Festival Lampion Meriahkan Liburan di Kaliurang

Sleman – Puluhan lampion tampak menghiasi kawasan wisata Kaliurang Sleman, Kamis (25/12). Lampion hasil kreativitas warga setempat tersebut berhasil menarik perhatian para wisatawan. Lampion kreativitas masyarakat tersebut kebanyakan  berbentuk tokoh wayang. Ada Hanoman yang digambarkan sedang dikepung api, Srikandi yang belajar memanah, Gatotkaca terbang, dan lainnya.

Beberapa pengunjung bahkan ada yang menyempatkan diri berfoto di depan lampion berbentuk Hanoman yang ada di pintu masuk Tlogo Putri. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Festival lampion adalah bagian dari Gebyar Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman untuk menyambut pergantian tahun 2014 menuju 2015.

“Ada 22 kelompok masyarakat di Kaliurang yang jadi peserta,” kata Ayu, kemarin. Ayu menambahkan, hasil karya peserta dipanjang di sepanjang jalan utama kawasan wisata Kaliurang, yaitu dari setelah pintu retribusi hingga Tlogo Putri. “Kami minta dipajang sejak 21 Desember 2014 hingga 31 Desember 2014,” kata Ayu.

Ayu menambahkan even ini merupakan bagian dari festival lampion yang untuk menyemarakkan suasana libur akhir tahun di Kaliurang. Pihaknya sengaja melibatkan warga setempat dengan tujuan agar warga ikut menjaga kawasan wisata ini. Sebagian besar lampion memiliki bentuk tokoh pewayang dengan ornamen warna-warni. Pemandangan inipun tidak disia-siakan wisatawan yang melintas di kawasan ini untuk berhenti sejenak dan mengambil foto diri dengan latar belakang lampion hias tersebut.

Festival kali ini merupakan kedua kalinya digelar di kawasan wisata Kaliurang dalam menyambut liburan akhir tahun. Menurutnya, even ini diikuti oleh masing-masing RT yang berada di Dusun Kaliurang.




Kelompok Tani Ngemplak Olah Kotoran Ternak Jadi Pupuk Organik

2612 SLEMAN PUPUK ORGANIK (1024 x 683)Sleman – Petani di Kabupaten Sleman semakin maju dan kreatif berinovasi membuat pupuk organik. Hal ini dibuktikan Kelompok Tani Sedyo Makmur Ngemplak 1 Desa Umbulmartani Ngemplak Sleman mampu mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Menurut Ketua 2 sekaligus penanggungjawab pengolahan pupuk organik Ngemplak, Harno Mulyono  bahwa pangsa pasar pupuk masih banyak.

“Kelompok Tani Sedyo Makmur Ngemplak ini  baru mengolah 40% hasil kotoran ternak namun permintaan masih melebihi,” kata Harno, Jumat (26/12).

Dijelaskan Harno, jika terkelola semua bisa produksi hingga 5,5 ton pupuk dan hasil produksi pupuk oerganik ini dipasarkan ke petani langsung maupun toko pertanian. Anggota kelompok ada 44 orang dengan jumlah sapi 143 ekor. Dari ternak sapi tersebut perhari 1 ekor sapi menghasilkan 25 kilo kotoran. Awal mengelola pupuk sejak 2011 dapat bantuan sosial (bansos) dari APBN melalui Dinas Pertanian total Rp 340 juta berupa kandang komunal, rumah produksi, mesin penggiling, motor roda 3(viar).

“Produksi pupuk dikelola oleh 4 orang tenaga produksi. kelompok ini selain penggemukan sapi juga usaha pembibitan sapi seperti sapi limosin, metal dan PO,” tambah Harno.

Kelompok lanjut Harno hanya mengalami kendala pada alat dan luasan kandang. Selama ini kelompok menempati 2600 meter tanah kas desa. Diharapkan ke depan bisa memperluas kandang.




Sleman Kembali Terima Penghargaan Kawasan Lindung

2612 SLEMAN PENGHARGAAB (1024 x 576)Sleman – Di akhir tahun 2014 ini Kabupaten Sleman kembali meraih prestasi yang membanggakan dengan diterimanya penghargaan kawasan berfungsi lindung, pada tanggal 22 Desember 2014 lalu, pada puncak acara peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

“Bupati Sleman menerima penghargaan Piagam Reksaniyata dan Kabupaten Sleman merupakan satu di antara 11 kabupaten penerima piagam penghargaan Reksaniyat,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Endah SW dikantornya, Jumat (26/12).
Dijelaskan Endah, penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Kabupaten Sleman atas kinerjanya yang baik dalam pengelolaan tutupan vegetasi di kawasan berfungsi lindung yang memegang peranan penting dalam pengaturan air tanah, mencegah bahaya banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.
Sleman sebagai penyangga konservasi air di DIY telah melakukan upaya antara lain dengan mengintensifkan gerakan penghijauan di lereng merapi maupun lahan kritis. Selain itu kegiatan yang dilakukan mempertahankan pengaturan luasan kapling di kawasan berfungsi lindung, kewajiban menanam pohon bagi yang menebang, pernikahan hijau yakni mewajibkan pasangan yang menikah untuk menanam tanaman, meningkatkan peran serta masyarakat, sekolah dan swasta dalam penghijauan dan lainnya.
Adapun yang mendapat penghargaan Trophy Reksaniyata 9 kabupaten, yang dari Jawa Ciamis dan Cilacap, Untuk Piagam Reksaniyata 11 kabupaten, yang dari Jawa, Kabupaten Sleman dan Jombang. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya menyampaikan Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena merupakan sumber ketahanan pangan demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo usai menerima penghargaan menyampaikan terima kasih kepada pihak swasta dan masyarakat atas peran serta dalam penghijauan dan penanaman pohon yang selama ini dilakukan dan penghargaan ini merupakan bukti nyata keberhasilan program yang selama ini dilaksanakan Pemkab Sleman dengan dukungan penuh dari keterlibatan swasta dan masyarakat.
Sri Purnomo juga mengajak seluruh masyarakat dan swasta untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Sleman.



Pemkab Gelar Apel Satlinmas Amankan Natal dan Tahun Baru

Sleman – Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Drs Joko Supriyanto mengatakan bahwa dalam apel Satlinmas diikuti satu peleton Satpol PP, juga diikuti 527 anggota peleton inti Saatlinmas Kecamataan dan satu peleton Sarlinmas Kaliurang sebagai dukungan kekuatan tugas keamanan, ketentramanan dan ketertiban masyarakat  di Kabupaten Sleman. 

“Secara keseluruhan  satuan perlindungan masyarakat memiliki kekuataan personil, dengan rincian Satlinmas Inti kabupaten sejumlah 100 anggota, Satlinmas Peleton Inti kecamatan  dimana setiap kecamatan memiliki 31 personil, sehingga total sejumlah 527 anggota, Satlinmas Regu Inti Desa dimana setiap desa memiliki 11 personil sehingga total sejumlah 946 anggota,” kata Joko dalam Apel Siaga Linmas di lapangan Pemkab Sleman, Rabu (24/12).

Menurut Joko, selebihnya merupakan anggota Satlinmas yang ada di tingkat padukuhan sejumlah anggota, sebagai dukungan pengamanan Natal dan Tahun baru 2015. Penyelenggaraan Apel Siaga Satuan Perlindungan Masyarakat tersebut menandakan kesiapan dan kesiapsiagaan seluruh anggota Satlinmas dalam mewujudkan perlindungan bagi masyarakat.

“Melindungi masyarakat berarti menjaga dan menertibkan kondisi keamanan di lingkungan Kabupaten Sleman,” kata  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI saat menjadi inspektur Upacara pada apel siaga Satuan Perlindungan Masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa  belum lama ini terbit Peraturan Presiden No. 88 Tahun 2014 tentang pencabutan Keputusan Presiden Tahun 1972 mengenai Hansip yang berlaku sejak 1 September 2014 memiliki tujuan bahwa kedudukan Linmas saat ini adalah lebih relevan sebagai fungsi perlindungan masyarakat bukan sebagai Hansip (Pertahanan Sipil).

Oleh karenanya kewenangan Hansip sebagai organisasi pertahanan negara dicabut agar Dirjen Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri bisa melakukan pembinaan dan penataan organisasi sipil, sehingga keberadaannya di tengah masyarakat saat ini menjadi lebih efektif oleh karenanya dengan terbitnya Peraturan Presiden tahun 2014 itu bukan membubarkan organisasinya.

Oleh karena  itu, kembali Sri Purnomo  mengingatkan untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan negara dalam pelaksanaan tugas-tugas kamtramtibmas, jalankan amanat tersebut dengan sebaik-baiknya dan rasa ikhlas.

“Tidak lupa saya tekankan untuk mengedepankan upaya preventif dan persuasif.  Mari, kita bersama-sama membangun Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang aman, nyaman, tenteram, masyarakat makmur dan sejahtera,” tutur Sri Purnomo. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan tanda jabatan  kepada Kasar Pol PP kecamataan secara simbolis oleh Bupati Sleman.