Situs Candi Palgading Berada Dikomplek Pemukiman

1410 SLEMAN SITUS CANDI PALGADINGSleman – Di Kabupaten Sleman, diperkirakan masih terdapat candi peninggalan era Mataram kuno yang hingga kini tertimbun di dalam tanah. Salah satu candi yang belum lama terkuak adalah situs Candi Palgading, sebuah kompleks candi yang berada di Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Didampingi Sri Muryantini, Staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja, rombongan wartawan Sleman bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM dan Kabag Humas Dra Endah SW melihat dari dekat situs Candi Palgading dan di lokasi tersebut masih terlihat banyak tersebar bebatuan candi di sana-sini yang masih dicoba disusun.

“Hanya bagian kaki candi saja yang tersingkap dan masih utuh. Belum bisa diperkirakan, bagaimana bentuk asli bagian atas candi tersebut,” kata Sri Muryantini.

Dikatakan juga bahwa memang belum terlalu banyak masyarakat yang tahu mengenai candi ini, adahal Candi Palgading lebih luas, dan diperkirakan lebih megah dari candi yang lalu diberi nama Pustakasala itu.

Sebelumnya tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jogja diawal penemuannya telah melakukan ekskavasi di situs Candi Palgading dan sudah berhasil menyingkap tiga buah candi di kawasan itu. Candi di bagian utara berukuran 8,85 meter x 8,85 meter, candi di bagian tengah berukuran 8,6 meter x 6,35 meter, dan di bagian selatan berukuran 13,23 meter x 17 meter.

Di candi utara, terdapat tatanan batu candi dan batu umpak yang tengahnya membentuk lingkaran. Diperkirakan, umpak itu adalah pondasi tiang pendopo yang jadi tempat tinggal biksu waktu itu. Candi ini dipastikan merupakan Candi Buddhis beraliran Mahayana yang berasal dari abad ke 9-10 Masehi.

Hal itu tampak dari struktur bebatuan yang membentuk stupa berukuran kecil. Selain itu, pernah ditemukan arca Avalokiteshvara, makhluk suci simbol kasih sayang yang dalam tradisi Tionghoa disebut sebagai Kwan I’m (Guan Yin), dan berubah penggambarannya menjadi perempuan. Arca tersebut kini disimpan di kantor BP3 Jogja.

Candi ini tidak terlalu sulit dituju. Letaknya hanya sekitar dua kilometer dari Jalan Kaliurang. Pengunjung dapat menuju Kantor Kecamatan Ngaglik, Jalan Kaliurang km 9. Dari situ, ke utara sedikit, dan belok ke timur, masuk ke jalan aspal kecil menuju Dusun Palgading. Untuk mudahnya, arahkan kendaraan ke pemakaman desa atau masjid. Candi Palgading terletak di sebelah utaranya.




Disdikpora Intensifkan Komunikasi Antar Sekolah

Sleman – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman terus berupaya guna menanggulangi munculnya geng pelajar yang akhir – akhir ini kembali meresahkan warga. Sejumlah sekolah yang dinilai berpotensi juga lebih diitensifkan dalam hal pengawasan.

“Sudah ada pertemuan seluruh kepala sekolah SMA di SMAN 1 Godean baru – baru ini. Dalam pertemuan tersebut sudah disampaikan mengenai kasus yang terjadi akhir – akhir ini terkait dengan geng pelajar. Salah satunya untuk mengidentifikasi modus kenakalan mereka seperti apa,” kata Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono SH, Selasa (14/10).

Koordinasi juga dilakukan antar satuan pendidikan. Sedangkan bagi sekolah yang dinilai memiliki potensi terkait hal ini, Disdikpora telah melakukan komunikasi secara intens. Tujuannya guna mengetahui bagaimana stabilitas di sekolahan tersebut. Namun ketika ditanya apakah Disdikpora memiliki data sekolah mana saja yang dimaksud, Arif enggan menyebutkannya. “Saya ‘no comment’ soal hal tersebut,” ujarnya.

Terkait apakah ada sanksi bagi pelajar yang terbukti menjadi anggota aktif geng-geng tersebut, kewenangan penangan diberikan kepala sekolah. Sebab di masing-masing sekolah biasanya memiliki tata tertib sendiri. Apalagi hal ini lebih bersifat kasuistik, sehingga tidak bisa digeneralkan. Pendekatan dengan siswa yang diduga bergabung dengan geng pelajar juga terus diintesifkan, termasuk pada alumni juga.




Bupati Serahkan SK Kenaikan Pangkat PNS Sleman

Sleman – Bertempat di Lantai II Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman, dilaksanakan penyampaian SK Kenaikan Pangkat Golongan IV a – IV b Periode 1 Oktober 2014. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Kepala SKPD.

Dalam laporannya Kepala BKD Drs Iswoyo Hadiwarno mengatakan peyampaian SK Kenaikan pangakat golongan IVa – IVb periode 1 Oktober 2014, naik pangkat ke golongan IV a sebanyak 51 orang dan naik pangkat ke golongan IV b sebanyak 11 orang, yang terdiri dari kenaikan pangkat fungsional 49, kenaikan pangkat pilihan struktural 12 dan kenaikan pangkat reguler 1 orang dari berbagai jabatan diantaranya jabatan struktural 12 orang, guru 37 orang, penyuluh KB 4 orang, dokter gigi 3 orang, dokter 3 orang, auditor 2 orang dan Staf 1 orang.

Sri Purnomo dalam kesemptan tersebut mengucapakan selamat kepada seluruh PNS yang mendapatkan kenaikan Pangkat IVa – IVb, pemberian SK kenaikan pangkat dan jabatan ini merupakan bentuk penghargaan atas kinerja PNS yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diemban, serta mengajak seluruh aparat Pemkab Sleman untuk menunjukkan bahwa semakin tinggi prestasi, semakin tinggi golongan pangkat dan jabatan juga semakin tinggi profesionalisme yang harus ditunjukkan.

“Terlebih untuk golongan pangkat IVa – IVb tidak saja memperlihatkan senioritas waktu dalam menjalankan tugas sebagai PNS tetapi juga memperlihatkan senioritas dalam melaksanakan tugas penyelenggara pemerintahan,” kata Sri Purnomo.

Jangan sampai setelah menerima SK kenaikan pangkat dan jabatan ini, prestasi kerja, semangat dan kedisiplinan saudara justru menurun. “Saya berharap, pelayanan publik, kedepan harus lebih ditingkatkan lagi. Janganlah kita puas dengan apa yang telah kita raih. Terutama bagi para guru, dengan peningkatan kesejahteraan seiring dengan sertifikasi maka guru harus selalu meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kemampuan serta kompetensinya sebagai pendidik dan pengajar,” tutur Sri Purnomo.

Pengetahuan, wawasan yang luas serta kompetensi, kemampuan dan profesionalisme para guru merupakan syarat mutlak mewujudkan generasi yang berkualitas, berkarakter serta berbudi pekerti yang baik. Sri Purnomo juga mengajak PNS yang naik pangkat untuk memotivasi diri dan masyarakat untuk terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan pada masyarakat dan dalam membangun daerah.




Bupati Hadiri Refleksi dan Apresiasi Perlindungan Pengelolan LH

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menghadiri acara refleksi dan apresiasi perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidupm(LH) 2009 – 2014 di ruang Birawa, Hotel Bidakara Jakarta, Senin (13/10). Acara tersebut juga dihadiri Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri LH Balthazar Kambuaya, dan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH menyampaikan bahwa sesuai dengan amant konstitusi UUD’45 “setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat” oleh karena itu hal ini merupakan komitmen dan tanggug jawab bersama guna memastikan perwujudan amanat konstitusi ini maka dipastikan bahwa pembangunan harus pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment.

Menteri LH, juga menyerahkan penghargaan Asasta Buana kepemimpinan LH kepada Ani Yudhoyono, Ali Masykur Musa, Soekarwo, Tri Rismaharani, Karen Agustiawan, dan Erna Witoelar. Pemberian penghargaan kepemimpinan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia. Ibu Negara Ani Yudhoyono menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan oleh Kememtrian LH kepada dirinya merupakan sebuah motivasi untuk melanjutkan kegiatan dalam rangka pelestarian lingkungan.

Menurut Ani, apabila manusia aktif menjaga alam, termasuk menanam dan memelihara pohon maka alam pun akan menjaga manusia. Ani, telah menginisiasi kegiatan pelestarian lingkungan hidup ini pada tahun 2007 lewat gerakan perempuan tanam dan pelihara (GPTP) dan terus berlanjut. GPTP saat ini bersama 6 organisasi perempuan yaitu Aliansi perempuan untuk pembangunan berkelanjutan (APPB), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Wanita, Dharma Pertiwi, PKK dan Bhayangkari terus melakukan kegitan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Ani Yudhoyono juga, mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena pada kesempatan tersebut adalah pidato resmi ibu negara di depan publik yang terakhir, karena pada tanggal 20 Oktober 2014 akan dilantik Presiden dan tentunya Ibu negara yang baru.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, Selasa (14/10) menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementrian LH ini adalah kegiatan yang sangat positif, untuk membangkitkan motivasi bagi pemda untuk melaksanakan pembangunan yang pro-environment, para penerima penghargaan tersebut merupakan contoh kepemimpinan yang dapat dijadikan role model bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan yang pro-environment namun juga dapat memajukan kesejahteraan warganya.