Desa Condongcatur Wakili Sleman Lomba Kesatuan Gerak PKK Provinsi

Sleman– Desa Condongcatur Kecamatan Depok untuk tahun 2014 mewakili Kabupaten Sleman  maju ke tingkat Provinsi dalam lombakesatuan gerak PKK, KB Kesehatan yang evaluasinya dilakukan di pendopo Desa Condongcatur Depok, Rabu (26/11). 

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain  Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sri Murni Rahayu SH MM, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman  Hj Kustini Sri Purnomo, Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan  dr Nurulhayah MKes, Kepala Dinas Kesehatan dr Mafilindati Nuraini MKes, Camat Depok Drs Budiharjo.

Sedangkan tim evaluasi tingkat DIY dipimpin drg Retno Nurmawati MKes dan didampingi beberapa anggota tim antara lain Ny Tirun Marwito, Ny Ratna Istijab, Sri Herawati, Sugiyanti dan lainnya. Dalam sambutannya Retno Nurmawati menyampaikan bahwa dalam penerimaan tim diharapkan  sesederhana mungkin sehingga seluruh tim mempunyai kesempatan yang luas untuk bertemu dengan para kader untuk melihat kegiatan menggali inovasi serta membina administrasi kegiataan PKK-KB-Kes.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk masuk nominasi 6 besar tingkat nasional, tahap pertama berdasarkan laporan dari Provinsi yang dikirim ke pusat. Dalam evaluasi  garis besarnya ada tiga yang harus dievaluasi yaitu di bidang kependudukan dan KB, angka kemtian ibu melahirkan dan angka kematian bayi dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara  Sri Murni Rahayu antara lain menyampaikan bahwa penilaian tersebut nantinya pelaksanaan pembangunan bidang KB Kesehatan dapat lebih memotivasi masyarakat untuk meningkatkan peran sertanya dalam mewujudkan masyarakat yang lebih berkualitas. Pada tahun ini terdapat kecenderungan jumlah jiwa dalam keluarga mengalami penurunan yaitu 3,27 jiwa dalam satu keluarga, yang sebelumnya 3,67 jiwa dalam satu keluarga.

Sasaran program KB tak hanya pada kaum ibu namun  juga pada kaum pria. Penurunan tersebut perlu diupayakan lebih giat lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Pemahaman tentang KB dan kesehatan reproduksi memegang peranan penting dalam upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan keluarga sejahtera perlu disosialisasikan kepada generasi muda. Untuk lebih memberikan pemahaman yang menyeluruhkepada kaum remaja mengenai kesehatannya, telah dibentuk Forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) di 17 kecamatan.

Selain itu, pelayanan kesehatan di Sleman  didukung oleh keberadaan 25 Puskesmas yang 23 diantaranya telah terstandarisasi ISO, 70 Puskesmas pembantu, posyandu, 26 rumah sakit, 5 rumah bersalin serta didukung oleh 580 bidan praktek. “Selain rumah sakit, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sleman juga diberikan oleh 11 polindes yang ada di 11 desa yang ada di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Sri Murni.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan beberapa kejuaraan tingkat kabupataen sleman antara lain lomba kesatuan gerak PKK-KB-Kes juara I Desa Condongcatur mendapat hadiah uang pembinaan Rp 10 juta. Lomba kelompok bina keluarga Lansia juara I Ngudi saras Panggungan Trihanggo Gamping berhak hadiah uang pembinaan Rp 5 juta. Lomba kelompok bina keluarga Remaja juara I Lentera Biru dari Biru Trihanggo Gamping.




23 Relawan Digandeng Pantau Aktivitas Sungai Gendol-Opak-Boyong

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggandeng sejumlah relawan di sepanjang Sungai Boyong, Opak dan Gendol. Relawan ini nantinya yang akan bertugas memantau aktivitas di sungai mengingat hujan dengan itensitas tinggi sudah sering muncul. 

Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan Bencana BPBD Sleman Heru Saptono, kemarin mengatakan, setidaknya ada 23 relawan yang diajak bekerjasama BPBD guna memantau aktivitas sungai ini. Mulai dari nama personil hingga komunitas relawannya.

“Mereka sudah ada titik pantau sendiri-sendiri, sesuai dengan kesepakatan di antara sesama anggota komunitas. Sebelum kita ajak kerjasama, mereka juga sudah aktif untuk memantau aktivitas di sungai untuk disampaikan ke sesama relawan. Informasi mereka yang dipancarkan melalui frekuensi di Handy Talky (HT) ini, juga kerap dijadikan andalan masyarakat untuk beraktivitas,” kata Heru.

Heru juga mengungkapkan, nantinya koordinator di masing-masing komunitas akan melaporkan ke Bayu Induk yang merupakan pusat informasi di BPBD. Harapannya, dengan kerjasama ini pemerintah bersama masyarakat dapat bersinergi khususnya dalam hal mitigasi bencana banjir lahar hujan.

“Sampai saat ini belum ada laporan adanya banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Rata-rata hanya air dari masyarakat yang berkumpul jadi satu lalu masuk ke aliran sungai dan belum membahayakan,” ujarnya.




Jasa gilingan padi di Sleman naikkan tarif

Sleman – Pengusaha jasa penggilingan padi di Kabupaten Sleman mulai menaikkan tarif ongkos penggilingan menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak terutama solar bersubsidi. “Kenaikan ongkos jasa penggilingan padi ini untuk menutup biaya operasional mesin penggiling yang berbahan bakar solar,” kata pengusaha jasa penggilingan padi di Dusun Muron, Maguwoharjo, Depok, Sleman Sumardi, Rabu (26/11).

Menurut dia, untuk jasa penggilingan gabah kering menjadi bekatul yang dibawa pulang oleh pemiliknya, ada kenaikan dari Rp 350 per kilogram menjadi Rp 500. “Sedangkan penggilingan gabah kering menjadi beras juga naik dari Rp per kilogram menjadi Rp ,” katanya. Ia mengatakan, sejak kenaikan harga BBM bersibsidi, dirinya belum mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar solar.

“Solar mudah didapat, dan para pelanggan yang umumnya adalah para petani juga bisa memaklumi kenaikan tarif giling gabah ini,” kata Sumardi. Sumardi mengatakan, dalam satu hari mesin giling padi miliknya mampu menggiling padi hingga tujuh kuintal. “Namun saat setelah musim panen, biasanya sehari bisa mencapai 10 kuintal,” katanya.

Sedangkan pengusaha jasa penggilingan keliling, Raharjo, mengatakan dirinya juga menaikkan tarif jasa penggilingan setelah ada kenaikan harga BBM jenis solar. “Kenaikan jasa penggilingan rata-rata hanya Rp200 per kilogram, karena kami selain solar untuk operasional penggilingan, juga untuk operasional keliling kampung,” tuturnya.




Pengurus Korpri Kunjungi Anggotanya Yang Sakit

Sleman – Berbagai kegiatan  yang telah digelar dalam rangka peringatan HUT Korpri ke-43 Kabupaten Sleman. Kegiatan lain dilakukan pengurus Korpri Sleman yang mengadakan kunjungan silaturahmi kepada anggota Korpri yang mengalami sakit permanen atau musibah kecelakaan berat, Rabu (26/11).

Tim yang mengadakan kunjungan dibagi dalam 3 kelompok, untuk kelompok I dipimpin langsung  oleh dr Sunartono MKes selaku Pembina Korpri Kabupaten Sleman mengunjungi  Dra Yulia Catur Hapsari, Guru SMA Negeri I Seyegan dirumahnya Mriyan RT 07 RW 22 Margomulyo Seyegan yang mengalami musibah perampokan sebulan lalu.

Yulia mengalami patah tulang tangan dan mata jiri belum dapat melihat akibat pukulan besi di kepalanya  oleh perampok  sehabis solat magrib di  rumah usahanya daerah Kalasan. Kunjungan dilanjutkan ke rumah Drs Sugeng Wiyono,  Guru SMP Negeri I Godean  mengalami stroke selama 10 bulan beralamat di Gesikan RT 04 RW 02 Sidomoyo, Godean.

Dalam pesannya Sunartono ketika mengadakan kunjungan mewakili Korpri untuk bersilahturahmi dan mendoakan semoga  lekas sembuh, serta dapat bersabar dalam menerima musibah, setelah sehat dapat bekerja kembali dan dapat mengabdi pada pemerintah sekaligus memberikan tali asih berupa  uang masing masing  sebesar Rp 1 juta.

Sementara untuk kelompok II dipimpin oleh Drs Iswoyo Hadiwarno, Ketua Korpri Kabupaten Sleman  mengunjungi  Endang Suharni SPd, Guru SD N Watuadeg Cangkringan mengalami sakit ginjal dan darah tinggi beralamat Kergan RT 04 RW 32 Wukirsari Cangkringan Sleman. Kemudian mengunjungi Yustina Suhartati SPd, Guru SMP N 3 Turi sakit Stroke, beralamat Glondong RT 04 RW 28 Puwobinangun Pakem, dan Nanang Cahyo Yuwono SE, Unit Kerja BKD Sleman sakit stroke beralamat Sidodadi RT 04 RW 02 Selomartani Kecamatan Kalasan.

Untuk Kelompok III  kunjungan silahturahmi dan pemberian bantuan Rp 1 juta dari Korpri Kabupaten dipimpin oleh R Djoko Handoyo SH  selaku sekretaris Korpri  Kabupaten Sleman diberikan kepada Suwardjana karyawan Kantor Kecamatan Depok beralamat di Juru Gentong Tegaltandan  RT 05 RW 34 Banguntapan Bantul, Dra Sri Wirastuti, Guru SMK Karyarini Depok Sleman sakit jantung bocor beralamat Gang Kepodang no 32 Pringwulung Caturtunggal Depok Sleman dan yang terakhir Indriana Hestinilawati SPd, Guru SD N Koroulon 1 Ngempak,  sakit ( Kemoterapi) beralamat di Plembangan RT 04 RW 20 Sukoharjo Ngaglik  Sleman.