Guide Sleman Blusukan Bareng ke Destinasi Wisata

3011 SLEMAN PESERTA FAMTRIPSleman – Dalam rangka memperkenalkan potensi destinasi dan industri kerajinan pendukung pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan familiarization trip (famtrip) pelaku pariwisata Kabupaten Sleman pekan lalu. 

“Peserta yang diajak untuk mengikuti famtrip tersebut berjumlah 40 orang diantaranya 30 guide atau pramuwisata yang tergabung dalam DPC HPI Sleman serta perwakilan travel agent, PHRI Sleman,” kata Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayulaksmidewi TP MM, Minggu (30/11).

Selain itu famtrib juga diikuti dari instansi terkait dari Bappeda Kabupaten Sleman, Bagian Perekonomian Kabupaten Sleman serta perwakilan dari Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/ Kota se DIY.

Adapun obyek yang dikunjungi meliputi Industri Batik “Allusan” di Jodag Sumberadi Mlati, Industri Tas Rajut “Rusti Bag” di Karanganjir Sumberarum Moyudan, Desa Wisata Sidoakur di Jethak II Sidokarto Godean serta wahana permainan baru yang spektakuler dan fenomenal Sindu Kusuma Edupark (SKE) di Jl. Jambon Sinduadi Mlati.

Menurut Ketua DPC HPI Sleman Heri Susmardiyanto, acara yang dikemas oleh Disbudpar Sleman dalam bentuk famtrip dengan peserta para guide atau pramuwisata tersebut cukup bermanfaat untuk menambah referensi bagi para tour guide dan travel agent terkait dengan alternatif kunjungan maupun untuk pengayaan paket wisata. Destinasi yang kedepan dinilai siap untuk kunjungan tamu adalah Batik Allusan dan Sindu Kusuma Edupark (SKE).

Batik Allusan ternyata memiliki potensi yang sangat bagus dari sisi variasi dan kualitas produk, lokasinya pun berada antara destinasi utama Candi Borobudur, Candi Prambanan maupun destinasi di pusat kota Yogyakarta. Sindu Kusuma Edupark kedepan memiliki peluang yang besar untuk menggaet wisatawan keluarga dari dari kalangan Yogyakarta dan sekitarnya karena dipersiapkan dengan aneka permainan yang sangat variatif. SKE kedepan akan menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan yang datang ke Jogja.

Sementara industri tas  rajut “Rusti Bag” potensinya cukup bagus namun dari sisi produksinya perlu ditingkatkan serta akses jalan masuk masih terdapat kendala bagi kendaraan besar. Sedangkan desa wisata Sidoakur menjadi alternative wisata minat khusus yang menawarkan aspek budaya lokal dan penanganan lingkungan hidup.

Sementara Ayu menambahkan bahwa agenda famtrip yang diselenggarakan oleh Disbudpar Sleman ditujukan kepada komunitas strategis yang diharapkan akan turut mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten sleman.

Dalam hal ini komunitas tour guide diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sleman. Oleh karenanya upaya memperkenalkan beberapa destinasi kepada komunitas tour guide diharapkan akan lebih efektif apabila mereka diajak untuk melihat secara langsung obyek kunjungan. 

“Dengan demikian mereka sendirilah yang nantinya akan memilih dan menentukan untuk kunjungan tamu-tamunya baik tamu domestik maupun tamu manca negara,” kata Ayu.




Antisipasi Vandalisme, Sekolah Diminta Sediakan Media Mural bagi Siswa

Sleman – Dinas Pendidikan, Pemuda,dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Sleman mengimbau pihak sekolah menyediakan media ekspresi bagi kreativitas siswa. Diharapkan, hal itu bisa mengurangi dan mencegah aksi vandalisme berupa coret-coret fasilitas umum.Kami harus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitasnya. Misalnya, di sekolah ada tempat untuk melakukan mural atau melukis,” kata Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono SH, kemarin.

Arif berharap, setiap sekolah di Sleman, khususnya jenjang SMP dan SMA/SMK bisa melaksanakan imbauan tersebut. “Beberapa sekolah juga sudah menyediakannya,” paparnya kemudian.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Sleman, Hemintarsih mengungkapkan, pihaknya sudah menyediakan tembok khusus untuk mural siswa. “Pada saat tertentu, misalnya peringatan Kemerdekaan RI, kami mengadakan lomba mural,” kata Hemintarsih.

Hemintarsih mengatakan, setidaknya lomba mural diadakan dua kali setahun. “Setiap kali akan membuat mural baru, tembok kami cat lagi dengan warna dasar. Setelah itu baru digambari lagi oleh siswa. Besok Desember ini ada [lomba mural] lagi,” katanya.

Sebelum mengecat dan melukis di tembok, siswa-siswa harus membuat desain dan pola. Menurut Hemintarsih, pihak sekolah tidak ingin siswanya sekedar asal membuat coretan. “Desainnya diperlihatkan dulu ke guru,” ujarnya.




3 Titik Jalan di Sleman Ini Rawan Muncul Genangan

Sleman – Beberapa titik drainase di Kabupaten Sleman masih rawan meluapkan air dan menimbulkan genangan yang cukup lama jika terjadi hujan lebat. Jika memungkinkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman meminta masyarakat menghindari beberapa titik rawan genangan.

Sebenarnya kondisi drainase di Sleman cukup baik. Namun, air memang butuh waktu untuk sampai ke saluran,” kata Kasie Drainase Bidang Permukiman DPUP Sleman, Zaini Anwar, kemarin. Menurut Zaini, hanya dibutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk memenuhi saluran drainase. Akibatnya, air bisa meluap dan menimbulkan genangan. “Tapi genangannya masih normal karena tidak sampai satu jam setelah hujan sudah bisa hilang,” ungkapnya.

Pada 2014 ini, terdapat tiga titik drainase di Sleman yang telah diperbaiki Pemerintah Provinsi DIY. Ketiganya dianggap menimbulkan genangan terparah setiap kali hujan deras sehingga mengganggu lalu lintas.

Pemerintah DIY membangun drainase di Jalan Kolombo dekat UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), Jalan Godean dekat Pasar Godean, dan Kentungan di Jalan Kaliurang,” papar Zaini.




Gempita Mutiara Bank Sleman

DSC_0405 bernasSleman – Jalan Sehat massal Gempita Mutiara Bank Sleman dan puncak acara HUT PD BPR Bank Sleman ke 33 di lapangan Denggung Sleman, Minggu (30/11)  berlangsung sangat meriah karena diikuti ribuan nasabah dan peserta, baik dari Sleman sendiri maupun diluar Sleman. Terbukti pesertanya ada yang berasal dari luar Sleman, seperti dari Klaten, Magelang, Bantul, bahkan ada yang berasal di Purworejo.

Kemeriahaan tersebut karena juga dilakukan pengundian hadiah bagi nasabah Bank Sleman dan undian beberapa doorprice bagi peserta jalan sehat massal yang nilainya puluhan juta rupiah. Sayangnya karena cuaca hujan , maka jalan sehat massal Gempita Mutiara Bank Sleman urung dilaksanakan karena hujan, tetapi tidak mengurangi meriahnya acara tersebut karena peserta dihibur band/dangdut dengan penyanyi yang sudah terkenal.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Istri, Direktur Utama PD Bank Sleman Muhammad Sigit SE, Direktur Bank Sleman Yustinur Mahatma, Sekda Sleman dr Sunartono, MKes, dan pejabat Sleman lainnya. Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo dalam  menyampaikan bahwa PD Bank Sleman saat ini jangkauan pelayanannya sudah sampai ke berbagai wilayah di Kabupaten Sleman, hingga masyarakat sangat mudah untuk mengakses berbagai fasilitas yang ada di Bank Sleman. 

Untuk itulah Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Bank Sleman secara maksimal, mengakses akan kebutuhan modal usaha dan fasilitas yang ada. Menurut Sri Purnomo, keberadaan Bank Sleman mampu mengangkat perekonomian masyarakat Sleman khususnya.

Sementara itu Direktur Utama PD Bank Sleman Muhammad Sigit SE menambahkan bahwa layanan yang diberikan Bank Sleman sudah menjangkau di berbagai daerah di Kabupaten Sleman, hingga masyarakat di daerah pedesaanpun dengan mudah memanfaatkan layanan Bank Sleman dan tidak harus datang di Kabupaten Sleman karena layanan Bank Sleman ada di wilayah Kecamatan di Kabupaten Sleman. 

Hal tersebut semata-mata untuk memudahkan nasabah dan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat dan lancar. Setelah dilakukan pengundian tabungan mutiara yang dilakukan oleh Bupati Sleman di depan notaris CH Nuning Nugraha SH dengan disaksikan Direktur Utama Bank Sleman Muhammad Sigit, pejabat OJK Jogja, Sekda Sleman juga aparat kepolisian/Kapolsek Sleman, maka hadiah utama berupa mobil Xenia jatuh pada  Ny Sri Lestari, Honda Vario dimenangkan Nur Siti Fatimah, SPd dan Honda Beat dimenangkan dr Tuty Darmawati Spa. 

Sedangkan hadiah doorprize  utama berupa sepeda motor Suzuki FU dimenangkan Supoyo Isdiyatmoyo dan Sepada motor Suzuki NEX dimenangkan Wulan Ratnasari. Untuk Hadiah Hiburan lainnya berupa kulkas, mesin cuci, kompor gas dan lainnya telah diundi Jumat  (28/11)  di Aula Bank Sleman bersamaan  dengan acara doa bersama dan pemberian bingkisan bagi panti asuhan dan  rumah yatim piatu dalam rangka HUT PD BPR Bank Sleman.




Ribuan Warga Prambanan Antre Dapatkan PSKS

Sleman – Warga miskin di Kabupaten Sleman kini bisa lega. Sebab Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijanjikan pemerintah. Seperti yang terlihat di Kantor Kecamatan Prambanan, Minggu (30/11). Ribuan orang antre bahkan rela berdesakan untuk mendapatkan dana PSKS sebesari Rp 400 ribu. Rata-rata mereka datang sejak pagi. Ada yang datang sendiri atau diantar saudara lainnya. 
Kodif (70) warga Desa Madurejo Kecamatan Prambanan salah satunya.  Diantar anaknya, kakek renta tersebut datang sejak pukul dan langsung ikut antre bersama warga lainnya. Setelah menunggu hampir 1,5 jam, akhirnya empat lembar uang ratusan ribu dia terima dari petugas kantor pos. “Untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. 

Jika Kodif cukup antre 1,5 jam, tidak demikian dengan Tuginem. Hampir 2,5 jam dia menunggu dan akhirnya mendapatkan PSKS. Ketika ditanya akan digunakan untuk apa uang tersebut, warga Desa Madurejo ini menuturkan untuk beli Sembako. 

Total di Kecamatan Prambanan ada Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang akan menerima PSKS atau setara dengan Rp 1,8 miliar lebih untuk November dan Desember. Warga juga cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan langsung bisa mendapatkan KSPS.

“Lokasi sengaja kita pilih di kantor kecamatan, karena tempatnya yang lebih luas,” kata Kepala Kantor Pos Kecamatan Prambanan Sunartana.