Kalau Udara Gerah dan Awan Gelap, Waspadai Angin Kencang

Sleman – Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Heru Saptono mengatakan awal musim hujan merupakan masa yang rawan terjadinya angin kencang. Kendati demikian, daerah rawan angin kencang sulit diprediksi.

“Cenderung berpindah-pindah, sehingga awal musim hujan kali ini dengan musim hujan tahun lalu lokasinya berbeda. Pada musim hujan kali ini, kami menerima laporan terjadinya angin kencang berada di Pakem, Cangkringan, dan Tempel,” paparnya, kemarin.

Sulitnya memprediksi lokasi terjadinya angin kencang ini, membuat warga Sleman untuk selalu waspada. Salah satunya dengan mengenali tanda-tandanya. “Tanda-tanda antara lain perubahan suhu yang mendadak, yakni udara terasa gerah. Sementara awan gelap mulai menggumpal di atas. Ini perlu diwaspadai,” kata dia.

Menurutnya selain dua tanda tersebut, terjadinya angin kencang biasanya diawali dengan hujan lebat yang turun tiba-tiba disertai guntur dan petir. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga awal Januari mendatang. “Kondisi cuaca ekstrem biasa terjadi saat awal musim atau pergantian musim. Kami meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan,” ungkapnya.




APBD Ditetapkan Paling Lama 1 Bulan Sebelum Pelaksanaan

Sleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan adanya Undang – undang pemerintahan yang menentukan agar APBD ditetapkan paling lama satu bulan sebelum pelaksanaan. Oleh karena itu mengharuskan pemerintah dan DPRD bertindak cepat,  sehingga jika sampai waktu limit akhir belum selesai akan dicari persoalannya. 

“Kalau umpamanya yang terlambat menyerahkan materi APBD adalah eksekutif dalam hal ini Bupati, maka ini ada sanksinya. Yaitu berupa tidak boleh diberikan hak-hak keuangannya selama enam bulan tetapi DPRDnya tidak,” kata Sunartono kepada wartawan, Kamis (27/11).

Akan tetapi lanjut Sunartono, kalau eksekutif sudah menyerahkan materi APBD ke DPRD dan pembahasannya juga tidak diselesaikan hingga limit akhir, maka baik Bupati maupun DPRD tidak akan mendapatkan hak keuangannya selama enam bulan. Akan tetapi untuk para PNS tidak berlaku sehingga mereka tetap menerima gaji.

Untuk hak keuangan DPRD maupun Bupati yang hilang enam bulan akibat kelambatan penetapan APBD, berupa gaji dan pendapatan lain seperti dana kunker serta perjalanan dinas.  “Karena itu untuk APBD Sleman yang belum ditetapkan terserah dari jajaran DPRD saja, apakah mau diselesaikan tepat waktu atau tidak”, tutur Sunartono.

Untuk Sleman materi APBD 2015 sudah dikirim ke DPRD dan pertengahan bulan November lalu sudah disetujui KUAPPASnya, kemudian  nota pengantar APBD juga sudah disampaikan dan ditindak lanjuti dengan pandangan umum Fraksi – Fraksi di DPRD.

“Mudah-mudahan hari ini Kamis (27/11) proses jawaban Bupati lancar, sehingga Jumat (28/11) APBD Sleman 2015 sudah dapat ditetapkan,” tambahnya.

Kalau itu dapat dilakukan artinya target akhir waktu penetapan APBD dapat dipenuhi. Setelah penetapan APBD 2015, masih ada proses panjang karena dalam waktu satu minggu harus dikirim ke Gubernur  untuk dievaluasi. Kemudian Gubernur dalam waktu dua minggu harus menyelesaikan evaluasi.

Dari hasil evaluasi Gubernur ini dikembalikan ke Pemkab Sleman untuk dilakukan perbaikan dalam waktu satu minggu, dan dikembalikan lagi ke Gubernur sehingga bisa sampai akhir Desember.  “Jika ini bisa selesai sesuai target waktu, maka APBD Sleman pada awal Januari 2015 sudah dapat dilaksanakan,” kata Sunartono.




Pemkab Berikan Beasiswa Siswa Berprestasi

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memberikan beasiswa pada siswa berprestasi di Kabupaten Sleman. Beasiswadiserahkan Sekda Sleman, dr Sunartono MKes di gedung Serbaguna Sleman, Kamis (27/11). Menurut Sunartono penyerahan beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi yang diberikan pemerintah atas prestasi yang diberikan kepada anak didik  di berbagai bidang.

“Saya harap pemberian beasiswa ini dapat dijadikan motivasi bagi para siswa untuk meningkatkan prestasinya di masa-masa mendatang. Demikian pula bagi siswa-siswa lain saya harap dapat meniru prestasi rekan-rekannya sehingga mutu pendidikan kita semakin baik di tahun-tahun mendatang. Saya bangga dan bahagia menyaksikan semakin banyaknya anak-anak kita yang berprestasi di berbagai bidang,” kata Sunartono.

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar yang tidak kalah dibanding anak-anak di daerah lain. Satu haI yang harus dipertahankan adalah meningkatnya jumlah prestasi dari tahun ke tahun. Ditambahkan Sunartono bahwa perolehan prestasi yang didapatkan bukanlah akhir perjuangan para siswa berprestasi.

“Prestasi yang kalian raih merupakan titik awal untuk maju ke level yang lebih tinggi. Saya ingatkan pula agar anak-anakku tidak sombong atas prestasi yang didapatkan melainkan meningkatkan prestasi di masa mendatang, karena pada dasarnya mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibanding meraih prestasi”, pesan Sunartono.

Sunartono juga mengingatkan kepada para orangtua untuk terus memberikan dorongan dan fasilitasi bagi putra-putrinya untuk meraih prestasi yang lebih baik. Berikan mereka perhatian dan kasih sayang yang sangat penting untuk menghindarkan mereka dari lingkungan pergaulan yang salah. Karena pada dasarnya prestasi anak didik dimulai dari lingkungan keluarga yang kondusif.

“Perlu saya tegaskan bahwa kecerdasan tidak hanya berupa kecerdasan akademik namun juga terkait moral dan perilaku. Di sinilah peran orangtua dibutuhkan sebagai pemberi tauladan bagi putra-putri kita,” tutur Sunartono.

Terlebih lagi lanjutnya akhir-akhir ini sering bermunculan aksi vandalisme, dan kenakalan remaja di wilayah Sleman. Hal ini tentunya membutuhkan perhatian lebih dari orangtua agar anak-anak terhindar dari pengaruh negatif tersebut. Sunartono juga menyampaikan harapan dan ajakan kepada anak-anak dan remaja, sebagai rasa tanggung jawab dan rasa sayang pada anak – anak di Sleman agar melakukan kegiatan yang sehat, ceria, baik dan yang berguna bagi masa depan.

“Pergunakan waktumu untuk belajar, gemarlah membaca menuntut ilmu setinggi-tingginya dan berkreasilah agar kelak memperoleh pekerjaan sesuai cita-cita kalian. Berlaku santun hormatilah orangtua dan hormatilah guru-guru kalian, berbuat baik dan sayang menyayangilah kepada teman,” kata Sunartono.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH  mengatakan bahwa tujuan diadakannya program tersebut untuk memberikan penghargaan kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK serta Madrasah yang memiliki prestasi di berbagai bidang kejuaraan. Mendorong siswa SD, SMP, SMA/SMK serta Madrasah untuk meningkatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Meningkatkan minat, bakat ketrampilan dan prestasi siswa.

Dan besar beasiswa jumlahnya bervariasi tergantung tingkat kejuaraannya, sedangkan untuk tahun ini jumlah penerima  beasiswa keseluruhan 895 siswa dengan berbagai jenis prestasi.