Desa Wisata Ngremboko Andalkan Perikanan

Sleman – Setelah sempat terhenti selama dua tahun, aktivitas pariwisata di Desa Wisata Ngremboko di Dusun Bokesan Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Sleman mulai bangkit kembali. Pengelola dan warga setempat mulai membenahi dan melengkapi berbagai penunjang bagi pengembangan desa wisata.
Saptono, selaku Ketua pengelola Desa Wisata Ngremboko Bokesan menceriterakan kesiapannya mengelola Desa Wisata Ngremboko dengan telah mempersiapkan maket rencana pembangunan wilayah seluas 25 hektar. Diceritakan Desa Wisata Ngremboko mengandalkan pariwisata berbasis perikanan. Selain ikan konsumsi seperti nila, lele, dan gurame, ikan hias pun dibudidayakan di sana.
“Dari luas total wilayah kami, 60 persennya adalah kolam ikan,” kata Saptono, baru-baru ini. Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Ngremboko sendiri, dipaparkan Saptono, telah ada sejak tahun 1985 dan dikukuhkan pemerintah pada dua tahun berikutnya.
“Awalnya memang perikanan, lalu kami sering dikunjungi para relasi dan digunakan untuk lokasi outbond dan studi banding,” ungkap Saptono.
Masyarakat setempat kemudian merasakan manfaat dari kedatangan pengunjung. Mereka kalau outbond bisa tiga sampai empat hari, jadi butuh penginapan dan jasa cuci baju.
“Orang-orang kami juga banyak yang dibutuhkan jadi pemandu,” tutur Saptono.
Saptono melanjutkan, para pengunjung banyak yang ingin membawa pulang oleh-oleh. Warga jadi terdorong berwirausaha aneka olahan ikan untuk oleh-oleh. Ikan-ikan hias juga bisa dijual sebagai suvenir. Diceritakan Saptono, Dusun Bokesan telah menjadi Desa Wisata Ngremboko sejak tahun 2002. Sayangnya, dua tahun belakangan, aktivitas pariwisata di Bokesan tersebut seakan mati suri.
“Waktu itu pengelolaannya kurang fokus. Tahun ini pokdarwis (kelompok sadar wisata) mulai bangkit lagi. Kami mencoba menata lingkungannya, tanpa keluar dari konsep perikanan,” kata Saptono.
Tamu – tamu di Desa Wisata Ngremboko kebanyakan berasal dari kalangan perguruan tinggi dan instansi pemerintah.
“Ini sekarang sudah ada pasar ikan. Kami rencana akan kembangkan home stay yang letaknya di pinggir sungai dan beberapa joglo untuk tempat bersantai,” urai Saptono.
Saptono juga menunjukkan kolam kecil di depan rumah salah satu warga. Dengan bangga dia lalu mengungkapkan, partisipasi warga dalam pengembangan Desa Wisata Ngremboko mencapai 90 persen. Namun, hasilnya juga bisa membuat warga semakin sejahtera.
Omset untuk budi daya ikannya saja tahun lalu mencapai Rp 11 miliar perikanan bisa dikembangkan jadi pariwisata dengan manajemen yang tepat. Kegiatan pemijahan dan panen ikan saja sudah menarik.
“Tinggal bagaimana penataan lingkungan dan paket wisatanya. Home stay juga harus dibuat sesuai standar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ir Ayu Laksmidewi TP MM.
Menurut Ayu, potensi Desa Wisata Ngremboko masih perlu digali usulkan kegiatan tahunan. Potensi budaya, seni, dan perikanan bisa digabung dalam satu konsep.
