Bupati Canangkan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan

1510 SLEMAN PKKKBSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mencanangkan kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehtan di Kabupaten Sleman tahun 2014. Acara dilaksanakan di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman dan dihadiri oleh Pengurus PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta Instansi Badan KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Instansi teknis lainnya, kemarin.Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Dra Hj Kustini Sri Purnomo menyampaikan kegiatan kesatuan gerak PKK KB Kesehatan mengambil tema dengan kesatuan gerak PKK KB Kesehatan kita tingkatkan peran PKK dalam pencapaian MDGs (Millenium Development Goal) Tahun 2015. Diikuti oleh 30 Pengurus PKK Kabupaten, 17 Pengurus PKK Kecamatan, 86 Pengurus PKK Desa, 25 Kepala Puskesmas, 17 PLKB dan 10 instansi terkait.

Sementara Sri Purnomo mengatakan pencanangan kesatuan gerak PKK KB Kesehatan hendaknya dijadikan momen untuk semakin menunjukkan bahwa anggota dan pengurus PKK dengan segala kegiatannya semakin solid dan dinamis serta memberi manfaat yang optimal pada masyarakat. Wujud kegiatan yang nyata dan bermanfaat optimal bagi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk membuktikan bahwa PKK benar-benar merupakan pemberdayaan keluarga.

Dikatakan Sri Purnomo bahwa Pemkab Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga masyarakat Sleman, melalui keterpaduan kebijakan dan pelaksanaan program di berbagai bidang. Dengan program yang terintegrasi dan sinergis diharapkan upaya-upaya di bidang KB, Kesehatan dan pemberdayaan perempuan dapat semakin meningkatkan capaian kesejahteraan masyarakat.




Menandai Hari Cuci Tangan PKK Sleman Adakan Bakti Sosial

Sleman – Menandai dan memperingati Hari Cuci Tangan pakai Sabun se Dunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan dan bakti sosial di TK Budi Utama Sinduadi Mlati dan SD Tinom Sidoarum Godean, Rabu (15/10).

Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan Sabun mandi di TK Budi Utama dan SD Tinom Godean yang dilanjutkan dengan cuci tangan pakai sabun secara massal oleh siswa di kedua sekolah tersebut.

Penyerahan bantuan sabun masing-masing sebanyak 10 batang disampaikan oleh Ny Octavianus dari TP PKK Kabupaten Sleman mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Sleman. Di TK Budi Utama bantuan sabun diterima Ketua Yayasan TK Budi Utama, sedang di SD Tinom diterima salah satu perwakilan guru.

Di kedua sekolah tersebut Ny Octavianus menyampaikan bahwa bantuan sabun yang tidak seberapa nilainya tersebut jangan dilihat harganya, tetapi makna dari pemberian tersebut sebagai partisipasi dan menandai peringatan Hari Cuci Tangan pakai sabun sedunia yang jatuh tanggal 15 Oktober.

Kepada siswa kedua sekolah tersebut Ny Octavianus berharap agar para siswa selalu cuci tangan setiap selesi melakukan kegiatan. Dengan cuci tangan sehabis melakukan kegiatan berarti anak-anak sudah menerapkaan pola hidup bersih dan sehat. Kalau anak-anak saja sudah melakukan pola hidup bersih dan sehat, maka orangtua akan malu kalau tidak melakukan hal serupa.***




Sleman Terima Penghargaan Cinta Karya Bangsa

Sleman – Kabupaten Sleman menerima penghargaan “Cinta Karya Bangsa” atau Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri ( P3DN) Berdasarkan keputusan Menteri Perindustrian no 511/M-IND/Kep/9/2014 tentang pemberian Anugerah Cinta Karya Bangsa Tahun 2014 bahwa Kabupaten Sleman memperoleh peringkat Pertama untuk Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penilaian “Anugerah Cinta Karya Bangsa” 2014 untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2013.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian Lantai 2 Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta 12950 oleh Menteri Perindustrian RI, Rabu (15/10). Penghargaan Cinta Karya Bangsa tersebut diterima oleh Bupati Sleman yang diwakili oleh Asisten Sekda I Bidang Pemerintahan Sunaryo SH MKn dan didampingi oleh Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman Dra Suci Iriani Sinuraya MSi MBA MM.

Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Dra Endah SW di Sleman, Rabu (15/10) terkait dengan penerimaan penghargaan tersebut. Menurut Endah, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam mengapresiasi P3DN yaitu 1. SK Bupati No. 236/ tentang tim Pelaksana P3DN- tertanggal 18 Juli 2013. 2. Produk Kebijakan lain ( Perda,Perbup, Kepbup, SE, dan lain-lain.)

Komitmen Pemkab Sleman untuk peningkatan penggunaan Produksi Dalam Negeri diwujudkan dengan dikeluarkannya berbagai produk kebijakkan yang mendorong eksistensi penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Sleman pada Khususnya. Selain itu juga dilakukan upaya dalam dalam agenda promosi daerah secara rutin pada awal Tahun, aktif dalam berbagai pameran baik pada skala lokal, Regional, Nasional dan Internasional, Fasilitasi sertifikasi Hak Kekayaan

Intelektual, Merek, Paten, Hak Cipta, dan Sertifikasi Indikasi Geografis, serta mengutamakan penggunaan Produk lokal pada pengadaan barang dan Jasa di Lingkungan Pemkab Sleman.

Berdasarkan hasil penilaian yang terdiri dari 4 indikator yaitu Komitmen, Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan dalam rangka Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam pengadaan barang atau jasa di instansi yang bersangkutan, maka diputuskan peringkat satu adalah Kabupaten Sleman. Peringkat kedua Kota Pekalongan dan peringkat tiga Kota Lubuk Linggau.




RAKORNIS : Peningkatan Kinerja Transportasi yang Berkualitas

IMG_9428Sleman – Kementerian Perhubungan gelar Rapat Koordinasi Teknis (RAKORNIS) Bidang Perhubungan Darat Seluruh Indonesia di Hotel Royal Ambarukmo, Jalan Laksda Adisucipto No. 81, Yogyakarta, Selasa (14/10). Rakornis dihadiri oleh Dinas Perhubungan baik dari tingkat kabupaten, kota, dan propinsi seluruh Indonesia. Rakornis Perhubungan Darat berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 14 – 16 Oktober.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah DI. Yogyakarta, Drs. Ichsanuri menyampaikan paparan tentang kondisi transportasi yang ada di yogyakarta, seperti terbatasnya pengembangan sarana dan prasarana karena wilayah yang tidak luas. Disampaikan pula kemacetan yang timbul merupakan problem yang sulit dicari solusinya. Hal ini tidak hanya terjadi Yogyakarta tetapi juga di kota – kota besar di Indonesia maupun di luar negeri.

Meskipun kemacetan di Kota Yogyakarta belum separah Jakarta, pertumbuhan kendaraan di Yogyakarta sudah melebihi daya tampung jalan raya, lokasi parkir, dan sarana transportasi pendukung lainnya. Sedikitnya terpantau unit perbulan untuk motor, belum termasuk kendaraan lain.

Selain itu, pembangunan pusat perdangangan baru yang dipaksakan di wilayah padat lalu lintas ikut memberikan kontribusi bagi kemacetan di Yogyakarta. Pembangunan pusat perdagangan tidak memperhatikan jarak efisien. Badan jalan digunakan sebagai lokasi parkir menambah parahnya kemacetan, akibatnya ruang pengguna lalu lintas berkurang.

Selain kemacetan, Ichsanuri juga menyampaikan problem pencemaran udara di Yogyakarta yang sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Sektor transportasi merupakan kontributor utama bagi pencemaran udara di Yogyakarta.

Kemacetan di Yogyakarta juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jaringan jalan lalu lintas dengan besarnya kendaraan yang ada, banyaknya mobilitas orang, barang, dan pariwisata,  kurangnya disiplinnya pengemudi, menurunnya kondisi fisik angkutan, permasalahan tarif dan rute, manajemen lalu lintas yang kurang baik, ketidakterpaduan pengelolaan sistem transportasi, dan pengembangan kota yang tidak diikuti struktur yang serasi.

Pembukaan Rakornis ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso. Dalam sambutannya, Suroyo Alimoeso berharap agar rakornis jangan menjadi ajang silaturahmi saja akan tetapi untuk membuka apa yang menjadi permasalahan 5 tahun yang lalu, serta membahas usulan sasaran apa saja yang ingin dicapai untuk 2015 – 2019.

Lebih lanjut Suroyo Alimoeso juga mengharapkan agar setiap Dinas Perhubungan Propinsi, Kota, dan Kabupaten melengkapi database angkutan umum dan angkutan barang berplat kuning sebelum akhir bulan Oktober 2014 ini.***