satunya dengan kegiatan yang dilakukan dengan pembangunan rumah mandiri.

Karena ditempat ini para difabel akan diberi keterampilan baik membatik, melukis, membuat kerajinan, menari, menyanyi dan bermain musik sehingga mereka bisa mandiri. Gubernur berharap program ini harus berhasil dan akan mendukung dengan berbagai fasilitas yang ada seperti pembuatan kolam ikan, penyediaan bibit tanaman unggul dan prasarana keterampilan lainnya. Untuk itu pengurus yayasan agar segera mengajukan ke Pemda DIY untuk bisa ditindak lanjuti dengan menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan bagi pengembangan kegiatan di rumah mandiri tersebut.




Bank Sleman, BPR Terbaik No 1 se Indonesia

 menerima penghargaan (1)Sleman – PD BPR Bank Sleman kembali mempertahankan prestasinya sebagai BPR Terbaik No. 1 se-Indonesia 2014, prestasi yang sama diraih pada ajang CEO BUMD & BUMD AWARD pada th 2012, dengan menyapu bersih hampir seluruh kategori yang dikompetisikan pada ajang BUMD & CEO BUMD Award 2014 di Jakarta (16/9) lalu. Tidak hanya itu, pada even dua tahunan yang  diikuti oleh hampir seluruh BPD, PDAM, BPR BUMD, dan BUMD Aneka Usaha se-Indonesia tersebut, Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit SE MSi terpilih sebagai CEO BUMD Terbaik 1 tahun 2014.

Pada ajang kompetisi bergengsi antar BUMD tersebut, secara keseluruhan Bank Sleman meraih 7  prestasi untuk kategori-kategori BPR Terbaik ke-1, CEO BUMD Terbaik ke-1, Manajemen SDM BUMD Terbaik ke-1, Keuangan BUMD Terbaik ke-3, Manajemen Kinerja BUMD Terbaik ke-4,dan BUMD Terbaik ke-3. Atas prestasi yang diraih tersebut, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI atas nama pemilik juga terpilih sebagai Pembina BUMD dan BPR Terbaik 2014.

Ditemui di ruang kerjanya di Kantor Pusat Bank Sleman, Jalan Magelang, Rabu (01/10) Dirut Bank Sleman Muhammad Sigit mengakui bahwa prestasi yang diraih BPR yang dipimpinnya tersebut sesungguhnya merefleksikan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional Bank Sleman yang melesat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga akhir Agustus 2014 ini, Bank Sleman telah membukukan total Aset Rp 454 miliar, dengan total kredit yang disalurkan kepada masyarakat sebesar Rp 385 miliar, Laba Rp 14 miliar.

“Alhamdulillah “Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Kabupaten Sleman, khususnya nasabah Bank Sleman yang selama ini telah mempercayakan Bank Sleman sebagai mitra keuangannya,pastinya” kata Sigit.

Prestasi ini, diakui Sigit juga menyiratkan kuatnya dedikasi seluruh SDM yang dikelolanya di Bank Sleman. “Bank Sleman sangat concern menjadikan BPR milik Pemkab Sleman ini solusi kebutuhan perbankan masyarakat. Seluruh infrastruktur sedang terus kami dorong agar mampu memenuhi kebutuhan kenyamanan nasabah. Demikian juga dengan SDM di internal, kami tingkatkan terus kapabilitas profesionalismenya melalui berbagai program diklat rutin” ujar meningkatkan kualitas produk layanannya, baru-baru ini Bank Sleman juga telah merilis fitur ATM pada produk tabungannnya.

“Animo nasabah memang sangat tinggi, apalagi menabung di Bank itu kan identik dengan ATM. Karena itulah, kini tidak ada lagi hambatan masyarakat untuk menabung di Bank Sleman. Kapan dan dimanapun nasabah berada, dapat melakukan transaksi perbankan dengan Bank Sleman, karena jaringan ATM Bank Sleman terhubung dengan jaringan ATM perbankan umum di seluruh Indonesia” tambahnya.




Haris Sugiharta Dilantik Jadi Ketua DPRD Sleman

DSC_5972 (1)Sleman – Dalam Rapat paripurna Istimewa yang dipimpin Ketua sementara Dra Hj Sri Muslimatun MKes didampingi Wakil Ketua Sementara H R Sukaptono SH dilakukan pelantikan Pimpinan DPRD Sleman yang berlangsung di ruang sidang setempat, Rabu (1/10). Pengambilan sumpah dan janji akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Dedeh Suryanti SH MH dan di dampingi Rohaniawan dari Kementrian Agama Sleman. 

Selanjutnya setelah selesai pengambilan sumpah/janji terhadap pimpinan definitif  dilakukan penyerahan palu dan rancangan Tata Tertib Dewan sebagai hasil kerja selama Pimpinan sementara memimpin dan secara otomatis ketugasan sebagai pimpinan sementara selesai dan selanjutnya pimpinan definitif  menempati tempat duduknya. Pengambilan Sumpah/Janji ini berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 231/KEP/2014 tertanggal 25 September 2014 tentang Peresmian Pimpinan  DPRD Kabupaten Sleman Masa Jabatan Tahun 2014-2019.

Adapun yang diambil sumpahnya adalah Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta dari Fraksi PDI-Perjuangan, calon Wakil Ketua  H R Sukaptono SH dari  Fraksi Gerindra, dan Inoki Azmi Purnomo SAg dari Fraksi PAN. Sedangkan satu calon Wakil Ketua dari Fraksi PKS, Sofyan Setyo Darmawan ST M Eng belum dapat diambil sumpahnya karena yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah Haji. Untuk pelaksanaannya setelah yang bersangkutan pulang dari tanah suci, direncanakan tanggal 21 Oktober  2014

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam sambutannya berharap dengan pelantikan ini maka kinerja DPRD Kabupaten Sleman semakin dinamis dan makin meningkat mengingat dengan telah dilantinya pimpinan DPRD hari ini berarti kelembagaan DPRD telah lengkap. Momen pelantikan ini juga merupakan momen penting yang ditunggu-tunggu. Tanpa pimpinan DPRD dan kelengkapannya maka segala proses regulasi yang hendak dilakukan akan mengalami stagnasi.

“Terlebih lagi APBD perubahan Kabupaten Sleman tahun 2014 sudah menunggu untuk disahkan,” kata Sri Purnomo. Selain itu,  juga masih terdapat kebutuhan-kebutuhan regulasi lainnya baik dalam bidang sosial, pembangunan, maupun bidang lainnya yang mendesak untuk dibahas.

Dikatakan Sri Purnomo berdasarkan undang – undang nomor 27 tahun 2009 pasal 341, DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah memiliki tanggungjawab menjalankan 3 fungsi. Ketiga fungsi tersebut adalah  fungsi Legislasi. Fungsi legislasi dilaksanakan sebagai perwujudan DPRD selaku pemegang kekuasaan membentuk peraturan daerah. Kemudian fungsi anggaran, yang  dilaksanakan untuk membahas dan memberikan persetujuan atau tidak memberikan persetujuan terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD yang diajukan oleh Bupati.

Dan fungsi pengawasan dilaksanakan melalui pengawasan atas pelaksanaan peraturan daerah dan APBD. Didalam menjalankan fungsi yang ideal tersebut  DPRD dilengkapi dengan modal dasar yang cukup besar dan kuat, yaitu tugas dan wewenang, alat-alat kelengkapan DPRD, hak-hak DPRD/anggota, dan anggaran DPRD yang mandiri.