Sleman Optimistis Hadapi MEA 2015

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI optimis masyarakat Sleman mampu menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang. Meski demikian, Pemkab Sleman terus mendorong kepada petani dan pelaku usaha olahan bahan pangan agar terus meningkatkan kualitas produk. Masyarakat diharapkan semakin kreatif dan inovatif dalam mengolah dan mengemas hasil bumi Sleman.

“Pertanian masih jadi andalan utama. Potensinya sudah ada, tinggal bagaimana agar penyajian dan pemasarannya lebih menarik konsumen,” kata Sri Purnomo, kemarin.

Dijelaskan Sri Purnomo melalui intensifikasi dan diversifikasi pertanian, ketahanan pangan Sleman bisa dipertahankan, setidaknya hingga 20 tahun mendatang. “Tetapi, produk hasil pertanian juga harus dikembangkan. Pemerintah juga sudah berusaha memberikan berbagai pelatihan,” katannya.

Sri Purnomo mengapresiasi berbagai produk olahan bahan pangan, baik yang dijual maupun yang dilombakan hari itu. Kalau sudah bisa dipamerkan, harus ada kelanjutannya. Jangan hanya saat pameran saja jualannya.




Depok Akan Gelar Seni Budaya Sabang – Merauke

Sleman – Memahami keberagaman dan kompleksitas permasalahan sosial yang ada di wilayah Kecamatan Depok Sleman, maka lahir gagasan dari beberapa komunitas  seperti Perguruan Tinggi, Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemerintah Desa,da Keperintah Kecamatan Depok akan menggelar senibudaya Sabang – Merauke. Gelas seni yang melibatkan berbagai unsur tersebut akn dilksanakan hari Sabtu (18/10) di halaman Kantor Kecamatan Depok.

Demikian antara lain disampaikan Camat Depok, Drs Budiharjo kepada wartawan di Sleman, kemarin. Dikatakan Budiharjo, ide mengadakan kegiatan pentas seni ini berawal dari kepadatan penduduk yang cukup tinggiu di Depok dan salah satu indikatornya adalah banyaknya Perguruan Tinggi yag tumbuh kembang dengan pesat. Seiring dengan itu memberikan dampak pada lingkungan sosial kemasyarakatan yang kadng kala terjadi benturan karena perbedaan dan proses adaptasi kultural yang heterogen dari berbagai komunitas anak bangsa.

“Memahami keberagaman permasalahan sosial yang ada di Kecamatan Depok maka lahirlah gagasan ini dari beberapa komunitas,” kata Budiharjo yang didampingi panitia lainnya.

Tema dalam pentas seni tersebut adalah Merajut seni budaya membangun kehidupan harmoni bersama masyarakat Depok Sleman. Dan momen ini dipilih dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014. Dan tujuan kegiatan pentas seni ini adalah sebagai media silaturahmi sesama anak bangsa di wilayah Depok dengan harapan, jika sering terjadi komunikasi dan perjumpaan diharapkan dapat meminimalisir berbagai gesekan yang seharusnya tidak perlu terjadi.

“Disisi lain, mendorong orang muda untuk terus mencintai nilai – nilai seni budaya tradisi bangsanya,” kata Budiharjo. Seni yang akan ditampilkan antara lain paduan suara dari berbagai komunitas, tarian tradisional, jatilan dan lainnya.




Sampai Agustus 2014 Peserta KB Baru Capai 80 Persen

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan meskipun angka kematian bayi dan kematian ibu serta derajat kesehatan masyarakat sudah cukup baik namun masih diperlukan usaha keras untuk memberikan pemahaman bahwa kaum ibu, baik yang tergabung dalam PKK maupun ibu rumah tangga lainnya memiliki peran yang cukup dominan dalam peningkatan kualitas keluarga.

Untuk itu Sri Purnomo mengajak semua pihak untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat. Kesadaran masyarakat Sleman dalam melaksanakan program KB semakin tinggi.

“Berdasarkan pendataan bidang keluarga berencana pada tahun 2013 jumlah jiwa dalam setiap keluarga yaitu 3,3 jiwa. Jumlah jiwa dalam setiap keluarga tersebut memang menurun dari tahun 2012 yaitu 3,7 namun demikian, kita tidak boleh terlena dengan penurunan jumlah tersebut mengingat tantangan dalam mengendalikan jumlah penduduk di Sleman ini tidaklah ringan,” kata Sri Purnomo, kemarin.

Pada tahun 2014 ini hingga bulan Agustus, peserta KB baru mencapai 80%, dan pencapaian peserta KB aktif telah mencapai 100%. Keberhasilan pelaksanaan program KB di Sleman tersebut tidak terlepas dari peran para kader yang notabene merupakan kaum ibu/kaum perempuan. Sri Purnomo juga mengucapkan terimakasih atas peran serta semua pihak termasuk PPKBD (Petugas Penyuluh KB Desa) 86 desa dan sub PPKBD yang berjumlah yang telah aktif memotivasi masyarakat baik kaum wanita maupun kaum pria untuk ber-KB.