113 Kelompok Tani Terima Bantuan Alat Pertanian

DSC_0387 (1024 x 678)Sleman – Sebanyak 113 kelompok tani di Kabupaten Sleman mendapat bantuan sarana da prasarana pertanian, perikanan dan kehutanan senilai Rp 2,32 miliar. Penyerahan dilaksanakan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI didampingi Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman Ir Widi Sutikno MSi di halaman kantor  Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman, Jumat (19/12).Menurut Widi Sutikno bantuan yang diserahkan terdiri dari pompa air  25 buah untuk 25 kelompok,dan traktor 80 buah  dari dana APBN dan 8 buah traktor dari dana APBD Sleman untuk 80 kelompok. Dalam kesempatan ini juga hadir Kabid Tanaman Pangan DIY Ir Sarworini Setyobudi Astuti MSi yang menyampaikan bahwa DIY mendapat bantuan 125 traktor dan 80 buah untuk Kabupaten Sleman dan menyampaikan pesan dari Presiden melalui Kementrian Pertanian bahwa bantuan alat pertanian ini agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin bila perlu bisa disewakan dan uang hasil sewa bisa dimanfaatkan kelompok. Alat pertanian juga harus dijaga dan dipelihara sehingga harapan pemerintah Pusat dalam waktu 3 tahun Indonesia dapat swasembada Beras, Jagung dan Kedelai.

Sementara itu usai menyerahkan bantuan dan mencoba menghidupkan mesin traktor, Bupati Sri Purnomo berpesan kepada kelompok tani penerima bantuan untuk dapat memanfaatkan sarana dan prasarana pertanian ini seoptimal mungkin.  Pemkab Sleman memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung upaya swasembada beras, jagung dan kedelai yang dicanangkan pemerintah pusat 3 tahun kedepan.

Walaupan tidak mungkin membuka lahan baru tetapi dengan intensifikasi diharapkan dapat memenuhi target untuk swasembada beras, jagung dan kedelai. Jumlah bantuan dari pemerintah pusat yang begitu besar sejumlah 80 buah traktor merupakan kepercayaan dari pemerintah pusat bahwa petani Sleman akan dapat memanfaatkan bantuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Sleman.




Sleman Kirim Relawan ke Banjarnegara

DSC_0337 (1024 x 678)Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kirim relawan ke Banjarnegara. Pengiriman bantuan korban Tanah Longsor Banjarnegara telah diberangkatkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kamis (18/12) lalu dari rumah Dinas Bupati Sleman. Tim relawan yang membawa bantuan untuk korban tanah longsor Banjarnegara terdiri dari Tagana 6 orang dan tim medis 3 orang serta Kepala BPBD Drs Julisetiono dan Pengurus BAZ Sleman Kriswanto dan Nur Huda. Pemkab Sleman membawa bantuan dana dari BAZ Sleman sebesar Rp 100 juta, bantuan logistik 10 jenis meliputi tikar, selimut, pakaian  dan bantuan obat-obatan. 

Kepada relawan Sri Purnomo berpesan bahwa tim relawan adalah wakil dari masyarakat Sleman, untuk diharapkan dapat menunjukkan semangat sosial membantu korban Tanah Longsor Banjarnegara, menunjukan kinerja dan etos kerja yang baik, dan jangan sampai tim malah merepotkan serta menambah beban bagi masyarakat yang sudah tertimpa musibah.

Sri Purnomo juga menitipkan pesan untuk warga dan pemerintah Kabupaten Banjarnegara, bahwa masyarakat Sleman ikut prihatin dengan musibah tanah longsor. Sesampai di Banjarnegara bantuan diserahkan di Posko Logistik BPBD Banjarnegara yang diterima Staf Ahli Bupati dan Kabag Kesra Banjarnegara selaku Pengurus SATLAK PB Banjarnegara dan selanjutnya tim juga mengantar anggota Tagana dan Tim Medis ke lokasi bencana Tanah Longsor Banjarnegara di Kecamatan Karangkobar tempat POSKO utama didirikan.

Tim kesehatan langsung bergabung dengan tim kesehatan yang telah ada di halaman Kecamatan Karangkobar untuk melayani pasien yang hipertensi, demam, flu batuk dan lainnya. Sementara itu Tim Tagana langsung bekerja mengirim logistik dari POSKO Kabupaten ke POSKO Utama Karangkobar. Dalam perjalanan tim sempat mengalami kemacetan lalu lintas karena sempitnya jalan menuju lokasi tanah longsor dan kondisi hujan cukup deras.

Jalan yang sempit dipegunungan Karangkobar yang seharusnya hanya bisa dilalui satu kendaraan terpaksa jadi dua arah karena memang kondisi jalan utama tertimbun tanah longsor, sehingga perjalanan sempat terhambat kemacetan selama hampir 2 jam lebih, menunggu antrean dan terpaksa harus mengepras tebing untuk bisa dilalui kendaraan dua arah.