CPNS Sleman Akan Jalani Tes Kesehatan Jiwa dan Tes Urine

Sleman – Sebanyak 39 peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sleman 2014 yang dinyatakan lolos Tes Kemampuan Dasar (TKD) menjalani tes kesehatan yang terdiri dari berbagai jenis tes. Kepala BKD Sleman, Drs  Iswoyo Hadiwarno, kemarin  mengatakan untuk memudahkan peserta, pihaknya sudah koordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman dan mereka sudah menyiapkan keperluan tes kesehatan. Tes kesehatan sendiri akan dilakukan di RSUD Sleman pada Rabu (10/12) . Sementara hasil tes kesehatan bisa diambil pada hari berikutnya, Kamis (11/12) di RSUD Sleman.

Direktur RSUD Sleman, Hastaryo MKes mengungkapkan, pihaknya telah siap memfasilitasi tes kesehatan para peserta seleksi CPNS yang lolos TKD. “Tidak ada persiapan khusus karena ini bagian dari pelayanan kami,”  kata Joko. Joko memaparkan, tes kesehatan akan meliputi pemeriksaan umum seperti cek darah dan urine serta pemeriksaan kesehatan jiwa. “Kami butuh waktu sekitar empat jam untuk memeriksa 39 orang,” imbuhnya kemudian.

Selanjutnya, seluruh kelengkapan berkas harus dikumpulkan paling lambat pada 15 Desember mendatang. Iswoyo menambahkan, setelah pemberkasan, tahapan berikutnya adalah verifikasi administrasi oleh Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jogja. “Kalau tidak mengumpulkan berkas sampai batas yang ditentukan, tidak akan diangkat jadi pegawai,” tegas Iswoyo.




Batik dengan Pewarna Alami Lebih Ramah Lingkungan

Sleman – Batik saat ini menjadi produk yang banyak dikerjakan oleh masyarakat termasuk masyarakat Sleman. Hanya saya untuk pewarnaan batik para perajin batik lebih banyak memilih warna yang mengandung unsur kimia atau pewarna sintetis. Tak banyak yang memilih menggunakan pewarna alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Setelah melakukan berbagai penelitian Gama Indigo yang berlokasi di Dusun Jetis Baran Desa Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman telah mengembangkan pewarna alami untuk batik.

“Ada 5 keuntungan menggunakan pewarna alami untuk batik yaitu murah, berkualitas, dosis pasti, praktis dan tersedia dalam kapasitas besar,” kata Lusiana Mariana, salah seorang karyawan Gama Indigo kepada wartawan, Rabu (10/12). Dijelaskan Lusiana, pemilihan pewarna alami untuk batik ini memang lebih aman (tidak karsinogen dan ramah lingkungan. Selain itu memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, menekan impor penggunaan pewarna sintetis dan lainnya.

Selama ini lanjut Lusiana potensi alam ini belum termanfaatkan dengan baik karena zat warna sintetis murah dan tersedia di pasaran. Dan setelah mengadakan penelitian agar pewarna alami kompetitif dengan pewarna sintetis sehingga potensi zat warna alami bisa termanfaatkan. “Gama Indigo telah menggunakan bahan pewarna alami untuk pewarna batik dengan serbuk dari ekstrak kayu Tingi, Tegeran, Jolawe, Merbau dan Sabut Kelapa dan sudah dilakukan beberapa tahun lalu,” tutur Lusiana.

Dengan pewarna alami ini proses pencelupan batik lebih mudah dan tidak berlimbah karena pewarnanya bisa dipakai terus. Sehingga tidak ada limbahnya. Dan warna yang dihasilkan dengan pewarna alami ini antara lain coklat, coklat kemerahan, biru, coklat gelap dan lainnya.




Pemkab Siapkan Perlindungan Naker Hadapi MEA

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman  berupaya meningkatkan daya saing dan perlindungan tenaga kerja (naker) serta keserasian hubungan industrial guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015.

“Pemkab Sleman juga telah  mengambil kebijakan terus meningkatkan kualitas SDM dalam proses belajar mengajar dan mutu lulusan serta relevansi pendidikan dengan dunia kerja,” kata Asisten Sekda Kabupaten Sleman, Dra Suyamsih MPd, kemarin. Menurut Suyamsih, Pemkab Sleman juga meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesehatan termasuk di dalamnya standarisasi pelayanan kesehatan, meningkatkan profesionalitas tenaga kerja dan lainnya.

“Berbagai langkah dan tindak lanjut Pemkab Sleman di ataranya yaitu mengintensifkan sosialisasi MEA hingga desa, kebijakan yang jelas tertuang dalam RPJMD tentang peningkatan daya saing,” katanya.
Kemudian, langkah lain adalah melakukan standarisasi produk, mengembangkan UMKM dengan pendekatan klaster, meningkatkan SDM trampil dan profesional dengan sertifikasi minimal ASEAN.

Sleman memang harus mempersiapkan diri menghadapi permasalahan umum menjelang MEA 2015 di sektor produk barang dan sektor jasa. Sleman memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, industri kecil menengah, wisata serta lingkungan hidup.