Sleman Expo 2014 Murni Diselenggarakan Pihak Swasta

Sleman – Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman dalam waktu 2 minggu terakhir ini banyak dihubungi masyarakat umum ataupun lembaga keuangan maupun swasta, baik melalui telepon, sms ataupun datang langsung ke Kagian Humas terkait penyelenggaraan Sleman Expo 2014 di Lapangan Denggung Tridadi Sleman yang menurut informasiakan diselenggarakan akhir bulan Oktober 2014 sampai dengan awal bulan Desember 2014 mendatang.

Kabag Humas Slemanb, Dra Endah SW kepada wartawan di Sleman, Senin (27/10) menjelaskan bahwa, peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pada penyelenggaraan Sleman Expo 2014 yang diselenggarakan oleh event organiser sebatas memberikan izin sewa sesuai dengan peraturan yang berlaku kepada pihak EO untuk penyelenggaraan event tersebut.

Lebih lanjut Endah menjelaskan bahwa Pemkab Sleman hanya menyelenggarakan event pameran di lapangan Denggung satu kali dalam setahun, dengan bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) sebagai penyelenggara pameran. Event pameran yang diselenggarakan adalah Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakan Hari Jadi Kabupaten Sleman pada akhir bulan April sampai dengan awal bulan Mei 2014.

Terkait dengan event Sleman Expo 2014 yang diselenggarakan oleh pihak EO, pada prinsipnya Pemkab Sleman memberikan apresiasi atas upaya-upaya semua pihak yang memberikan ruang kepada UKM dan swasta untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Walaupun demikian, Endah  menganggap perlu meluruskan persepsi masyarakat tentang penyelenggara Sleman Expo 2014, agar masyarakat tidak mempersepsikan Pemkab Sleman sebagai penyelenggara Sleman Expo 2014.




Bupati Minta Kaji Kemanfaatan Siswa Bawa HP

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman dan pihak sekolah di Sleman untuk mengkaji kemanfaatan siswa membawa telepon seluler atau HP yang saat ini rata-rata sudah menggunakan tenologi canggih yang disebut dengan gadget. Karena perangkat teknologi canggih tersebut dinilai berpotensi besar untuk disalahgunakan siswa.

“Penggunaan gadget oleh siswa harus dipantau dan bahkan siswa perlu diedukasi untuk menggunakan gadget secara sehat dan bertanggungjawab,” kata Sri Purnomo di Sleman, Senin (27/10).

Disisi lain Sri Purnomo juga menyoroti maraknya vandalisme yang sudah merambah anak-anak usia sekolah dan juga dirasakan sudah meresahkan masyarakat sehingga sudah urgent untuk ditangani. Untuk itu Sri Purnomo mengintruksikan kepada pihak sekolah di wilayah Kabupaten Sleman untuk menggerakkan siswanya mulai SMP kelas 2 sampai dengan SMA untuk membersihkan corat-coret di sekitar sekolahnya dan jalur-jalur yang biasa dilewati anak tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, Sri Purnomo juga meminta kepada pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli.