Koperasi Diharapkan Berperan Dalam Memberdayakan Tata Ekonomi Daerah

IMG_2624Sleman – Koperasi diharapkan berperan nyata dalam mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi daerah, yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi, dalam rangka mewujutkan masyarakat sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut maka keseluruhan kegiatan koperasi harus diselenggarakan berdasarkan  pada nilai dasar yang terkandung dalam Undang-undang dasar RI tahun 1945 serta nilai dan prinsip koperasi. 

Hal tersebut disampaikaan Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI saat Upacara Hari Koperasi ke 67 di lapangan Pemkab Sleman, Selasa (4/11).  Lebih lanjut disampaikan bahwa data koperasi selama lima tahun terakir baik dari aspek jumlah koperasi aktif maupun volume usaha , menunjukkan bahwa jumlah koperasi aktif di DIY mencapai rasio 79,74 % dari total koperasi di DIY. Pada tahun 2013 jumlah total keseluruhan koperasi di DIY ada sejumlah koperasi dengan koperasi aktif sebanyak , koperasi pasif sebanyak 499 koperasi dan koperasi beku sebanyak 58 koperasi.

Sementaraa itu dilihat dari volume usaha,  terlihat adanya pertumbuhan volume usaha dalam kurun lima tahun terakir. Pada tahun 2013 pertumbuhan volume usaha seluruh koperasi di DIY sebesar 0,7% dari Rp. M menjadi Rp. M. Disampaikan pula bahwa program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas koperasi, seperti misalnya melalui kegiatan Diklat, pendampingan, pembinaan, pengawasan serta pemeringkatan.

Sementara untuk menghadapi perkembangan tata ekonomi nasional dan global yang semakin dinamis dan penuh tantangan saat ini. Seperti adanya ASEAN  Economic Community (AEC) pasar terbuka di kawasan ASEAN pada tahun 2015 yang akan berdampak pula pada daerah.  Karena mobilitas arus barang, jasa, investasi, modal daan tenaga kerja akan bergerak bebas.  Maka Gubernur minta agar menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi AEC 2015, termasuk juga lembaga koperasi.

Gubernur juga menyampaikan  bahwa segala kegiatan usaha koperasi harus dikelola secara profesional, dalam arti adanya kemampuan dan tanggung jawab, efisiensi dan efektivitas yang dapat menjamin terwujudnya nilai tambah yang optimal bagi koperasi, serta tunduk kepada hukum ekonomi dan koperasi. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan piagam dan hadiah oleh Bupati Sleman, untuk beberapa kejuaraan yang berkaitan dengan hari koperasi yaitu Koperasi Berprestasi dan Tangkas Trampil Perkoperasian Tingkat Sekolah. Untuk Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat DIY Tahun 2014 jenis Koperasi Simpan Pinjam, Juara I diraih KSP Kartini, juara II KJPKS BMT “Amal Rizki”, Juara III KOPSYAH BMT Bangun Rakyat Sejahtera, juara IV KSP BMT Dana Insani, untuk jenis Koperasi Konsumen juara I Koperasi Karyawan UPN Veteran, Juara II Koperasi Pelita, Juara III Primer Kperasi Kartika , Juara IV KPRI “Tegap”.

Untuk Koperasi Produsen Juara I KUD Tani Makmur, Juara II KUD Seyegan, Juara III KP 3Y, Juara IV KSU “Bina Ria”. Untuk Koperasi Jasa Juara I Primkopau II, Juara II KUD Sido Tentrem, Koperasi Angkutan Wisata “Pandawa” dan Juara IV Koperasi “ASPADA”. Untuk Lomba Tangkas Trampil Perkoperasian Tingkat Sekolah pada tingkat SMP Juara I diraih oleh SMPN 2 Bantul, Juara II SMPN 10 Kota Yogyakarta, Juara III SMPN 1 Wonosari, Juara IV SMPN 2 Sentolo dan Juara V SMPN 3 Sleman. Untuk tingkat SMA Juara I diraih SMKN 1 Bantul, Juara II SMAN 1 Wonosari, Juara III SMK Koperasi Kota Yogyakarta, dan Juara IV SMK Maarif I Temon. Untuk Tingkat Perguruan Tinggi Juara I diraih KOPMA UGM, Juara II KOPMA UTY, Juara III KOPMA IKIP PGRI, dan Juara IV KOPMA UPY.

Upacara diikuti oleh SKPD terkait dan sejumlah koperasi yang ada di DIY. Setelah upacara, rangkaian peringatan Hari Koperasi dilanjutkan dengan pameran Hari Koperasi Tingkat DIY yang berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari Selasa dan Rabu tanggal 4 dan 5 November 2014 di halaman Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman. Pameran tersebut dibuka oleh Bupati Sleman  Sri Purnomo dan pameran diikuti oleh 50 UKM dan Koperasi di wilayah DIY dan menampilkan produk-produk makanan, kerajinan, batik, pakaian, dan lainnya.




Serapan Tenaga Kerja di Sleman Lebih Banyak Lulusan SMA/SMK

Sleman – Serapan tenaga kerja, khususnya lulusan S1 di Kabupaten Sleman lebih rendah dibanding serapan tenaga kerja lulusan sekolah menengah, terutama SMA/SMK sederajat. “Mayoritas lapangan pekerjaan membutuhkan para pekerja teknis yang banyak didapatkan dari lulusan SMA,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman, Drs Untoro Budiharjo dikantornya, Selasa (4/11).

Menurut Untoro lulusan sarjana lebih banyak terserap di bagian manajemen. “Namun, kebutuhannya tidak seimbang dengan jumlah lulusan sarjana. Apalagi, tidak banyak perusahaan di sini karena Sleman bukan wilayah industri,” kata Untoro. Terkait terbatasnya jumlah perusahaan di Sleman, Untoro mengaku telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan di luar daerah. “Kami berharap, serapan tenaga kerja lulusan sarjana bisa semakin tinggi,” ujarnya.

Perusahaan di wilayah industri menjadi sasaran kerja sama yang dijalin oleh Disnakersos Sleman. “Misalnya saja perusahaan di Batam yang memang merupakan wilayah industri. Cukup banyak pencari kerja yang ke sana untuk mencari penghasilan,” tutur Untoro. Untoro melanjutkan, bursa kerja online juga menjadi langkah yang diandalkan Disnakersos Sleman untuk mengatasi angka pengangguran. Kegiatan jobfair pun digelar untuk memasilitasi para pencari kerja.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakersos Sleman, Sutiasih menambahkan, pencari kerja dari kalangan lulusan S2 juga cenderung mengalami peningkatan. “Pada 2011 ada 31 orang, 2012 ada 162 orang, sementara pada 2013 menjadi 156 orang,” paparnya.




Pemcam Mlati Sambut Baik Cetak Mandiri e-KTP

Sleman – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Mlati Kabupaten Sleman menyambut baik cetak mandiri e-KTP nanti bisa dilakukan di kantor kecamatan. Hanya saja, sampai saat ini belum ada kejelasan dari Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman maupun pusat kapan untuk pelaksanaannya. “Untuk saat ini, kami masih menunggu kapan pelaksanaannya.

Sebab semua kebijakan ada di Disdukcapil Sleman. Jika nanti sudah diserahkan di kecamatan tentu kami siap,” kata Camat Mlati Anggoro Aji Sunaryono SH di kantornya, Selasa (4/11). Meski demikian, pihaknya juga masih menunggu peralatan petunjuk teknis serta personil yang akan membimbing bagaimana pengoperasian peralatan terbaru tersebut. “Jika peralatan dan jaringan sudah siap, maka e-KTP kedepan bisa dicetak di kantor kecamatan. Sekarang yang sudah sampai di kecamatan baru mesin printer dan UPS saja,” jelasnya.

Anggoro menambahkan, setiap hari di kantor Kecamatan Mlati masih melayani perekaman e-KTP bagi warga Mlati. Rata-rata ada 1-5 orang setiap harinya. Sementara untuk e-KTP yang sudah jadi biasanya langsung diserahkan ke kantor kelurahan.

Kepala Disdukcapil Sleman Supardi SH menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu proses penyempurnaan dari pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri. “Sampai saat ini kami masih menunggu penyempurnaan aplikasi dari pusat. Setelah siap, maka cetak e-KTP akan dilakukan di kantor Disdukcapil. Baru kemudian di tiap kecamatan,” tandasnya.***




Ini Penyebab Tanah di Berbah Mengeluarkan Asap Panas

Sleman – Munculnya asap panas dari dalam gundukan di Dusun Kranggan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Minggu (2/11) malam lalu ternyata berasal dari sisa batubara yang belum terbakar sempurna. Pemilik lahan, Ja’far Shodiq (40) warga setempat mengatakan gundukan material tersebut merupakan abu sisa pembakaran batubara dari salah satu pabrik di Bantul. Sejatinya, material sisa pembakaran itu akan dimanfaatkan sebagai bahan baku batako oleh warga namun belum terealisasi.

“Timbunan material ini sudah ada sejak 2010 dan tidak terjadi apa-apa selama ini. Saya juga kaget kenapa bisa muncul asap panas seperti itu,” kata Ja’far, kemaerin.

Menurutnya, total ada 150 rit material yang tertumpuk dilahannya. Saat membeli material itu, tidak ada yang aneh dari material tersebut. Wujudnya pun seperti abu sisa pembakaran pada umumnya. “Waktu dibeli ya sudah jadi abu dan tidak panas. Tidak ada yang aneh. Saat ini memang belum digarap jadi batako karena belum ada tenaganya,” ungkap Ja’far.

Sedang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito mengatakan dari hasil analisis sementara di lapangan, kejadian tersebut bukan merupakan fenomena alam. Hal ini terlihat dari material gundukan yang menjadi titik munculnya asap panas merupakan abu sisa pembakaran batubara.

“Kemungkinan karena ada material batubara yang belum terbakar sempurna dan setelah sekian lama terkena panas matahari hingga berubah menjadi sekam,” kata Julisetiono. Kendati demikian, pihaknya masih akan menunggu hasil penelitian lebih lanjut. “Masih menunggu penelitian kandungannya. Kami harap masyarakat tidak panik karena sudah tertangani,” tukasnya.




Pemkab Sleman Kembali Serahkan Bantuan Aspal Tahan II

0411 SLEMAN PENYERAHAN NPHDSleman – Penyerahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) hibah barang berupa aspal merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman. Pembangunan di Sleman merupakan hasil kerjasama antara Pemkab, masyarakat dan swasta. Pemerintah hanya memberikan motivasi dan stimulan agar keberlangsungan pembangunan di pedesaan tetap berjalan baik.

Dan ternyata hanya dengan bantuan stimulan yang lebih kecil daripada swadaya masyarakat, pembangunan di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Demikian antara lain disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika menyerahkan bantuan Aspal kepada Masyarakat di lantai III Pemkab Sleman, Selasa (4/11).

Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa Pemkab Sleman selalu berupaya meningkatkan pengadaan aspal agar mampu memberi bantuan pada masyarakat lebih banyak lagi, tetapi semua tergantung kemampuan keuangan yang ada. Realisasi pemberian bantuan inipun dilakukan secara bertahap. “Yang jelas bantuan aspal ini diberikan dengan berbagai pertimbangan kemampuan dan permintaan masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Kalaupun belum semua permohonan masyarakat dapat dipenuhi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana dari pemerintah. Pemerintah tidak mampu untuk membangun semua jalan yang ada di Kabupaten Sleman, untuk itu masyarakat memiliki peran serta yang besar. Karena bantuan pemerintah hanya bersifat stimulan untuk menggali swadaya masyarakat.

Pada tahun 2014 ini, Pemkab Sleman mengalokasikan NPHD hibah barang berupa aspal di 150 lokasi dengan total aspal sebanyak 2320 drum. Sedangkan pada tahap kedua ini diserahkan bantuan stimulan aspal sebanyak 992 drum untuk 74 lokasi di 15 kecamatan. “Perlu saya informasikan juga bahwa nantinya bantuan aspal ini harus diambil sendiri oleh panitia yang bersangkutan, pihak Dinas PUP tidak mengantarkan bantuan aspal tersebut dan juga tidak dipungut biaya,” tutur Sri Purnomo.

Setelah NPHD berupa aspal ini diterima, Sri Purnomo minta agar segera dilaksanakan proses pembangunannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga harus menjaga dan memelihara sarana jalan yang telah dibangun. Apabila ada kerusakan yang ditemui, sekecil apapun hendaknya segera diperbaiki, jangan sampai kerusakan yang terjadi dibiarkan saja menjadi semakin parah.

Perlu saya sampikan bahwa tidak semua sarana jalan di Kabupaten Sleman, pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemkab Sleman. Pemkab Sleman hanya bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan-jalan yang termasuk Jalan Kabupaten. Sedangkan jalan dusun atau lingkungan, menjadi tanggungjawab warga dusun yang bersangkutan. Bantuan Aspal tersebut secara simbolis disampaikan bupati sleman kepada perwakilan masing-masing kecamatan.

Hadir pada kesempataan tersebut Kepala Dinas PUP Kabupaten Sleman Ir H Nurbandi, Kepala Bagian Adminsitrasi Pembangunan Drs Agung Armawanta.