Family Gatering HUT Korpri Berlangsung Meriah

DSC_1206Sleman – Peringatan HUT Korpri ke 43 di Kabupaten Sleman cukup meriah dengan diadakannya Family Getering di Desa Wisata Pulesari Wonokerto TuriSleman, Sabtu, (29/11). Acara dihadiri sekitar 1000 PNS di lingkungan Pemkab Sleman yang diawali dengan senam sehat bersama dilanjutkan dengan gerak jalan santai mengitari wilayah Desa Wisata Pulesari.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, memimpin gerak jalan menyusuri sungai dan kebun salak pondoh diikuti Sekda Sleman, Ketua KORPRI Sleman dan pejabat Sleman lainnya. Perjalanan susur sungai ini cukup menarik dan menantang karena sepanjang jalan yang dilewati terdapat aral rintangan seperti jembatan gantung dari tali, terowongan air dan tangga menyusuri air terjun. 

Peserta juga diajak menyusuri rimbunnya salak pondoh yang tampak buahnya begitu lebat sehingga bagi yang menginginkan makan buah salak pondoh tinggal memetik sendiri. Sesampainya di tempat dipusatkannya acara peserta disuguhi dengan makanan tradisional setempat dan kesenian topeng ireng.

Ditempat ini juga diadakan bazar pasar murah sembako bagi masyarakat sekitar, pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman pohon buah-buahan. Juga diserahkan bantuan tong sampah dari Bank Sleman, sumbangan lampu pijar dari GE Lighting dan sumbangan buku-buku bacaan.

Sri Purnomo mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana hiburan dan rekreasi bagi PNS Pemkab Sleman, setelah dalam kesehariannya disibukkan dalam pekerjaan yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Dengan jalan kaki menyusuri sungai dan perkebunan yang pemandangannya cukup menarik dengan hawa yang masih sejuk diharapkan dapat merefres para PNS untuk esok hari dapat bersemangat kembali dalam bekerja.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Korpri kepada masyarakat sekitar, sebagai sarana promosi wisata pedesaan serta sarana melestarikan kesenian tradisional masyarakat. Dengan ulang tahun Korpri diharapkan kinerja aparat pemerintah semakin meningkat dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Acara semakin menarik karena panitia menyediakan banyak door price manarik dan mengundang Mbok Beruk dan Dalijo untuk menghibur peserta.




178 PNS Sleman Terima SK Pensiun per 1 Januari 2015

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi menyerahkan SK Pensiun bagi PNS di lingkungan Permkab Sleman untuk periode per 1 Januari 2015 di pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Jumat (28/11). Pada kesempatan tersebut diserahkan SK Pensiun kepada 178 PNS.

Usai menyerahkan SK pensiun, Sri Purnomo   atas nama seluruh jajaran aparat Pemkab Sleman maupun atas nama pribadi mengucapkan selamat atas diterimanya SK Pensiun untuk memasuki masa purna tugas. Dengan diterimanya SK ini, para PNS tersebut dapat memasuki masa pensiun ini secara resmi sehingga menikmatinya dengan rasa ba­hagia dan suka cita. 

“Dedikasi dan pengabdi­an selama ini memperoleh balasan yang setimpal dan menjadi amal ibadah ibu/bapak sekalian. Peran bapak/ibu selama mengabdi pada Kabupaten Sleman ini merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Sleman dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan dengan lebih baik dari waktu ke waktu,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo  berharap agar dalam memasuki masa purna tugas ini para PNS tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif dan dapat menikmati kehidupan yang berkualitas, sehat, dan bahagia. Pensiun adalah sebuah kepastian, tetapi mengisi masa pensiun secara produktif dan menjadi pensiunan yang sejahtera adalah suatu pilihan. 

Sebagai sebuah masa yang akan dihadapi oleh setiap orang, masa pensiun memang perlu direncanakan dengan baik. Hal ini dikarenakan, perencanaan kegiatan selepas usia kerja (post-productive age) akan membantu mengatasi berbagai kesulitan hidup di masa pensiun. Menurut Sri Purnomo, tidak semua PNS dapat  melewati masa-masa sampai menerima SK pensiun.

“Cukup banyak PNS yang terpaksa mengajukan pensiun dini karena sakit atau alasan lain,” kata Sri Purnomo. Tidak sedikit pula PNS yang karena melakukan pelanggaran berat akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat. Namun demikian, purna tugas bagi PNS bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan merupakan wujud keberhasilan dari pengabdian PNS selama melaksanakan amanah sebagai pamong projo. 

Masa pensiun hendaknya dimaknai sebagai suatu awal untuk mengabdi pada masyarakat dengan waktu yang lebih lama, sebab masyarakat masih membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dalam bidang pemerintahan. Berkenaan dengan hal tersebut Sri Purnomo  berharap, berbagai pengalaman baik keberhasilan, prestasi maupun hambatan yang pernah dihadapi selama bekerja sebagai PNS dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat.

“Kebanyakan pensiunan lebih puas jika mereka melakukan sesuatu hal, misalnya memulai bisnis sendiri, menulis buku atau riwayat keluarga, merawat cucu maupun berpergian/travelling,” tambahnya. Dengan terus berkegiatan dan beraktifitas baik secara fisik maupun mental dapat mendinamiskan kehidupan di masa pensiun.




Bupati Kembali Terima Penghargaan Kesehatan

2811 SLEMAN PENGHARGAANSleman – Berkat prestasi dalam pembangunan bidang kesehatan Bupati Sleman menerima penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala tahun 2014. Penghargaan diserahkan oleh Puan Maharani, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Penghargaan diberikan di Sasana Kriya TMII Jakarta bersamaan dengan puncak Hari Kesehatan Nasional ke 50, Kamis (27/11).

Penghargaan ini diberikan kepada Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI berkat usaha mendorong pelayanan psikolog di 25 Puskesmas dengan mengeluarkan rekomendasi pengadaan tenaga psikolog tahun 2013 melalui rekruitmen pegawai BLUD non PNS di seluruh Puskesmas. Rekomendasi Bupati sebagai tindak lanjut MOU Bupati dengan UGM dan perjanjian kerjasama Dinkes Sleman dengan Fak Psikologi UGM.

Selain itu juga keberhasilan Bupati Sleman dalam pemberdayaan anak sekolah untuk ikut pemantauan jentik berkala, yang diawali oleh TABO (Tanggap Bocah) di Kecamatan Sleman yang diikuti oleh kecamatan lainnya di Kabupaten Sleman. Keikutsertaan ini sangat membantu dalam mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah di Kabupaten Sleman.

Dan yang ke tiga keberhasilan Bupati Sleman melaksanakan program pelayanan akte kelahiran melalui fasilitas kesehatan masyarakat secara cepat dan gratis. Sehingga anak yang baru lahir di Sleman begitu lahir dalam waktu 3 hari anak dibawa pulang dari tempat pelayanan kesehatan langsung pula membawa akte kelahiran. Sri Purnomo berharap keberhasilan dalam bidang kesehatan ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada waktu yang akan datang dengan dukungan masyarakat.

Karena kewajiban menjaga kesehatan masyarakat adalah menjadi tanggung jawab bersama dan Pemkab Sleman berkomitmen untuk mendukung adanya kartu Indonesia sehat dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan seperti yang diharapkan pemerintah pusat, yang disampaikan Puan Maharani bahwa Pemerintah Daerah diharapkan mensukseskan program kartu Indonesia sehat demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Seperti moto yang diangkat dalam puncak acara HKN emas ke 50 yakni Sehat bangsaku sehat negeriku. Dengan upaya menjaga warga yang sehat tetap sehat dan yang sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.




Bupati Ajak Masyarakat Hentikan Pertambahan Kasus HIV AIDS

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak masyarakat khususnya masyarakat Sleman untuk tetap waspada dan ikut aktif berupaya menghentikan pertambahan kasus HIV AIDS. Ajakan Sri Purnomo tersebut disampaikan bersamaan dengan Peringatan Hari Aids di Kabupaten Sleman dilaksanakan di lapangan Pemda Sleman, Jumat (28/11).

Selain Bupati hadir juga Sekda, SKPD, Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA),  Kalapas, LSM, Persatuan Waria, Remaja dan masyarakat peduli AIDS, diawali dengan senam bersama  Pegawai. Menurut Sri Purnomo, penyelenggaraan  acara Peringatan Hari AIDS ini merupakan upaya untuk menjalin kebersamaan, kekompakan, dan saling bersinergi dalam gerakan penanggulangan HIV AIDS.

Diharapkan dengan gerakan secara bersama-sama, terkoordinasi dan saling bersinergi maka upaya menghentikan pertambahan kasus HIV AIDS dapat lebih efektif.  “Oleh karena itu saya mengajak para generasi muda, instansi pemerintah, swasta, LSM serta seluruh masyarakat Sleman untuk bersama-sama berupaya menghentikan pertambahan kasus HIV AIDS,” kata Sri Purnomo.

Penanggulangan HIV yang dilaksanakan selama ini ternyata masih belum berhasil menghambat laju penularan HIV/AIDS khususnya penularan melalui hubungan seks dan injeksi pemakai narkoba suntik. Menurut laporan KPA DIY jumlah penderita HIV/ AIDS dari tahun ketahun terus menurun. Kondisi ini  perlu gerakan sadar HIV AIDS sejak dini, memberikan pemahaman yang komprehensif dan detail tentang HIV AIDS sejak dini kepada para remaja, dan juga ibu hamil.

Dengan pemahaman yang komprehensif, kita akan tahu bagaimana sebenarnya penyebaran HIV AIDS. Sehingga di masyarakat kita tidak akan muncul kekawatiran berlebihan terhadap HIV AIDS.  Ketidaktahuan tentang HIV AIDS, justru akan berakibat negatif khususnya pagi penderita AIDS.

“Selama ini kita cenderung menyingkirkan mereka dan memberikan stigma negatif kepada meraka. Para penderita AIDS adalah manusia biasa yang butuh empati dan dukungan moral dari lingkungan. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang HIV AIDS maka kita akan menjadi lebih berempati terhadap penderita AIDS. Sehingga secara tidak langsung, kita turut serta meringankan beban penderita HIV AIDS,” tutur Sri Purnomo.

Sementara panitia penyelenggra  Supriyanto BC IP SPd yang juga Kepala LP Kabupaten Sleman mengatakan peringatan HAS untuk tingkat DIY akan dilaksankan tepat waktu tanggal 1 Desember 2014 di LPAS Narkotika Pakem Sleman, maka peringatan HAS di Sleman dijadikan satu dengan kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional  (HKN).

Hasil up date data terakhir bulan Maret 2014 tercatat ada 574 kasus dengan rincian penderita HIV 317 dan Penderita yang sudah masuk ketahapan AIDS ada 257, dimana peningkatan kasus ini yang paling banyak pada usia  15 hingga 49 Tahun.




Sudah Laku 22 Persen Apartemen Uttara The Icon Mulai Dibangun

IMG00594-20141128-0951Sleman – Sebagai bentuk komitmen kepada konsumen yang telah memberikan kepercayaannya, apartemen Uttara the icon yang berada diJalan Kaliurang no 72 siap dilaksanakan pembangunannya. Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan apartemen telah dilakukan oleh PT Bukit Alam Permata selaku pengembang, Jumat (28/11).

Menurut Direktur PT Bukit Alam Permata, Dwi Kurniawan, komitmen untuk membangun apartemen ini tidak hanya seremoni saja tetapi benar – benar mengerjakan konstruksi. “Kami ingin menunjukkan pada masyarakat komitmen kami bahwa kami mulai membangun konstruksinya dan awal Maret 2015 mendatang diharapkan bisa grand launching,” kata Dwi Kurniawan.

Komitmen yang sudah dilaksanakan antara lain untuk lingkungan diantaranya untuk penjualan 1 unit apartemen akan menyumbang 100 pohon. Dan hingga akhir tahun ini tercatat sebanyak 7000 pohon yang ditanam untuk membantu konservasi air bagi masyarakat di Sleman. Sementara untuk komitmen sosial dilakukan kerjasama dengan warga Karangwuni Depok Sleman untuk memperbaiki saluran irigasi.

Sedang untuk komitmen budaya, lobi apartemen akan dijadikan galeri seni untuk memajan hasil karya pemahat terkenal dari Jogja, Edhi Suharso dan akan menggandeng seniman lokal. Sedang Direktur Marketing Uttara The Icon, Djoko Santoso kepada wartawan mengatakan pembangunan apartemen Uttara The Icon ini dimaksudkan untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk di Jogja. Dan dipilih Jalan Kaliurang karena Kaliurang adalah area bisnis, hunian dan pendidikan yang ekslusif.

Apartemen Uttara merupakan hunian ekslusif yang mengusung perpaduan kenyamanan ruang dengan estitika seni yang kentang di kota budaya Jogja. “Pekerjaan konstruksi Uttara the icon dimulai tanggal 28 November 2014 dengan mengedepankan komitmen penutupan atap dan akans elesai akhir tahun 2015 dan penyelesaian pembangunan akhir tahun 2016,” kata Djoko.

Hingga saat ini sampai pada peletakan batu pertama apartemen sudah terjual 22 persen dari keseluruhan unit yang akan dibangun.