KLH Sleman Tunggu Hasil Laboratorium
Sleman – Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Sleman belum dapat memastikan kandungan apa yang terdapat dalam tumpukan material yang mengeluarkan asap di Dusun Kranggan Baru Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman. Uji laboratorium masih dilakukan dan hasilnya baru bisa diketahui dua pekan kedepan.
Kepala KLH Sleman, Dra Ephipana Kristiyanti mengatakan hal tersebut kepada wartawan dikantornya, kemarin. Menurut Ephipana koordinasi tengah dilakukan, antara KLH Sleman, BLH Jogja, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Jogja dan pemerintah desa setempat. Pihaknya juga akan mengecek sumur milik warga untuk memastikan kondisi air seperti apa.
“Akan kita pastikan apakah setelah kejadian ini airnya tercemar atau tidak. Ini kita lakukan agar masyarakat tidak khawatir dengan adanya kejadian ini,” katanya.
Ephipana mengungkapkan, jika sisa pembakaran batu bara dalam tumpukan tersebut masuk dalam kategori B3 yang mengadung ‘button ash’ atau ‘fly ash’ jelas berbahaya karena sangat mudah terbakar. Namun kalau hanya sisa ‘blotong’ biasa, maka aman-aman saja.
“Blotong merupakan sisa pembakaran bahan baku pembuat gula. Sedangkan B3 merupakan sisa dari pembuatan sipiritus sehingga sangat berbahaya. Sekarang yang harus kita tahu kenapa tumpukannya bisa ada disini. Termasuk kita akan mencari informasi ke Pabrik Gula Madukismo. Sebab informasi yang kita terima, materialnya didapat dari Madukismo,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ephipana berpesan kepada masyarakat agar hati-hati ketika meminta tanah urug. Harus dipastikan terlebih dahulu dari mana asal serta tumpukannya apa saja. Aman atau tidak. Kalau murni pasir pasti aman.***