Semester I, PAD Sleman Rp 253,4 Miliar

2310 SLEMAN UNCENSleman – Untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada tahun 2014, APBD Kabupaten Sleman untuk belanja sebesar Rp 1,924 trilyun, dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 383 miliar. Sementara itu penerimaan PAD Kabupaten Sleman semester I tahun 2014 adalah sebesar Rp 253,4 miliar yang berasal dari pajak daerah dan retribusi lainnya.

“Dalam upaya peningkatan pendapatan daerah, Pemkab Sleman menempuh upaya melalui peningkatan efektivitas dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber penerimaan daerah dan dari sumber – sumber penerimaan lainnya yang sah terus dilakukan,” kata Asekda Bidang Administrasi Djoko Handoyo SH ketika menerima kunjungan studi Field Exposure dan studi literatur mahasiswa program doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Ekonomi pasca sarjana Universitas Cendrawasih (Uncen) di Ruang rapat Sekda B, Kamis (23/10).

Menurut Djoko salah satu konsekuensi dari pelaksanaan otonomi daerah adalah makin meningkatnya jumlah urusan yang harus dikelola Kabupaten Sleman. Hal tersebut tentu saja meningkatkan beban pembiayaan pembangunan. Di sisi lain tuntutan terhadap pemerintah untuk lebih transparan dalam mengelola sumber-sumber penerimaannya. Yang jelas lanjut Djoko, Kabupaten Sleman dipercayai sebagai salah satu kabupaten dari 98 intansi daerah dalam Program Reformasi Birokrasi yang telah dicanangkan oleh Wakil Presiden pada 28 Mei 2013 lalu.

Reformasi birokrasi diupayakan melalui 8 program reformasi birokrasi, yaitu manajemen perubahan, penataan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, penataantata laksana, penataan manajemen SDM aparatur, penguatan wawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam hal manajemen perubahan, Pemkab Sleman telah melaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas bagi seluruh pegawai dilingkungan  Pemkab Sleman.

Selain itu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang butuh penyelesaian dalam waktu yang cepat Pemkab Sleman juga menyelenggaraan Forum Akselerasi KinerjaPemerintah Daerah setiap hari Selasa, dan Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pimpinan yang dilaksanakan rutin setiap minggu untuk seluruh pejabat struktural, fungsional dan staf.

Sementara Prof Dr Drs Akbar Silo MS, Direktur PPS Uncen selaku ketua rombongan yang didampingi 6 Dosen, 3 staf Adminstrasi dan 16 Mahasiswa yang sebagian adalah Kepala Dinas di Provinsi Papua,  maupun Kepala Bidang, juga ada salah satu Bupati yaitu Bupati Kabupaten Peg Bintang (Wellington Wenda).

Pada kesempatan tersebut Akbar Silo menyampaikan bahwa kunjungannya di Kabupaten Sleman, untuk memfasilitasi mahasiswa agar mendapatkan pembelajaran empiris terkait kebijakaan yang mendorong inovasi layanan publik dibidang ekonomi, dan bertujuan untuk mempelajari pengalaman pemerintah daerah dalam mendorong kebijakan inovasi pelayanan publik yang prima dan berkualitaas guna menumbuhkan  mendorong daya saing daerah.

Disamping itu untuk mendorong kebijakaan pemberdayaan masyarakat yang memberikan insentif bagi tumbuhnya ekonomi daerah yang berdaya saing. Serta mengasah sensitifitas mahasiswa terhadaap persoalan – persoalaan kemasyarakatan  yang berorientasi pada tujuan pemecahan masalah yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan maasyarakat dalam konteks pengembangan ekonomi lokal.




Pemkab Tanggapi Penipuan Melalui Telepon dan SMS

Sleman – Sehubungan adanya upaya penipuan dengan mengatasnamakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman melalui telepon, sms, surat, maupun bentuk lain, Sekretaris Daerah atas nama Bupati Sleman mengeluarkan Surat Edaran no 350/02146 yang berisi tentang informasi kepada seluruh SKPD dan jajarannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Dra Endah SW di Sleman, Kamis (23/10). Menurut Endah isi surat tersebut antara lain menyebutkan bahwa Sekretaris daerah tidak pernah memberikan atau menjanjikan dana (bentuk lain) dan menghubungi atau menugaskan pegawai atau pihak lain untuk meminta sejumlah imbalan atau mentransfer dana terkait dengan opelaksanaan tugas dinas.

Untuk itu kepada semua pihak yang menjadi korban atau mengetahui adanya tintakan penipuan tersebut, agar tidak menanggapi dan atau melaporkan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Hubungan Masyarakat dengan nomor telepon 0274-868405 pesawat 1149 atau e-mail : prsleman @.




Hari Minggu 26 Oktober 2014 Gendruwo dan Ogoh-Ogoh Kirab di Jalan Pemkab Sleman

Sleman – Hari Minggu tanggal 26 Oktober 2014 mulai pukul WIB kawasan Jalan Pringgodiningrat Kompleks Pemkab Sleman bakal menjadi pusat perhatian bagi masyarakat dan wisatawan baik domestik maupun manca negara. Pasalnya ribuan peserta kirab budaya bakal menghibur pengunjung yang datang dari berbagai penjuru dalam acara Pelangi Budaya Bumi Merapi 2014. 

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Kamis (23/10). Dikatakan Ayu, kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman.

“Pada tahun ini dalam penyelenggaraannya bekerjasama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Sleman. Kali ini lebih dari 30 kelompok peserta bakal meramaikan kirab budaya dalam event,” kata Ayu.

Jalur kirab budaya sepanjang 3 km tersebut diawali dari kawasan Eks Pasar Sleman melintasi Jalan Magelang dan Jalan Pringgodiningrat serta berakhir di lapangan Pemkab Sleman. Peserta tersebut diantaranya meliputi komunitas “gendruwo” dan “ogoh-ogoh” dari Kecamatan Gamping, bregada prajurit tradisional (Bregada Pringgodiningrat, bregada Mangkubumen, bregada Kwagon, bregada Wirosuto, bregada Bathok Bolu, dan lainnya), desa wisata, komunitas sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, perguruan tinggi, museum, upacara adat, pelaku usaha pariwisata, hotel dan restoran yang menampilkan andong hias, gerobag hias dan mobil hias.

“Bahkan komunitas rias Sekar Sedah dan TNI AU Dirgantara Mandala juga akan meramaikan event ini dengan kekhasannya masing-masing,” tutur Ayu. Menurut Ayu, event tersebut dikemas dalam rangka untuk mengekspose dan menginternalisasikan potensi ragam budaya sekaligus untuk mempromosikan sektor pariwisata daerah.

Event ini dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat “Bumi Merapi” yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat.

Event Pelangi Budaya Bumi Merapi juga sekaligus dimaksudkan untuk memperingati Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober serta Hari Pariwisata Internasional tanggal 27 September.  Lebih lanjut diharapkan agar kemasan event seni budaya seperti halnya Pelangi Budaya Bumi Merapi ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara sehingga pada gilirannya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman.