Kirab Budaya Marak Dilaksanakan di Sleman

DSC_0021Sleman – Kirab budaya saat ini marak hampir di sejumlah tempat di Kabupaten Sleman, kirab yang merupakan budaya jawa tersebut memang harus dilestarikan. Generasi harus diberi pemahaman bahwa budaya jawa yang adiluhung tersebut perlu dilestarikan dan diuri-uri, jangan sampai bangsa lain(luar negeri) ingin belajar budaya jawa tersebut tetapi justru bangsa sendiri kurang peduli, itu yang harus dihindari.

Untuk pelestarian budaya Jawa tersebut termasuk Padepokan Sendang Kamulyan Karanglo, Argomulyo, Cangkringan mengadakan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi  pada Sabtu (25/10)  dengan menempuh perjalanan hampir 2 Km. Kirab budaya dimulai dari Padepokan Sendang Kamulyan Karanglo menuju Makam Kyai Bodriyo di Jaranan Argomulyo Cangkringan.

Dalam kirab budaya tersebut beberapa Bregodo akan mengiringi kirab tersebut, termasuk Bregodo gunungan yang berupa hasil puluwetu hasil pertanian dan uang yang akan diperebutkan di sekitar makam Kyai Bodriyo Jaranan. Tidak ketinggalan dalam kirab budaya tersebut juga dikirab pusaka Kyai Bodriyo. Dalam kirab budaya tersebut akan melibatkan beberapa Kuda dan Andong sebagai sarana kirab.

Sesepuh Padepokan Sendang Kamulyan, Handaru Rasuna Said pada yang memimpin langsung Kirab Budaya dan merti Dusun tersebut antara lain menyampaikan bahwa Kirab budaya tersebut sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa pada umatnya, disamping itu sebagai upaya pelestarian budaya yang adiluhung.

Lebih lanjut disampaikan bahwa rangkaian Kirab Budaya dan Merti Dusun tersebut sebelumnya telah dilangsungkan pagelaran wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Cermo Sugeng Handoko  dengan lakon Pisungsum Sendang Kamulyan dan siangnya Sabtu (25/10)  dilakukan kirab Budaya dan diakhiri dengan pentas kesenian Jathilan dari Kharisma Jati dari padukuhan Jaranan.

Disamping itu juga  ditampilkan kesenian Campursari, Dangdut dan kesenian Jatilan dari Klaten. Yang jelas kedepan acara serupa akan digelar lebih meriah lagi dengan melibatkan beberapa eleman dan kesenian yang ada di sekitar Cangkringan, disamping itu akan dikemas lebih apik, karena acara Kirab Budaya sudah menjadi agenda tahunan/rutin.

Sebelum kirab berlangsung  diadakan Pasar Malam selama seminggu, dengan panggung terbuka yang  diisi berbagai kesenian yang ada di Kabupaten Sleman.




Bupati Prihatin Kriminalitas Sudah Merambah Usia Anak Sekolah

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI  merasa prihatin dengan gejala tindak kriminalitas yang sudah merambah pada usia anak sekolah. Hal tersebut disampaikan Sri Purnomo usai pertemuan antara Bupati dan Kapolres Sleman dengan Seluruh Kepala Sekolah, Guru BK, dan Kapolsek se Kabupaten Sleman  di Aula DPKAD Kab Sleman, kemarin.

Selanjutnya Sri Purnomo juga mengintruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru BK (Bimbingan Konseling) untuk meningkatkan perhatiannya terhadap anak didik, bukan saja pada jam sekolah tetapi juga pada jam diluar sekolah. Kepala sekolah dan guru BK diminta untuk memperluas jaringan informasinya untuk dapat memantau anak didiknya terutama pada jam diluar sekolah.

“Dari informasi yang diperoleh tersebut guru segera mengkomunikasikan kepada orangtua anak didik,” kata Sri Purnomo.

Selain itu lanjutnya, para guru didalam melakukan pengawasan jangan terkecoh dengan keaktifan siswa didalam keorganisasian sekolah dan juga prestasi anak. Semua anak didik harus diawasi dan dipantau secara intensif.

Akar permasalahan dari kenakalan remaja masih terkait erat dengan peredaran minuman keras. Untuk itu Sri Purnomo juga meminta semua pihak pada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif melakukan pengawasan terhadap perdagangan minuman keras secara proporsional.

“Jika ditemukan perdagangan minuman keras, masyarakat diminta untuk segera melapor pada SatPol PP Sleman untuk segera dilakukan penertiban,” tambah Sri Purnomo.

Sementara Kapolres Sleman Ikhsan Amin dalam pertemuan tersebut juga menegaskan, bahwa setiap anak yang telah memiliki catatan di Kepolisian akan terecord dan menjadi pertimbangan untuk memberikan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi si anak.

Kapolres juga menekankan kepada jajaran Kapolsek dan kepala sekolah untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi untuk mengantisipasi kenakalan remaja yng menjurus pada kriminalitas.




Masyarakat Sleman Harus Tanggap Bencana

DSC_2414Sleman – Berkaca dari pengalaman bencana yang terjadi di tahun – tahun kemaren, semua elemen masyarakat di Kabupaten Sleman mengerti dan memahami bagaimana menanggulangi bencana dan menjadi tangguh dalam mitigasi dan penanganan bencana.

Selain bencana gempa bumi dan erupsi gunung Merapi yang masih mengancam, Sleman sebagai daerah rawan bencana juga harus mewaspadai ancaman bencana yang tanah longsor, dan banjir lahar dingin  yang terjadi di musim penghujan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika menghadiri  Apel Siaga Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Halaman Kecamatan Pakem, kemarin.

Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa sesuai dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Paradigma penanggulangan bencana, tidak lagi di titik beratkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, yang menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat.

Sri Purnomo juga berharap melalui apel siaga musim penghujan ini upaya mitigasi bencana harus dioptimalkan bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik dilakukan seperti halnya simulasi bencana. “Untuk merubah paradigma penanggulangan bencana yang hanya berorientasi pada penanggulangan kedaruratan bencana, perlu juga berorientasi pada mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang terkonsentrasi pada pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Di sinilah peran PMI diperlukan,” kata Sri Purnomo. Menurut Sri Purnomon kKberadaan PMI menjadi tulang punggung dalam penanggulangan bencana, oleh sebab itu kesiapsiagaan anggota PMI perlu dilakukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana.

Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana, Kabupaten Sleman sangat membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat termasuk PMI dalam menentukan keberhasilan dan bahkan kegagalan dari suatu operasi penyelamatan (search and rescue), pengerahan bantuan penanganan serta penanggulangan terhadap kejadian musibah/bencana.

Pada kesempatan tersebut bupati menghimbau kepada keluarga besar PMI serta masyarakat dengan Apel Siaga PMI ini, Sleman dapat lebih optimal untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah mewujudkan community preparedness atau kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di musim penghujan ini.

Apel diikuti beberapa unsur seperti PMI Sleman, Relawan Tril, juga dari Polres Sleman dan beberapa kumunitas relawan. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula bantuan berupa gergaji mesin/senso, jas hujan, sepatu but, dan helm oleh Bupati Sleman dan secara simbolis diterimaa PMI dan Relawan.




Bupati Buka Jambore PIK R

Sleman – Pemahaman generasi muda dan remaja terhadap kesehatan reproduksi harus dimulai dengan penanaman nilai-nilai positif pada remaja. LPembentukan kembali pola pikir sebagian remaja yang telah keliru juga menjadi bagian penting dari upaya kita. Banyak dari remaja kita yang tidak tahu harus mencari informasi ke mana berkaitan dengan reproduksi,” kata  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika membuka Jambore Pusat Informssi dan Konseling Remaja (PIK R) dan pengukuhan pengurus Forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja Periode tahun 2014-2017 di Desa Wisata Kelor Turi, Minggu (26/10).

Menurut Sri Purnomo  pengenalan kesehatan reproduksi pada remaja menjadi bekal penting generasi penerus tersebut untuk mengarungi masa depannya. Pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang meluap-luap harus didampingi dengan bekal pengetahuan yang cukup. Hal ini dikarenakan keinginan mencoba-coba olel remaja tidak berlandaskan informasi yang tepat.

“Hal inilah yang menyebabkan pacaran yang kebablasan hingga kehamilan di luar nikah menjadi akibat yang banyak terjadi di masyarakat. Bahkan, hal tersebut akhir-akhir menjadi peristiwa yang biasa terjadi,” kata Sri Purnomo.

Oleh karenanya orangtua perlu memberikan pengetahuan pada anak-anak mereka sejak dini, khususnya saat usia remaja karena selama ini pengetahuan mengenai reproduksi di kalangan remaja masih rendah. Banyak hal yang menyebabkannya, diantaranya yaitu remaja tidak tahu harus bertanya pada siapa dan di mana tentang kesehatan produksi. Akses pada informasi yang baik dan benar tentang kesehatan reproduksi juga sangat terbatas.

Disinilah peran guru, orangtua, teman sebaya, PIK, dan media massa diperlukan kehadirannya. Selain itu komunikasi efektif antara orangtua dan remaja tentang kesehatan produksi juga harus diimplementasikan sehingga orangtua juga dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai kesehatan produksi.

Orangtua juga harus mendampingi saat anak-anaknya mengakses informasi melalui berbagai informasi di media. Banyak informasi di media yang menyesatkan, menyebabkan kehidupan seksualitas remaja tak sehat dan tak bertanggung jawab. “Ini merupakan tugas kita semua untuk memberi proses pemahaman tersebut kepada remaja kita,” tambah Sri Purnomo.

Artinya bahwa hal ini bukan hanya tugas pemerintah yang mengurusi Keluarga Berencana, tetapi juga orang tua, tokoh agama, guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu dengan  aktifnya Pengurus PIK  R yang giat menyelenggarakan kegiatan diharapkan mampu memberikan informasi yang benar kepada para remaja dan tanggung-jawab melakukan pembentukan kembali mindset remaja kita yang salah.

Untuk itu dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh kader PIK R dan para peserta  semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam upaya pembangunan generasi muda yang sehat.

Hanya dengan semangat dan kerelaan untuk bekerja keras maka, peran penting PIK R dalam mendukung terciptanya keluarga sejahtera di masa datang akan terwujud.***