Bupati Ikut Gropyokan Tikus

DSC_5923Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo  bersama Kadin Pertanian DIY serta jajaran TNI dari Kodim 0732 Sleman, Minggu (12/10)  mengadakan gerakan gropyokan pengendalian hama tikus di bulak Betakan Desa Sumberahayu Kecamatan Moyudan Sleman. Gerakan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Sleman dan pengomposan dengan asap. 

Sebelumnya Sri Purnomo menyerahkan peralatan pengendali hama tikus berupa jaring tikus, LBS (Linier Barier System) dan bubu tikus.  Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo mengatakan kegiatan pengendalian hama tikus terus dilakukan untuk mengurangi populasi tikus dan akan terus dilakukan dan mendorong petani tidak patah semangat walaupun kegiatannya belum berhasil 100 %.

“Jangan sampai manusia kalah dengan binatang apalagi tikus. Apalagi manusia diciptakan sebagai makluk yg sempurna sehingga punya akal untuk menanggulangi hama tikus,” kata Sri Purnomo.***




Jembatan Saren Masih Dibiarkan ‘Menganga’

 jembatanSleman, – Setelah tiga bulan lebih ambrol, jembatan Saren yang menghubungkan Dusun Saren dengan Dusun Babadan Desa Wedomartani Kecamatan Ngaglik Sleman ini belum diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman sempat menjanjikan akan memperbaiki setelah Idul Fitri kemarin, namun hingga kini lubang berdiameter 1 meter itu dibiarkan menganga begitu saja.

Menurut penuturan warga sekitar, Subur (52), jembatan Saren yang dibuat pada 1978 itu konstruksinya belum menggunakan besi dan hanya memakai semen, pasir dan batu merah saja. “Karena jembatan Saren tergolong sudah tua, maka kini tidak kuat lagi menahan beban truk muatan pasir yang setiap hari lewat jembatan ini,” kata Subur.

Untuk sementara, jembatan yang ambrol di satu sisi itu hanya ditutup dengan papan besi dari PU. Sedangkan satu jalurnya masih digunakan untuk lalu-lalang semua kendaraan termasuk truk muatan pasir. Karena itu, keretakan terus bertambah di seluruh sisi jembatan. Dikawatirkan, jika dibiarkan begitu saja maka jembatan Saren dapat putus.

“Meski sudah ada rambu-rambu pengalihan arus, tapi truk pasir yang kelebihan muatan ini masih nekat melintasi jembatan. Ditambah lagi janji perbaikan dari dinas terkait juga tak kunjung dimulai. Kalau kami dari warga tentu menginginkan jembatan Saren ini segera diperbaiki, jika tidak tentu akan berbahaya bagi pengguna jalan,” jelas Subur.