Puncak Hari Koperasi DIY Akan Dilaksanakan di Sleman 50 Koperasi dan UMKM Siap Ikuti Pameran Potensi Hari Koperasi

3110 SLEMAN HASI KOPERASISleman – Sebanyak 50 koperasi dan UMKM di DIY siap mengikuti pameran potensi dan bazar dalam rangka puncak Hari Koperasi ke 67 tingkat DIY di Kabupaten Sleman, Selasa tanggal 4 November 2014 mendatang. Dari 50 peserta tersebut 8 koperasi/UMKM dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Gunungkudul, Kulonprogo. Dan sisanya koperasi/UMKM dari Kabupaten Sleman. Produk yang dipamerkan antara lain kerajinan, fashion, kuliner, batik dan lainnya.

“Puncak Hari Koperasi DIY akan dilaksanakan di Lapangan Pemkab Sleman dengan Inspektur upacara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan dilanjutkan pembukaan pameran potensi di halaman kantor Koperasi Sleman. Pameran akan berlangsung selama 2 hari tanggal 4 – 5 November 2014,” kata Ketua Dekopinwil DIY, Ir Sahbenol Hasibuan kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Jumay (31/10).

Sahbenol yang didampingi Ketua Peringatan Hari Koperasi, Joko Dwiyanto dan Kabid Koperasi Sleman, Teguh Budianto mengatakan tema yang dipilih dalam puncak peringatan Hari Koperasi adalah “Koperasi Indonesia menjadi ekonomi global”. Menurut Sahbenol dalam perkembangannya koperasi di Indonesia mampu menjadi wadah ekonomi kekeluargaan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dan ini telah dibuktikan dengan adanya pengakuan bahwa bulan November adalah menjadi tahun koperasi Nasional.

Ditambahkan Sahbenol bahwa kuatnya koperasi tergantung pada banyaknya anggota karena itu pada masyarakat yang ingin membuat koperasi baru lebih baik bergabung dengan koperasi yang sudah maju sehingga justru akan semakin besar koperasinya.

“Kalau ingin bergabung menjadi anggota koperasi selain memilih koperasi yang sudah maju, sebaiknya juga melihat lebih dulu ADARTnya serta para pengelolalnya sebab personil pengelola koperasi juga menentukan maju mundurnya koperasi,” kata Sahbenol.

Diakui Sahbenol untuk tingkat DIY ada 3 koperasi yang dinilai berkasus yaitu di Kota Yogyakarta, Bantul dan Kulonprogo. Dan saat ini masih dalam tahap mediasi belum sampai ke ranah hukum.




Sleman Beri Perhatian Lebih Kesehatan Kaum Ibu

Sleman– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memberikan perhatian lebih pada kesehatan kaum ibu, karena mereka merupakan indikator derajat kesehatan. 

“Kaum ibu adalah salah satu sasaran program peningkatan kesehatan karena kaum ibu menjadi indikator derajat kesehatan,” kata Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd, kemarin. Menurut Suyamsih, seorang ibu memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas kesehatan keluarganya terutama kesehatan generasi yang dilahirkannya.

“Jika seorang ibu sehat, terpenuhi asupan gizinya, dan memiliki pengetahuan yang cukup dalam pengasuhan anak dan kesehatan maka diharapkan akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas pula,” kata Suyamsih.

Suyamsih  menambahkan, kaum ibu juga memiliki peran yang dominan dalam hal mendidik para generasinya. Seorang anak dapat tumbuh dan berprestasi dengan bantuan orang tuanya khususnya kaum ibu yang kesehariannya adalah orang terdekat melalui peran dan motivasinya.

Menurut Suyamsih salah satu layanan konseling psikologi adalah konsultasi psikolog klinis yang mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada calon pengantin, ibu hamil, balita, dan lainnya. “Selain itu bagi ibu hamil, Pemkab Sleman memberikan bantuan susu dan vitamin untuk kesehatan kehamilan,” katanya.

Monitoring kesehatan masyarakat juga dilakukan pada institusi terkecil di masyarakat yaitu melalui dasawisma. Apalagi di Sleman terdapat posyandu, 26 rumah sakit, lima rumah bersalin serta didukung 580 bidan praktek.

Selain rumah sakit, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sleman juga diberikan oleh 11 polindes yang ada di 11 desa yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.