SMA N I Depok Terima Sertifikat ISO

ISO SMA N  I Depok e (1024 x 713)Sleman – SMAN I Depok merupakan SMA Negeri ke II yang mendapatkan ISO  versi  9001-2008 dari PT TUV Indonesia setelah sebelumnya SMA N Kalasan. Namun sebelumnya juga telah ada 15 sekolam SMK swasta yang telah mendapatkan sertifikat  ISO 9001-2008 dari PT TUV, sehingga saat ini ada 17 SMK dan SMA yang telah menerima  Sertifikat  ISO 9001-2008.

Sertifikat  ISO 9001-2008 dari PT TUV diserahkan perwakilan PT TUV Cornelius Tono Invantrianto dan diterima Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, selanjutnya sertifikat tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri I Depok Drs Maskur. Penyerahan sertifikat ISO ini bertepatan dengan ulang tahun ke 38 SMAN I Depok, Sabtu (17/1).

Sementara Sri Purnomo menyampaikan bahwa dengan diterimanya sertifikat ISO oleh SMA N I Depok ini, maka jumlah sekolah yang telah meraih ISO menjadi 17 sekolah. Sri Purnomo berharap, prestasi yang telah diraih SMA N I Depok ini, dapat menjadi pendorong bagi sekolah-sekolah yang lain untuk segara meningkatkan kualitasnya.

Disampaikan pula bahwa diterimanya sertifikat ISO bagi SMA N I Depok  ini, harus menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik. Sertifikat ISO ini merupakan bukti penga­kuan atas kualitas SMA N I Depok. Namun demikian, meski telah meraih sertifikat ISO, Sri Purnomo  juga  mengharapkan agar seluruh keluarga besar SMA N I Depok  untuk tetap berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

Hal ini dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya.

Dengan sertifikasi ISO, SMA harus dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Ditambahkan pula bahwa penyerahan sertifikat ISO ini juga memiliki konsekuensi kepada SMA N I Depok yaitu terus mempertahankan konsistensi kualitasnya, baik di dalam sistem dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Baik guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan grade kualitasnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah harus berusaha mendidik siswa sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya. Selain itu yang lebih penting adalah para lulusan SMA N I Depok ini hendaknya juga memiliki visi ke depan sebagai generasi yang inovatif dan berdaya juang tinggi. Generasi yang baik bukan hanya cerdas dan kreatif namun juga santun dan memiliki etika kepribadian yang mampu berjuang dalam meraih masa depan.




Rusunawa untuk Bripda M Taufiq Hidayat

DSC_0341 e (1024 x 781)Sleman – Tekad Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI untuk memberikan fasilitas hunian yang layak pada warganya salah satunya dibuktikan dengan diberikannya fasilitas hunian layak huni kepada keluarga Bripda Muhammad Taufiq Hidayat yang kesehariannya tinggal di kandang sapi beserta keluarganya ( bapak dan dua adiknya). Sementara ibunya sudah cerai dengan orangtuanya, dan saat ini M Taufiq Hidayat tinggal bersama bapaknya Triyanto dan tiga adiknya yang masih kecil yang masih duduk di Sekolah Dasar.

Penyerahan bantuan satu unit di Rusunawa ( Rumah Susun Sederhana) lengkap dengan isinya, antara lain tempat tidur, selimut, handuk, dan perlengkapan dapur di Rusunawa Jongke Sleman tersebut dilaksanakan Sabtu (17/1), yang ditandai dengan penyerahan kunci oleh Bupati Sleman dan diterima  Triyanto  (orangtua Bripda M Taufiq). Hadir pada kesempatan tersebut  Direktur Sabara Polda DIY Zulaeman SIK mewakili Kapolda DIY.

Penyerahan bantuan satu Rusunawa tersebut juga dihadiri Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen SIK,  Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd, Kepala Dinas PUP Ir Nurbandi , Camat Mlati Drs Sujudi MM dan Kades Sendangadi.

Sri Purnomo pada kesempatan tersebut berharap dengan tempat tinggal yang baru yang lebih layak tersebut agar kehidupan kesehariannya lebih tentram, tidak lagi kehujanan seperti sebelumnya. Menurut Sri Purnomo pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu upaya Pemkab Sleman dalam mengentaskan kemiskinan.

Semantara itu Drs Yulza Zulaeman SIK yang mewakili Kapolda DIY mengatakan, bangga pada Bripda M Taufiq Hidayat meskipun dengan segala keterbatasan ekonomi tetapi punya tekad yang tinggi untuk menjadi anggota polisi, dengan hanya modal tekad, kemauan, dan kemampuan baik intelektual maupun phisik ternyata mampu menjadi anggota polisi.

Lebih lanjut disampaikan Yulza bahwa untuk menjadi seorang prajurit/polisi tidak harus kaya dengan keterbatan ekonomipun ternyata bisa menjadi seorang polisi seperti Taufiq. Tekad dan kemauan seperti Taufiq tersebut bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk mengabdi pada negara.

Karena Bripda M Taufiq Hidayat telah dikenal masyarakat sekitar Sendangadi dan diharapkan menjadi teladan dan motivasi bagi generasi muda disekitarnya makan Yulza akan merekomendasikan kepada Kapolda untuk menempatkan Bripda M Taufiq Hidayat di Jajaran Polres Sleman Polsek Mlati dan melaksanakan tugas di Babinsa Desa Sendangadi Mlati.

Usai penyerahan kunci Rusunawa  baik Bupati Sleman, Direktur Sabara Polda DIY, Kapolres Sleman, Triyanto dan M Taufiq membuka kunci kamar dan melakukan peninjauan. Dan mulai saat itulah keluarga Bripda M Taufiq Hidayat dan orangtua dan adik-adiknya bisa mulai menempati rusunawa Jongke.




Bupati Resmikan Kegiatan PNPM Cangkringan

DSC_0229 e (1024 x 658)Sleman – Berbagai hasil kegiatan dan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan telah diresmikan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd,  Sabtu (17/1). Hasil pembangunan yang diresmikan Suyamsih berupa  gedung PAUD di Plosokerep Desa Umbulharjo Cangkringan peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Selanjutnya Suyamsih juga meresmikan pembangunan irigasi di dusun Dawung Wukirsari Cangkringan yang ditandai dengan pemecahan Kendi, dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Sedang di pedukuhan Kebur Lor Argomulyo Cangkringan  Bupati Sleman, Sri Purnomo  menyusul dengan meresmikan pembuatan talud Jalan  yang menghubungkan padukuhan Kebur Lor dengan Tawangrenggo yang ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan dengan melintasi jalan tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Argomulyo Cangkringan, Darjono  melaporkan bahwa  talud jalan yang baru diresmikan tersebut  sepanjang 600 meter kiri kanan jalan hingga taludnya mencapai 1200 meter. Lebar jalan yang semula hanya 1,5 – 3 meter diperlebar menjadi 4 meter dengan menggunaakan tanah warga.

“Atas kesadarannya warga yang terkena pelebaran jalan tidak minta ganti rugi maupun ganti untung, ” kata  Darjono.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa biaya untuk pembangunan talud tersebut sebesar Rp 212,208 juta yang terdiri dari dana PNPM Mandiri Perdesaan Rp 190,883 juta dan swadaya masyarakat Kebur Rp 21,325 juta.

Untuk  bangunan gedung Serbaguna di Glagaharjo yang telah disempurnakan, diresmikan Sri Purnomo  ditandai dengan pengguntingan pita. Tidak ketinggalan di Dusun Batur Kepuharjo Cangkringan, Sri Purnomo juga menyempatkan diri meresmikan gedung Serbaguna yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Bangunan yang dibangun cukup megah tersebut menjadikan padukuhan Batur semakin  representatif dibanding dengan padukuhan yang lain. Untuk peresmian berbagai hasil kegiatan di Cangkringan tersebut secara seremonial juga ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Sri Purnomo.

Usai meresmikan berbagai hasil kegiatan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan, Sri Purnomo   menyampaikan bahwa dengan diresmikannya berbagai hasil kegiatan masyarakat tersebut bukan berarti telah selesai, tetapi justru makin berat karena harus merawat dan meningkatkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa wilayah Cangkringan yang potensi untuk pariwisata tersebut perlu ditingkatkan, karena dengan meningkatnya potensi pariwisata maka akses jalan sebagai jalur perekonomian akan lebih baik.

Sedangkan Camat Cangkringan, Edi Harmana SH MHum melaporkan bahwa semua hasil pembangunan di kecamatan Cangkringan  baik dari dana PNPM Mandiri Perdesaan maupun dari swadaya masyarakat telah dilaksanakan dengan baik, bahkan hasilnya melebihi 100 % dari target.