Salak Pondoh Sleman Siap Ekspor ke Eropa

Sleman – Setelah sukses melakukan ekspor ke Singapura dan Cina, produk salak pondok Sleman mengincar pasar internasional lainnya. Untuk tahun 2015 ini, pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS) menjadi target ekspor salak pondoh Sleman.
Demikian antara lain diungkapkan Musrin dari Asosiasi Petani Salak Pondoh Sleman kepada wartawan di pusat sortir salak Dusun Trumpon Tempel, kemarin. Menurutnya, target ekspor ke negara-negara Eropa dan AS tersebut semakin dimantapkan setelah salak pondok Sleman mendapat sertifikat organik internasional.
“Sertifikat ini merupakan salah satu persyaratan agar produk pertanian dapat masuk pasar internasional. Sertifikat ini pulalah yang membuat salak pondoh Sleman bisa masuk pasar Singapura dan Cina,” kata Musrin.
Untuk ekspor ke Singapura sampai saat ini masih terus berjalan. Setiap minggu, sekitar 800 kg salak pondoh masuk Singapura dengan harga Rp per kg. Sementara untuk Cina, sebenarnya pasarnya sangat bagus. Setiap minggunya sekitar 2 ton salak pondoh bisa masuk pasar Cina. Namun ekspor ke Cina sempat terganggu dengan isu lalat buah.
Dijelaskan Musrin untuk bisa diekspor, salak pondoh ini harus melalui seleksi ketat. Dimulai dengan sertifikasi kebun salah pondoh untuk menjamin produk yang dihasilkan cukup bagus. Kemudian salak hasil panen dikirim ke pusat sortir untuk diseleksi yang memenuhi standard ekspor. Setelah diseleksi, salak pondoh yang akan diekspor ini mulai ditimbang untuk dikemas. Untuk penimbangan juga harus tepat, rata-rata sekitar 500 gram dimasukkan dalam bungkus plastik.
“Diharapkan dengan penyortiran yang ketat, produk salah pondoh Sleman bisa diterima pasar internasional,” tambah Musrin.
