Bupati Resmikan Jalan dan Pemugaran Masjid di Kalasan
Sleman – Jalan beraspal mulus sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter telah berhasil dibangun warga di dusun Kledokan Selomartani Kalasan dengan biaya Rp 111,700 juta . Biaya sebesar tersebut berkat swadaya masyarakat dusun Kledokan, yang kebetulan sebagai domisili Kepala Desa Selomartani Dra Nur Hidayati. Peresmian jalan tersebut telah dilakukan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang ditandai dengan pengguntingan pita yang dilajutkan peninjauan dengan naik kereta kencana yang dikusiri Kepala Desa Selomartani, dengan diringi Bregodo dari warga setempat berjumlah 40 orang. Ikut dalam kereta tersebut Muspika kecamatan Kalasan antara lain Camat Kalasan Drs Samsul Bachri MM dan tokoh masyarakat Syafarudin Alwi yang juga donatur pembangunan Masjid Al-Islam.
Disamping meresmikan jalan Sri Purnomo juga menandatangani prasasti dimulainya pemugaran Masjid Al-Islam . Masjid dengan anggaran biaya Rp 800 juta sampai saat ini sudah menghabiskan biaya Rp184 juta dengan kondisi baru lantai satu dan dua, sementara untuk dinding dan atas belum dimulai. Pada kesempatan tersebut bupati sleman minta agar jalan yang telah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit tersebut dirawat dengan baik agar mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan tahan lama, dan apabila ada kerusakan agar segera diperbaiki tidak perlu ditunda bahkan menunggu lebih lama, hal tersebut agar tidak lebih parah lagi.
Menyinggung kondisi Masjid yang belum selesai dipugar, seandainya bisa digunakan untuk ibadah sebaiknya digunakan . Karena bedanya Masjid dan bangunan yang lain, kalau Masjid meskipun belum jadi tetapi bisa digunakan atau ditempati untuk ibadah, tetapi kalau bangunan yang lain sebelum jadi belum bisa digunakan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan telah selesainya pembangunan jalan ini bukan berarti tugas dan tanggung jawab warga telah selesai. Justru tugas dan tanggungjawab yang lebih berat telah menanti, yakni menjaga dan memelihara sarana jalan yang telah dibangun. Apabila ada kerusakan yang ditemui, sekecil apapun hendaknya segera diperbaiki, jangan sampai kerusakan yang terjadi semakin parah. Dengan pemeliharaan yang baik maka sarana jalan ini akan dapat dimanfaatkan dalam kurun waktu yang cukup lama.
“Mengingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh pemerintah, pembangunan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan inisiatif dan dukungan dari seluruh masyarakat,” kata Sri Purnomo.
Dengan demikian lanjutnya inisiatif masyarakat secara mandiri dalam pembangunan jalan sangat diperlukan. Semakin tingginya kepedulian dan kemandirian masyarakat akan semakin mempercepat dan memperlancar pembangunan jalan di wilayah Sleman.