Jiwa Korpri Adalah Jiwa Pengabdian

DSC_0008 ziarahSleman – Peringatan HUT Korpri ke-43 tahun 2014 ditandai dengan upacara bendera dilapangan Pemda, Senin (1/12).  Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum. Diikuti aparat (PNS) SKPD di Kabupaten Sleman, instansi vertikal dan juga tamu undangan dari forum komunikasi pimpinan daerah dan DPRD, Sekda, Assekda, Kepala SKPD.

Yuni dalam sambutannya mengatakan tema nasional peringatan HUT ke-43 KORPRI tahun 2014 ini adalah “Memperkokoh Jiwa Korps, Netralitas dan Profesionalitas Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Mendukung Suksesi Kepemimpinan Menuju Bangsa Yang Maju dan Sejahtera”.

“UIang tahun kali ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan pembinaan jiwa Korpri dalam kebhinekaan, karena jiwa Korpri adalah jiwa dan semangat warga bangsa yang majemuk. Jiwa Korpri adalah jiwa yang mengemban amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” kata Yuni.

Menurut Yuni, jiwa Korpri adalah jiwa pengabdian tanpa membeda-bedakan asal-usul, agama, etnis serta budayanya. Korpri harus mampu melakukan reformasi birokrasi. Keberhasilan reformasi birokrasi sangat ditentukan oleh profesionalisme, komitmen dan kekompakan seluruh PNS.

Oleh karena itu lanjut Yuno, aparat harus menata diri agar mampu mengemban tugas secara optimal, memantapkan jiwa korps dan meningkatkan soliditas, solidaritas serta kapasitas agar dapat menjawab tantangan serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Usai Upacara dilanjutkan dengan ziarah ke makam dr Wahidin Sudiro Husodo dipimpin oleh Sekda Sleman, dr H Sunartono Mkes, selaku Ketua Dewan Pembina Korpri Kabupaten Sleman.




Peringatan Hari Aids DIY Berlangsung di Lapas Narkoba Pakem

Sleman – Peringatan Hari Aids tingkat DIY tahun 2014 dilaksanakan di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Jogja di Pakem, Senin (1/12) yang bertepatan dengan Hari Aids sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. 

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan DIY dr Arida Utami mewakili Wakil Gubernur DIY yang dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa  peringatan hari Aids sedunia tersebut merupakan sebuah momentum untuk mengingatkan masyarakat akan suatu tugas yang amat penting dan mulia, yaitu pencegahan dan pemberantasan HIV/Aids.

Peringatan Hari Aids Sedunia juga merupakan momentum penting bagi semua sektor yang bekerja dibidang penanggulangan HIV/Aids, sebagai pernyataan komitmen terhadap epidemi HIV, serta evaluasi terhadap upaya penanggulangan yang telah dilakukan selama ini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa epidemi HIV/Aids sampai saat ini masih menjadi isu global, bahkan negara-negara di dunia telah berkomitmen untuk mengatasi persoalan HIV/Aids tersebut, denganmenjadikannya sebagai salah satu sasaran dalam Millennium Development Goals.

“Penyakit mematikan tersebut memang sudah selayaknya kita cegah dan kita lawan bersama, karena keberadaannya  tidak hanya membebani kehidupan orang seorang atau kehidupan dalam satu keluarga. Akan tetapi juga membebani serta menggerogoti seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara,” kata Arida ketika membacakan sambutan Wakil Gubernur DIY.

Sementara itu berdasarkan data nasional dari kementerian kesehatan RI, jumlah kumulatif kasus HIV/Aids di Indonesia sampai dengan 30 September 2014 yaitu : kasus HIV/Aids, kasus Aids, dan kasus kematian akibat HIV/Aids. Di DIY, hingga triwulan III tahun 2014 tercatat sebanyak kasus HIV dan kasus Aids, dengan 82,3 % diantaranya merupakan usia produktif.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur melalui Kepala Dinas Kesehatan DIY mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat dan semua stake holders  terkait, untuk berpartisipasi dalam penanggulangan HIV/Aids secara komprehensif, arif dan bijaksana dengan memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia dari stigma negatif dan diskriminasi.

Sementara itu Kepala Divisi pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham DIY  Eny Purwanti melaporkan bahwa tujuan peringatan Hari Aids sedunia secara umum untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, dan komitmen seluruh unsur masyarakat dan sektor terkait di tingkat Provinsi DIY maupun daerah berkaitan dengan pelaksanaan penanggulangan HIV/Aids di Jogja agar infeksi baru HIV Aids dapat diketahui dan diobati secara dini sehingga laju epideminya dapat ditekan.

Sedangkan secara khusus bertujuan antara lain meningkatkan partisipasi aktif oleh instansi pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan seluruh unsur masyarakat melalui berbagai upaya pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan HIV Aids sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV Aids, Serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan tes HIV secara dini.




BPBD Himbau Anak Tidak Main Dekat Sungai

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menghimbau kepada warga agar berhati-hati ketika beraktivitas di sungai. Tidak hanya yang berhulu di Gunung Merapi, seperi Gendol, Opak dan Boyong. Melainkan di semua. Tingginya curah hujan yang dimungkinkan masih akan terjadi, dimungkinan membuat aliran sungai akan kencang.


“Kepada orangtua kami himbau untuk mengawasi anaknya ketika bermain di sungai. Bahkan kalau bisa melarangnya. Sebab, cuaca tidak bisa diprediksi. Bisa jadi tiba-tiba muncul aliran deras padahal kondisi dibawah tidak hujan,” kata Kepala BPBD Sleman, Julisetiono Dwi Wasito, Senin (1/12).

Juli mencontohkan kejadian di Kecamatan Gamping beberapa waktu lalu. Kondisi di atas hujan lebat, sehingga membuat arus sungai mencari kencang. Disaat yang bersamaan ada beberapa anak sedang mandi di sungai dan tidak dapat menyelamatkan diri, sehingga meninggaldunia. Untuk itu, Juli meminta masyarakat terutama yang tinggal di dekat sungai untuk meningkatkan kewaspadaannya.

“Cuaca bisa saja berbeda. Di bawah cerah. Sedangkan diatas hujan. Untuk itu waspada harus dimiliki oleh masyarakat. Tidak hanya bagi mereka yang tinggal di dekat sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Melainkan semuanya. Sebab tidak ada yang tahu, kapan aliran akan datang dan seberapa besar,” jelasnya.

Aliran deras menurut Juli biasanya muncul terutama di bagian belokan sungai atau di titik pertemuan. Biasa di lokasi tersebut arus cukup kencang dan kuat. Jika sungai yang berhulu di Gunung Merapi, aliran cenderung berupa banjir lahar hujan. Berbeda sungai biasa. Material yang dibawa terkadang lebih besar dan berat. Seperti sampah bahkan bisa juga pohon.

BPBD tidak henti untuk mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Baik melalui camat, kepala desa ataupun tokoh masyarakat setempat. Harapannya kesiapsiagaan bencana dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman.

Sementara itu Camat Kalasan Samsul Bachri SSos MSi menyambut naik himbauan BPBD tersebut. Sekarang memang baru masuk musim hujan, sehingga arus air sungai lebih besar dan bisa saja terjadi tiba-tiba banjir. Jika di hulu terjadi hujan deras dan lama. “Tentu ini sangat bahaya dan perlu diwaspadai terutama anak-anak yang suka bermain di sungai. Orangtua harus memperhatikan itu dan melarang anaknya bermain di sungai,” katanya.




Dinas SDAEM Sleman Pastikan Stok LPG Mencukupi

Sleman– Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan gas untuk memastikan adanya keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas ukuran tiga kilogram, pada hari Jumat (28/11) lalu.

“Hasil dari sidak yang kami lakukan telah diperoleh kepastian bahwa tidak ada kelangkaan gas tiga kilogram di wilayah Sleman,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Slamet Riyadi kepada wartawan di Sleman, kemarin.

Menurut Slamet Riyadi, sidak yang dilakukan tersebut untuk memastikan ketersediaan gas ukuran tiga kilogram dan juga terkait dengan lonjakan harga. Diakui Slamet Riyadi, memang ada masukan dari masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan gas tiga kilogram, namun dari sidak di pangkalan diperoleh hasil bahwa gas masih cukup hingga Natal dan Tahun Baru nanti dan tidak ada kenaikan harga.

Ia mengatakan, sidak yang dilakukan meliputi dua agen besar di Kecamatan Sleman. “Yang jelas stok gas aman dan cukup, masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Sebelumnya warga di wilayah Kabupaten Sleman telah mengeluhkan langkanya persediaan gas ukuran tiga kilogram di tingkat pengecer maupun pangkalan.