Hadiah Tabungan Mutiara Bank Sleman Diserahkan

DSC_0039 (1) (1024 x 678)Sleman – Hadiah utama Daihatsu Xenia dan hadiah hiburan lainnya diserahkan kepada pemenangnya Kamis, (11/12), oleh Direktur Utama Muh Sigit SE MSI dan Direktur  Bank Sleman Yustinus Mahatma SE.  Undian telah dilaksanakan bersamaan dengan jalan sehat yang dikemas dalam acarqa Gempita Mutiara Bank Sleman dan puncak acara HUT PD BPR Bank Sleman ke 33 di lapangan Denggung Sleman, Minggu (30/11) yang lalu.

Mobil Xenia dimenangkan  Ny Sri Lestari Karyawan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sleman beralamat di Ngabean Kulon Sinduharjo Ngaglik, Honda Vario dimenangkan Nur Siti Fatimah, Ngleles Condongcatur Depok dan Honda Beat dimenangkan dr Tuty Darmawati Spa. Sanan Sendangarum Minggir, dan Honda Scopy dimenangkan Pemerintah Desa Sinduharjo. Hadiah hiburan lainnya berupa 5 buah TV LED 32 inc, 5 buah Kulkas, 5 buah mesin cuci, 5 buah kompor gas dan 5 buah oven.

Sementara itu  Muhammad Sigit   mengucapkan terima kasih atas kesetiaan nasabah kepada Bank Sleman dengan menabung di tabungan Mutiara. Dana yang disimpan masyarakat yang mempunyai kelonggaran uang  akan mendukung berkembangnya Bank Sleman dan Bank mempunyai kewajiban untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pihak Bank Sleman sebagai perantara untuk mengelola dana sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat menerima dana dalam bentuk kredit dengan bunga yang murah. Semakin tinggi tabungan yang masuk di Bank Sleman akan semakin murah bunga kredit bagi mayarakat yang membutuhkan. Bank Sleman sebagai bank milik Pemkab Sleman mempunyai misi untuk ikut mensejahterakan masyarakat dengan bentuk bantuan permodalan dengan bunga murah.

Diakui  Muh Sigit, saat ini masih banyak pedagang dan UMKM yang membutuhkan dana dibawah Rp 5 juta. Kredit sebesar itu akan sangat berarti untuk mendukung kelancaran usaha para pedagang kecil dan UMKM di Kabupaten Sleman untuk dapat berkembang dan Bank Sleman mempunyai kewajiban untuk membantu permodalan.




GKR Hemas Kunjungi TK dan SD di Berbah

Sleman – Wakil Bupati Sleman  Yuni Satiya Rahayu SS MHum menyambut kedatangan DPD RI, GKR Hemas di Dusun Mangunan, Kalitirto Kecamatan Berbah, Kamis (11/12).  Yuni dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi yang luar basa kepada yayasan yang di ketuai oleh CB Mulyanto Pr yang telah memberikan bentuk sekolah yang memang dekat dengan alam sehingga nantinya anak-anak tahu akan alam sekitar. 

Untuk itu Yuni berharap jam belajar masyarakat di Kabupaten Sleman dihidupkan kembali yaitu dari pukul   WIB sampai dengan pukul   WIB agar anak-anak yang masih bersekolah tidak keluyuran di luar.

“Untuk itu kita harus mendorong anak-anak untuk belajar, namun sebagai orang tua juga jangan hanya menonton TV atau mendengarkan radio saja marilah kita sama-sama mengawasi anak-anak kita bersama agar membiasakan belajar dan belajar untuk menghindari kenakalan anak-anak, “ kata Yuni.

Tumbuh kembang anak bukan hanya tanggung jawab keluarga tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga yang lainnya. Sekolah dan masyarakat di lingkungan sekitarnya juga memiliki andil dalam membentuk karakter anak sehingga harus mampu menerapkan pola pendidikan yang benar. Untuk itu diperlukan dukungan masyarakat untuk mengubah mindset bahwa pendidikan karakter ini merupakan tanggungjawab bersama.

Dalam kesempatan tersebut ketua yayasan, CB  Mulyatno Pr mengucapkan  terimakasih atas kunjungan GKR Hemas sebagai  DPR RI untuk DIY dan semua pejabat yang telah hadir dalam acara tersebut, hal ini akan menjadikan cambuk untuk  pengabdian sebagai anak bangsa.

TK dan SD di Mangunan merupakan tempat bagi untuk melibatkan diri dalam mengisi kemerdekaan bangsa. Semoga kami bersama-sama mampu menghadirkan pendidikan yang menguatkan Keistimewaan Yogyakarta melalui sentuhan kasih yang menumbuhkan perkembangan anak – anak yang berakar pada budaya kita yang adiluhung dan kearifan lokal masyarakat Jogja ini.

Sedang GKR Hemas sangat kagum melihat bangunan sekolah yang begitu  asri yang sangat sesuai dengan karakter Jawa rumah di bentuk begitu penuh dengan keaslian adat sebagai orang Jawa yang telah kita sadar dan tidak sadar kita sebagai orang Jawa sangat sulit untuk nguri-uri budaya jawa kita yang adiluhung ini.

GKR Hemas sebelum berdialog langsung dengan para guru dan orang tua wali murid meningjau langsung bangunan untuk anak-anak  TK, dan SD Kanisius eksperimental di dusun Mangunan, Berbah tersebut. Dan GKR Hemas sangat berkesan dengan adanya penataan lokasi pembangunan  Sekolah TK dan SD Kanisius.

”Mudah-mudahan ini menjadikan kebangkitan kita bersama untuk tahu bagaimana kita dekat dengan alam di sekitar kita,” kata GKR Hemas.

Lebih lanjut GKR Hemas merasa prihatin karena di Jogja toleransi sudah mulai menipis dan akan hilang. ”Kita akan mendidik anak-anak bangsa kita mulai dari dusun mangunan sini dan saya yakin anak-anak ini akan menjadi soko guru kekuatan dari bangsa ini. Kita memang tidak hanya mendidik secara  ilmu tapi kita mendidik secara karakter,” tutur GKR Hemas.




Masyarakat Mlati Ikut Gladi Lapang Penanggulangan Bencana

Sleman – Sebanyak tiga orang mengalami luka yang cukup serius, salah satu diantaranya  mengalami luka berat akibat bencana lesus/Puting beliung yang terjadi di wilayah desa Suberadi Mlati, Kamis (11/12).  Ketiga orang yang mengalami luka-luka tersebut akibat tertimpa pohon tumbang akibat puting beliung tersebut. 

Terjadinya bencana lesus tersebut diawali adanya cuaca panas yang ekstrim daan berubah menjadi mendung hitang disertai angin kencang diatas wilayah desa Sumberadi Mlati. Akibat bencana lesus tersebut menjadikan warga panik untuk menyelamatkan diri, terlebih adanya suara kentong titir dari masyarakat yang menandakan adanya bencana.

Akibat angin puting beliung/lesus kerugian yang dialami masyarakat cukup banyak , berupa robohnya bebera pohon besar yang menimpa rumah warga. Namun berkat kesigapan tim SAR dan relawan maka korban dapat segera dievakuasi, untuk sementara sebelum dibawa ke rumah sakit ditangani di posko yang ada di Balaidesa Sumberadi.

Sementara beberapa pohon yang tumbang tersebut oleh relawan segera dipotong-potong dan membersihkan beberapa rumah yang tertimpa pohon tersebut. Hal tersebut sesuai skenario dalam gladi lapang penanggulangan bencana lesus/puting beliung di balaidesa Sumberadi Mlati, kemarin. Hadir pada gladi lapang btersebut antara lain Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs Julisetiono Dwi Wasito, Camat Mlati Drs Suyudi,  Kapolsek Mlati, Danramil Mlati.

Dalam sambutannya Suyudi menyampaikan bahwa gladi lapang tersebut dilakukan sebaga contoh/simulasi agaar bila terjadi bencana khususnya puting beliung masyarakat sudah siap dan mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan.




Sleman Kembali Terima Penghargaan dari Kemenkumham RI

Sleman – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, karena hanya dalam dua pekan telah menerima tiga penghargaan. Penghargaan pertama dari kementerian PU yang diterima pada hari Sabtu tanggal 6 Desember 2014 lalu, penghargaan kedua pada hari Senin tanggal 8 Desember 2014 lalu dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Rabu tanggal  10 Desember 2014 Bupati Sleman kembali menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia  RI.

Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Dra Endah SW dikantornya, Kamis (11/12). Dikatakan Endah, pemberian penghargaan dari Kemenkumham tersebut diberikan sebagai prestasi kepada Pembina Pemerintah Kabupaten/kota yang memenuhi kriteria sebagai kabupaten/kota Peduli Hak Asasi Manusia pada tahun 2013.

Pada kesempatan tersebut penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly di Grha Pengayoman Kaementarian Hukum dan HAM. Menteri Kemenkumham antara lain menyampaikan bahwa setiap hari adalah Hari HAM, oleh karena itu setiap manusia mempunyai berbagai hak yang sama yang perlu dilindungi, dimana dan kapan saja tanpa memandang Agama, Suku dan ras.

Sedangkan kriteria penilaian kabupaten/kota peduli Hak Asasi Manusia tersebut antara lain Hak hidup yang mencakup angka kematian ibu, angka kematian bayi dan tutupan vegetasi pada kawasan berfungsi lindung. Hak mengembangkan diri yang mencakup persentase anak usia 7-12 tahun yang belum memperoleh pendidikan tingkat SD, persentase anak usia 13-15 tahun yang belum memperoleh pendidikan tingkat SMP, persentase anak berkebutuhan khusus yang memperoleh pendidikan, dan persentase penyandang buta aksara.

Disamping itu kriteria yang menyangkut Hak atas kesejaahteraan yang mencakup tujuh aspek, juga kriteria Hak atas rasa aman yang mencakup jumlah deminstraasi yang anarkis, daan kriteria Hak perempuan dan mencakup dua aspek. Dari beberapa aspek tersebut Kabupaten Sleman hampir semua aspek nilainya 10 hingga dalam penghargaan tersebut nilai yang diraih kabupaten sleman 94.