Imam dan Khotib Idul Adha 1435 H

Sleman – Hari Raya Idul Adha 1435 H yang jatuh pada hari Sabtu 4 Oktober 2014/Minggu 5 Oktober 2014 dilaksanakan di berbagai tempat, hanya saja sebagian umat Islam ada yang melaksanakan Sholat Idul Adha pada hari Sabtu dan ada yang pada hari Minggu. Hingga untuk pelaksanaan Sholat Idhul Adha diberbagai tempat tidak sama. Sedangkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melaksanakan Sholat Idul Adha di Lapangan Balecatur Gamping Sabtu 4 Oktober 2014 sekaligus bertindak sebagai Imam dan Khatib.

Sedang Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Pugeran Maguwoharjo Sleman Minggu 5 Oktober 2014. Sementara itu pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Denggung  bertindak sebagai Imam dan Khatib Prof. Dr. HM. Amin Rais MA. Sedangkan di Masjid Agung Dr. Sudirohusodo Sleman pelaksanaan Sholat Idul Adha pada hari Minggu 5 Oktober 2014 dan bertindak sebagai Imam dan Khatib Prof Dr Yudian Wahyu PHD.

Untuk jadual  Imam dan Khatib  disejumlah tempat di Kabupaten Sleman yang melaksanakan Sholat Idul Adha hari Sabtu 4 Oktober 2014  antara lain  untuk Lapangan Golf Cangkringan bertindak sebagai Imam dan Khatib  Rustamhaji, Lapangan Argomulyo  H Tuyahmin.  Halaman Mapolda DIY  Dr H Tasman Hamami. Lapangan Balecatur  Gamping : Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSI. Lapangan Sidorejo Godean  Drs Hidayaturrahman, Masjid Babussalam Godean H. Zaelani, Mpdi.

Lapangan  PT Tamanwisata Candi Prambanan dan Ratu Boko Supriyono Mpdi. Sementara di Lapangan Sendangmulyo Minggir sebagai Imam dan Khatib  H Habibullah. Halaman TV RI Yogyakarta Drs MA. Macanan Bimomartani Ngemplak H Muntadhir.  Halaman Masjid Attaqwa Pakem  Drs Asep Syaifudin MSi.

Pada hari  Minggu 5 Oktober 2014 Bupati Sleman melakukan serah terima distribusi daging Qurban kepada 2500 KK bagi penerima manfaat di Dusun Gondanglegi, Hargobinangun Pakem. Bantuan tersebut dari  Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang meluncurkan Program Global Qurban 2014.




Usai Pimpinan Dilantik, Ini Agenda DPRD Sleman

Sleman – Setelah pengambilan sumpah jabatan, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman harus segera menetapkan Tata Tertib Dewan dan membentuk alat kelengkapan (alkap)  Dewan, antara lain Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Legislasi, Badan Kehormatan, serta Komisi A, B, C, dan D.


Rapat Paripuna Istimewa pelantikan pimpinan DPRD Sleman periode 2014-2019 digelar Rabu (1/10) lalu. Haris Sugiharta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Sleman periode 2014-2019.

Adapun Sukaptana dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Inoki Azki Purnomo dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) juga diambil sumpah jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sleman.

Dikatakan Haris, Jumat (3/10) bahwa pembentukan alat kelengkapan dewan menjadi target pertama yang ingin dituntaskan. Pihaknya akan menyurati setiap fraksi untuk mengirimkan nama personil yang akan ditempatkan pada masing-masing alkap.

“Tanpa alkap, kami tidak bisa menjalankan tugas,” ucap Haris. Alat kelengkapan dewan ditargetkan Haris selesai pekan depan. Dia mengaku ingin langsung membahas APBD Perubahan yang harus segera dicairkan.

“Segera kami lakukan rapat pimpinan untuk membahas masalah ini,” imbuhnya kemudian.




Kemenag Resmi Tarik Buku SKI

Sleman – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman secara resmi menarik buku Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dari Madrasah Tsanawiyah (MTs). Selanjutnya buku tersebut dikumpulkan di Kantor Wilayah (Kanwil). Demikian disampaikan Kepala Kemenag Sleman, Lutfi Hamid, kemarin. Menurut Lutfi penarikan buku telah dilakukan sejak pekan lalu. Selanjutnya untuk pelajaran SKI bagi siswa kelas VII MTs, akan menggunakan buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang lama.

“Buku SKI sudah kami tarik dari seluruh MTs yang ada di Kabupaten Sleman. Baik negeri maupun swasta. Guru juga telah kami larang untuk menggunakan buku tersebut sebagai pegangan. Kami akui dalam buku tersebut memang banyak informasi yang kurang tepat,” kata Lufti.

Selain makam wali yang sempat mengundang protes banyak pihak, diakui Lutfi dalam buku tersebut terdapat sejumlah hal yang kurang sesuai dengan ajaran Islam. Seperti dipaparkannya orang Madinah suka berperang hingga keberadaan Rasul ke Madinah yang untuk mencari pasukan.

“Hal tersebut mengesankan jika orang Islam suka berperang. Padahal maksudnya tidak demikian” ujarnya.

Ditambahkan Lutfi, meski siswa kelas VII MTs kini harus menggunakan buku kurikulum KTSP, dia yakin tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Ketika disinggung apakah sudah ada buku pengganti SKI yang Kurikulum 2013 Lutfi mengaku belum ada. “Sementara menggunakan kurikulum KTSP tidak masalah,” jelasnya.