2015 Obor Akan Hiasi Kawasan Kaliurang

Sleman – Sebanyak obor akan menghiasi malam pergantian tahun di Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Kaliurang, Rabu (31/12) malam. Pemasangan obor tersebut dilakukan guna menyemarakan peringatan Tahun Baru di kawasan wisata ini.
Pemasangan obor yang jumlahnya disesuaikan dengan tahun 2015 itu berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman bekerja sama dengan intansi dan pelaku wisata di kawasan Kaliurang. Rencananya, obor-obor tersebut akan dipasang sejak dari Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) ODTW Kaliurang hingga objek wisata Tlogo Putri.

“Kami juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini. Warga yang tinggal di kawasan ini kami minta ikut menyemarakan even ini dengan memasang obor di depan rumahnya. Pelibatan masyarakat ini ditujukan agar masyarakat merasa ikut memiliki dan andil pada obyek wisata ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM, Rabu (31/12).

Menurut Ayu, selain untuk menyemarakan perayaan tahun baru, pemasangan obor tersebut bertujuan untuk menghadirkan nuansa yang berbeda pada salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sleman . Sehingga diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri pada pariwisata di lereng Gunung Merapi.

“Kawasan Kaliurang menjadi salah satu destinasi wisata untuk merayakan libur pergantian tahun. Tidak hanya dari Jogja saja, namun juga dari berbagai daerah lain,” katanya.




Statment Bupati Sleman menyambut Pergantian Tahun 2014-2015

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan tahun 2014 akan segera  dilewati  bersama. Selama tahun 2014 tidak kurang dari 18 penghargaan.

“Selama kurun waktu 2010-2014 Kabupaten Sleman telah menerima 59 penghargaan,” kata Sri Purnomo, Rabu (31/12). Menurut Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Sleman bekomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan Prestasi yg telah dicapai, dan akan selalu melakukan evaluasi atas kekurangan dan kelemahan sebagai upaya perbaikan kedepan.

Pada tahun 2015 banyak tantangan yg harus dihadapi dan disikapi, antara lain kenaikan BBM , tarif dasar listrik dan utamanya terus menurunkan angka kemiskinan.

“Selaku Bupati dan pribadi, saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan seluruh stakeholder atas sinergitas dan semangat gotongroyong yang telah dibangun hingga Pemerintah Kabupaten Sleman mampu mendapatkan sejumlah penghargaan dari Pemerintah Pusat,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga berharap kerjasama ini dapat terus ditingkatkan untuk secara bersama mewujudkan visi Kabupaten Sleman yaitu mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera lahir batin, berdaya saing, dan berkeadilan gender pada tahun 2015.

“Dengan semangat bekerja keras, optimis, dan kegotong royongan Insya Allah bisa memasuki Pasar Bebas Asean di akhir th 2015 dan menjadi lebih kuat,” tambah Sri Purnomo.

Sri Purnomo  juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sleman untuk selalu menjadi tuan rumah yang baik, yang dapat menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, sehingga tamu-tamu yang berkunjung atau menempuh pendidikan di wilayah Kabupaten Sleman selalu merasa nyaman dan aman.




39 Desa dan 95 Padukuhan Terima Dana Tambahan Bagi Hasil Pajak

3012 SLEMAN MOU (1024 x 678)Sleman – Sebagai penghargaan atas capaian kinerja dalam penagihan PBB dan retribusi desa Pemkab Sleman memberikan dana tambahan bagi hasil PNN perdesaan dan perkotaan kepada 39 pemerintah desa dan 95 padukuhan.  Hal itu disampaikan Kabag Pemdes, Drs Mardiyono pada acara penyampaian dana bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah bagi desa Tahap II tahun 2014, di Aula BPKKD, kemarin.

Bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Assek Bidang Pemerintahan, Sunaryo SH menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh aparat pemerintah desa yang dengan penuh kesadaran telah melaksanakan kewajibannya, memotivasi dan memberikan pelayanan pada masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak, merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang sangat besar terhadap pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman.

Meskipun saat ini pembayaran PBB dapat dilakukan melalui bank-bank yang ditunjuk, namun peran perangkat desa sangat dibutuhkan guna memotivasi masyarakat membayar pajak tepat waktu serta melayani pemberian SPPT bagi wajib pajak. Terlebih lagi Kabupaten Sleman merupakan daerah dengan tingkat dinamika peralihan hak atas tanah dan perubahan peruntukan tanah yang tinggi di DIY.

Oleh karena itu perangkat desa harus mampu melakukan update data kepemilikan tanah di daerahnya. Bupati juga menghimbau kepada seluruh kepala desa dan dukuh untuk menggunakan dana yang diberikan seoptimal mungkin. Perlu diingat bahwa pemungutan tidak hanya dilakukan oleh kepala desa dan dukuh namun juga melibatkan perangkat desa hingga di level RT dan RW. Oleh karena itu, seyogyanya dana ini dapat diperuntukkan juga untuk kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi keseriusan para aparat pelaksana dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Aparat desa yang menjadi ujung tombak pelayanan PBB, agar bersikap lebih proaktif, bertanggung jawab, dan tertib dalam kolekting PBB dari masyarakat.

Pada tahun 2013, realisasi penerimaan PBB sebesar sebesar Rp 57,6 miliar atau 128% dari target yang ditetapkan yaitu Rp 45 miliar. Sedangkan pada tahun 2014 ini target yang ditetapkan adalah Rp 53 miliar. Sampai dengan bulan Oktober 2014 realisasi pendapatan dari penerimaan PBB sudah mencapai Rp 56,87 miliar. Hal ini patut disyukuri mengingat nantinya pembayaran PBB tersebut juga dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pembangunan di Sleman.




Untuk Layanan Pembayaran Pajak Pemkab Kerjasama Dengan Bank BPD DIY

Sleman – Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, Pemkab Sleman terus berupaya menyempurnakan mekanisme pembayaran pajak daerah. Mekanisme dimaksud yakni online yang memungkinkan wajib pajak dapat menyetorkan pembayaran pajak daerah melalui layanan perbankan yang ada. 

Hal itu disampaikan H Hardo Kiswoyo SE MSi, Kepala Dipenda Sleman pada acara penandatanganan kesepakatan bersama dengan Bank BPD DIY tentang penyelenggaraan pelayanan pembayaran pajak daerah, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (30/12).

Hardo menambahkan untuk tahap I Pemkab Sleman menunjuk BPD DIY sebagai tempat pembayaran pajak daerah secara online dengan tidak menutup kemungkinan lembaga perbankan lainnya untuk ikut serta dalam pelayanan pembayaran pajak daerah Kabupaten Sleman. Dengan demikian masyarakat semakin mendapatkan kemudahan dalam menunaikan kewajiban perpajakan daerahnya di Kabupaten Sleman.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada BPD DIY yang telah mendukung upaya-upaya perbaikan layanan khususnya dalam pembayaran pajak daerah melalui jasa perbankan. Diharapkan dengan nota kesepakatan ini, dapat memperbaiki layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat juga akan termotivasi untuk membayar pajak-pajak.

Ditambahkan seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka saat ini penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik juga dituntut berbasis elektronik (e-Government). Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, secara bertahap diharapkan bisa membangun sistem informasi yang terintegrasi, yang akan menghasilkan birokrasi yang cepat, akurat, efisien dan transparan.

Melalui nota kesepakatan ini maka merupakan suatu kemajuan dalam hal pembayaran pajak yang sebelumnya tidak dapat dilakukan di bank BPD DIY di kemudian hari dapat dilakukan melalui bank BPD DIY.

“Hal ini tentu saja mempermudah masyarakat dalam membayar pajak karena tidak perlu harus datang ke Dinas Pendapatan Daerah yang mungkin bagi sebagian masyarakat terlalu jauh,” kata Sri Purnomo.

Mekanisme pembayaran pajak yang bersifat online yaitu melalui counter teller, ATM maupun fasilitas perbankan lainnya ini diharapkan masyarakat dapat semakin tertib membayar pajak. Terlebih lagi jika masyarakat mengetahui bahwa pajak sangat besar manfaatnya bagi pembangunan.

Dengan adanya kemudahan membayar pajak, berarti juga mempermudah dan memperlancar pembangunan. Setelah penandatanganan kesepakatan ini, diharapkan mengenai pajak-pajak daerah yang dapat dibayarkan melalui BPD DIY ini juga segera disosialisasikan kepada masyarakat.

Penandatanganan perjanjian dilakukan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Direktur Utama Bank BPD DIY Drs Bambang SetiawanMBA disaksikan Wakil Ketua DPRD Sleman dan jajaran direksi Bank BPD DIY dan pimpinan Cabang BPD Sleman serta Kepala Dipenda Sleman.




Puskesmas Sleman Gelar Refresing Bersama Tanggap Bocah

IMG_6918Sleman – Dalam rangka hari libur anak sekolah tutup tahun 2014, Tanggap Bocah (TABO) Puskesmas Sleman menggelar program kegiatan “Refresing Bersama Tanggap Bocah” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (29/12). Tanggap Bocah (TABO) adalah mitra kerja Puskesmas Sleman dalam rangkar mencegah penyakit DBD, melaksanakan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Refresing Bersama Tanggap Bocah diisi dengan berbagai kegiatan menarik, diantaranya dialog anak, bermain dan bernyanyi. Kegiatan ini mengemas beberapa materi yang disampaikan oleh para pakar yang mengajak anak-anak untuk belajar sekaligus bergembira.

Materi yang disampaikan meliputi Dokter Sahabat Anak oleh Dokter Trisni Nur Andayani, Pengenalan Penyakit Menular, dan Pengendalian vektor pada anak. Sedangkan materi Instan Motivation di pandu Psikolog Puskemas Sleman dan Roll Play PHBS, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Sampah Sisa Jajan Anak Sekolah oleh Asana Widyawati dari Dinas Kesahatan Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi dari sekolah yang berasal dari 5 (lima) Desa, yaitu Desa Triharjo, Desa Tridadi, Desa Trimulyo, Desa Pandowoharjo, Desa Caturharjo. Sebanyak 650 orang pelajar mengikuti kegiatan yang merupakan sosialisasi kepada anak-anak.

 Tujuan penyelenggaraan Refresing Bersama TABO adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik hingga diatas 95%, melaksanakan system kewaspadaan dini penyakit DBD, pengenalan PHBS sejak dini, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat sejak usia dini.

Program kegiatan TABO didukung oleh Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Lintas Sektor, Puskesmas Sleman dan Dinkes Kab. Sleman. Seluruh kegiatan Refresing Bersama TABO sepenuhnya di biayai dari APBD Puskesmas Sleman.