Bupati Sleman Minta Peran Aktif Orangtua Siswa Atasi Klitih
Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan untuk menekan kenakalan remaja perlu adanya peran aktif orangtua. Pasalnya, kenakalan remaja cenderung terjadi di luar jam sekolah. Kendati demikian, bukan berarti pihak sekolah lepas tangan setelah jam belajar usai. Namun justru harus menggandeng orangtua siswa untuk melakukan pengawasan.
“Jangan sampai guru lepas tangan begitu saja, namun harus berkerja sama dengan orangtua untuk pemantauan. Komunikasi antara sekolah dan orangtua siswa harus terbangun baik,” kata Sri Purnomo di Sleman, Jumat (24/10).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH, mengatakan sebagai tindak lanjut, pihaknya langsung menginstruksikan kepada kepala SMP maupun SMA/SMK untuk membuat program pendampingan guru kepada siswa secara intensif. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi masuknya aksi klitih di kalangan pelajar.
“Untuk program ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab wakil kepala sekolah bidang kesiswaaan, guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas. Namun semua guru dilibatkan. Misalnya di sekolah itu, ada 500 siswa dan gurunya 50, maka setiap guru harus mendampingi 10 siswa,” kata dia.
Arif juga menerangkan selain program pendampingan tersebut, mulai tahun ajaran baru ini pihaknya mengeluarkan kebijakan berupa masuknya guru BK dalam pengajaran siswa langsung, terutama dalam mengembangkan bakat dan minat serta pendidikan karakter. Sehingga dengan program ini, akan ada interaksi antara siswa dan guru BK.
“Jika biasanya guru BK jarang sekali berinteraksi dengan siswa, kali ini coba didekatkan. Guru BK akan memetakan karakter siswa sekakigus minat dan bakatnya. Sehingga, pengajarannya dapat disesuaikan,” terangnya.
