Bupati Serahkan Hibah Aspal 2014 Tahap I

0810 SLEMAN BANTUAN ASPALSleman, InfoPublik – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyerahkan yang Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hibah barang berupa Aspal Tahun Anggaran 2014 tahap I yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/10).  

Kepala PUP Kabupaten Sleman Ir H Nurbandi dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa untuk tahap pertama tahun ini jumlah penerima NPHD tahap I 92 lokasi dengan jumlah aspal yang di salurkan drum. Sedangkan untuk tahun 2014 jumlah aspal yang disalurkan sejumlah drum untuk 156 lokasi dengan total biaya kurang lebih Rp 4 miliar. Namun untuk tahap pertama yang menerima baru 92 lokasi dan yang lainnya pada tahap kedua.

“Diharapkan setelah melalui mekanisme yang benar  bantuan aspal tersebut bisa diambil sendiri, kepada para penerima bantuan barang berupa aspal tersebut setelah menerima dan barang tersebut segera digunakan sesuai dengan apa yang harus dikerjakan dan jangan lupa laporannya tentunya juga segera di buat sesuai dengan apa yang di cantumkan dalam proposal, sehingga akan melancarkan administrasi kita bersama,” kata Nurbandi.

Penyerahan NPHD tersebut dilakukan langsung oleh Sri Purnomo kepada perwakilan dari 17 Kecamatan. Dalam pengarahannya Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman selalu berupaya meningkatkan pengadaan aspal agar mampu memberi  bantuan pada masyarakat lebih banyak lagi, tetapi semua tergantung pada kemampuan keuangan yang ada.

“Realisasi pemberian bantuan inipun dilakukan secara bertahap. Bantuan aspal ini diberikan berbagai pertimbangan kemampuan dan permintaan masyarakat. Kalaupun belum semua permohonan masyarakat dapat dipenuhi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana dari pemerintah,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga berpesan kepada para penerima NPHD ini setelah NPHD berupa aspal diterima agar segera dilaksanakan proses pembangunannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat harus menjaga dan memelihara sarana jalan dibangun bersama-sama ini, apa bila ada kerusakan yang ditemui segera di perbaiki jangan sampai bertambah rusak.

“Dan perlu diketahui bahwa semua sarana jalan di Kabupaten Sleman pemeliharaannya menjadi tanggungjawab Pemkab Sleman,” tambahnya. Pemkab Sleman hanya bertanggungjawab atas pemeliharaan jalan-jalan yang termasuk jalan Kabupaten. Sedangkan jalan dusun atau lingkungan, menjadi tanggungjawab warga dusun yang bersangkutan.

“Maka dari itu marilah kita bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Sleman yang kita cintai ini agar Sleman lebih maju lagi, lebih berprestasi lagi di tingkat nasional di berbagai bidang sehingga Kabupaten sleman benar-benar  lebih makmur dan sejahtera,” tutur Sri Purnomo.




Jumlah Hewan Kurban Di Sleman Meningkat

Sleman – Jumlah hewan kurban di Kabupaten Sleman pada tahun 2014 ini mengalami kenaikan dibanding dari jumlah hewan kurban tahun lalu. Demikian antara lain disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Suwandi Azis saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (8/10). 

Menurut Suwandi Azis, sampai dengan berakhirnya Hari Tasrik sebagai masa penyembelihan kurban, jumlah hewan kurban untuk sapi sebanyak 4,967 ekor.  Jumlah ini mengalami kenaikan 14% dari tahun lalu. Sedangkan untuk kambing tahun 1434 H lalu sejumlah  ekor dan tahun 1435 H naik menjadi ekor dan untuk domba mengalami penurunan dari ekor menjadi ekor.

Terkait dengan kondisi kelayakan hewan kurban, Suwandi Aziz mengatakan bahwa hewan terinfeksi cacing hati masih ditemukan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 1435 H/2014 M ini. Kasus cacing hati ditemukan pada hewan sapi, kambing, maupun domba. Untuk sapi ditemukan sebanyak 494 pada sapi (9,9 %), pada kambing ditemukan 8 kasus (0,44 %) dan 3 ekor pada domba (0,06 %). atas ditemukannya kasus ini, Dinas telah meminta pada panitia kurban untuk tidak mendistribusikan organ hati yang terinfeksi cacing hati dan memusnahkannya.

Sedang jumlah hewan kurban yang disembelih untuk masing-masing kecamatan jumlahnya  bervariasi, misalnya untuk sapi paling banyak di Kecamatan Gamping yaitu 571 ekor dan paling sedikit ada di Kecamatan Seyegan  sebanyak 180 ekor, untuk kambing yang paling banyak di Kecamatan Depok sebanyak 251 ekor dan paling sedikit ada di Kecamatan Tempel 5 ekor.

Sementara untuk domba paling banyak di Kecamatan Ngaglik sebanyak 811 ekor dan paling sedikit ada di Kecamatan Moyudan sebanyak 74 ekor. “Data tersebut berasal kecamatan yang melaporkan ke Dinas. Tetapi masih banyak di sejumlah tempat yang tidak melaporkan ke kecamatan setempat, dan diyakini kalau semua hewan kurban dilaporkan maka jumlahnya akan jauh lebih banyak,” tambah
Suwandi Aziz.

Hanya saja lanjut Suwandi Azis yang masih harus menjadi perhatian adalah kebersihan tempat pemotongan hewan kurban, dan juga masih terdapatnya penggunaan plastik hitam untuk distribusi daging.