Sleman Targetkan 325.000 Wisatawan Pada Akhir Tahun

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman menargetkan jumlah wisatawan yang  mengunjungi sejumlah destinasi wisata di wilayah ini sebanyak orang pada libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015. “Libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 selama 15 hari, terhitung mulai 21 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015. Target kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di kabupaten ini sebanyak orang,” kata Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Jumat (18/12).

Menurut dia, berdasarkan data yang dihimpun, selama libur Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 objek wisata di Kabupaten Sleman dikunjungi wisatawan. Pencapaian tersebut dicatat selama 16 hari sejak 21 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014.

“Penyebaran kunjungan wisatawan sebanyak itu meliputi ke objek wisata Kaliurang sebanyak orang, di antaranya ke Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) sebanyak orang, Taman Rekreasi Anak wisatawan, menggunakan jasa Jeep Wisata Kaliurang sebanyak orang, dan ke Museum Ullen Sentalu sebanyak wisatawan.” katanya.

Kemudian ke objek wisata Volcano Tour di Kecamatan Cangkringan sebanyak wisatawan, Museum Gunungapi Merapi (MGM) sebanyak orang, Candi Prambanan orang ( wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara), Candi Ratu Boko sebanyak orang ( wisnus dan wisman), Monumen Jogja Kembali wisatawan, dan Museum Affandi orang ( wisnus dan 113 wisman).

“Ke desa wisata sebanyak orang, di antaranya berkunjung ke desa wisata Pulesari wisatawan (termasuk pengunjung dalam agenda pameran, lomba mewarnai, pentas seni dalam upacara adat Pager Bumi), Tunggularum 960 orang, Sidoakur orang, Tunggularum 960 wisatawan, Pentingsari 867 orang, Tanjung 840 orang, Brajan 274 orang, Gamplong 268 orang, dan Grogol 245 wisatawan,” tambahnya.

Ayu juga mengatakan dari data kunjungan tersebut, Candi Prambanan, Kaliurang, dan Volcano Tour di Cangkringan masih menjadi destinasi unggulan, kemudian Monjali, dan Museum Gunungapi Merapi (MGM). Pada libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 diperkirakan destinasi-destinasi tersebut masih akan menjadi favorit kunjungan wisatawan.

Pada tahun ini lanjut Ayu, pihaknya mengemas atraksi pendukung selama libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 di antaranya atraksi di panggung Tlogo Putri, Kaliurang, yakni Minggu 21 Desember 2014 pukul WIB sampai WIB, Jathilan Krido Manunggal dari Turen Sardonoharjo Ngaglik pada Kamis 24 Desember 2014 pukul WIB. Kemudian pada pukul WIB pentas orkes melayu OM Paljaya, Pogung Lor Sinduadi Mlatil, Jumat 26 Desember 2014 pukul WIB hingga WIB OM Vilasta, Mancasan Lor Condongcatur Depok.

“Pada Sabtu 27 Desember 2014 pukul hingga Jathilan Bekso wiromo Mudo, Sermo Sumberarum Moyudan, Minggu 28 Desember 2014 pukul sampai WIB OM Seva Nada, Murangan VII Triharjo Sleman dan Rabu 31 Desember 2014 pukul hingga WIB Orkes Melayu Ikatan Orkes Melayu (IKOM) Kabupaten Sleman SATRIO, Karang Bimomartani Ngemplak,” kata Ayu.

Sedangkan atraksi di Taman Kuliner, Depok, Sleman, di antaranya pada Rabu 31 Desember 2014 pukul WIB sampai WIB WIB Orkes Keroncong Himpunan Artis Musik Keroncong Republik Indonesia (HAMKRI) Kabupaten Sleman, dan dilanjutkan pada pukul WIB hingga pukul WIB Komunitas Band Sleman.




Kecamatan Kalasan Juara Evaluasi Pengendalian dan Pemerintahan

1912 SLEMAN PENGHARGAAN (1) (1024 x 680)Sleman – Guna memotivasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di lingkup Kecamatan, PemerintahKabupaten (Pemkab) Sleman menyelenggarakan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Tahun 2014. Pada tahun 2014 ini, yang menjadi juara pertama adalah Kecamatan Kalasan.

“Ini adalah bentuk apresiasi dan bentuk dorongan agar 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman dapat memiliki kinerja optimal dan dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, mengingat kecamatan menjadi ujung tombak pelayanan publik di Kabupaten Sleman,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika menyerahkan hadiah bagi para juara Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Tahun 2014, di Aula Lantai 3 Pemkab Sleman,kemarin.

Berikut Hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan tahun 2014, Peringkat I Kecamatan Kalasan, Peringkat II Kecamatan Berbah, Peringkat III Kecamatan Sleman. Pemkab Sleman memberikan hadiah kepada para juara, yaitu Peringkat I diberikan tropi bergilir, piagam dan barang penunjang pelayanan senilai Rp 5 juta. Peringkat II piagam dan barang penunjang pelayanan senilai Rp 4 juta. Peringkat III piagam dan barang penunjang pelayanan senilai Rp 3 juta.




1000 Hektare Lahan di Sleman Dalam Kondisi Kritis

1912 SLEMAN TEBAR IKAN (1024 x 680)Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan  bahwa wilayah Kabupaten Sleman ini juga terdapat 1000 hektare lebih lahan kritis dan sangat kritis , sedangkan hektare lebih adalah lahan yang berpotensi kritis.

“Kami senantiasa berupaya  meningkatkan kepedulian masyarakat agar peduli dengan kondisi lingkungan serta melakukan pemulihan dan pelestarian hutan. Gerakan menanam pohon juga senantiasa kami lakukan dan galakkan, khususnya di lokasi lahan kritis,” kata Sri Purnomo dalam acara Puncak Pekan Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) ke 54 tingkat Kabupaten Sleman tahun 2014 dipusatkan di Embung Candirejo Tegaltirto Berbah Sleman. Puncak acara tersebut ditandai dengan pelepasan burung, penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di embung Candirejo, Jumat (18/12).

Dikatakan Sri Purnomo, kerusakan hutan, mengakibatkan menurun-nya daerah resapan air dan debet air di Kabupaten Sleman. Untuk mengembalikan fungsi hutan yang telah rusak, Pemkab terus berupaya menekan laju degaradasi hutan dan deforestasi melalui melalui program rehabilitasi hutan dan lahan dengan dana APBD dan APBN serta program CSR dari berbagai pihak yang peduli lingkungan.

Oleh karena itu disampaikan Sri Purnomo bahwa gerakan penghijauan  adalah dalam rangka untuk menyelamatkan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup agar sesuai dengan peruntukkannya.  Selain itu kegiatan penghijauan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai upaya menanam saja, karena tanggungjawab untuk memelihara hingga pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik.

Upaya ini juga merupakan salah satu momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya arti pemeliharaan kelestarian lingkungan. Untuk itu Sri Purnomo  mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesinambungan upaya konservasi lingkungan ini. Diharapkan pula agar penanaman pohon yang dilakukan di  Embung Candirejo, Desa Tegaltirto Kecamatan Berbah ini hendaknya diiringi dengan upaya pemeliharaan, perawatan dan perlindungan.

Terlebih lagi pohon yang ditanam pada hari ini adalah tanaman keras dan hortikultura yang jika berhasil tumbuh akan sangat bermanfaat bagi wilayah Embung Candirejo ini. Karena tanaman tersebut nantinya diharapkan dapat menyimpan air sehingga embung Candirejo ini tidak pernah kering nantinya.

“Untuk itu marilah kita manfaatkan musim penghujan ini dengan upaya penanaman yang lebih intensif,” kata Sri Purnomo. Menurut Sri Purnomo, penanaman pohon berupa tanaman keras dan hortikultura ini tidak hanya bisa ditanam di daerah embung, seperti di Candirejo ini saja.

Setiap jengkal lahan yang kosong dan layak ditanam pohon baik di sekitar perkantoran maupun di lingkungan rumah juga harus dilakukan. Pohon yang ditanam-pun juga bisa bermacam-macam, tidak harus pohon yang tinggi namun tanaman-tanaman lokal yang mudah dicari bibitnya dan tahan terhadap perubahan cuaca. Hal ini dikarenakan makin banyak pohon di sekitar kita maka makin banyak pula suplai oksigen dan air yang diproduksi.

Sedangkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Ephipana Kristiyani  melaporkan bahwa tujuan kegiatan PPKAN antara lain memberi motivasi pada masyarakaat untuk ikut memahami dan melestarikan sumber daya alam agar vtercipta keseimbangan ekosistem yang dapat menjamin kelnagsungan hidup baik bagi manusia maupun makluk hidup lainnya, juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan swadaya masyarakat dalam melestarikan hutan, air dan tanah melalui gerakan penghijauan.

Adapun tanaman yang bakal ditaman saebanyak 3000 batang yang terdiri antara lain Sawo kecik, Kepel, Mangga, Kelengkeng, Manggis, Gayam dan lainnya. Sementara itu Camat Berbah Dra Tina Hastani MM menyampaikan bahwa embung Candirejo tersebut dibangun dilahan seluas 6000 m2  untuk mengocori lima bulak sawah bagi 258 petani dan sekitar 250 ha sawah.

Disamping itu pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Dokuman lingkungan kepada Inspektorat Sleman yang diterima Kepala Inspektorat Sleman Suyono SH, Dukcapil Sleman, Kantor pelayanan Paerijinan, Badan KB dan PMPP, Dinkes, Sekretariat Korpri Sleman, Dinas Pasar, DPPD dan Kantor Lingkungan Hidup.

Serta penyerahan juara evaluasi Ponpes berwawasan Lingkungan dan berhak sebagai peringkat I Ponpes Darul Ilmi, Murten Tridadi Sleman, peringkat II Ponpes Roudatus Salam, Karangsari Sendangtirto Berbah dan peringkat III Ponpes Al-Ikhlas Bercak Jogotirto Berbah. Sedang untuk lomba Kampung Iklim juara I KPSM Paermata dari Pakem Tamanmartani Kalasan, juara II Padukuhan Kabunan Widodomartani Ngemplak dan juara III Padukuhan Kromodangsan Lumbungrejo Tempel.