Pekan Depan Kurikulum 2006 Berlaku Lagi

Sleman – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman memberikan waktu selama sepekan bagi sekolah untuk menerapkan kembali kurikulum 2006. Masa transisi itu guna mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang dibutuhkan pada kurikulum kini.Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono SH mengatakan masa transisi tersebut diberlakukan menyusul adanya surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 233/c/kr/2015. Dengan demikian, sekolah non-piloting yang sebelumnya menerapkan kurikulum 2013 harus kembali ke kurikulum 2006.

“Persiapan ini diperlukan karena penerapan kurikulum 2006 sudah vakum selama satu semester,” papar Arif, Minggu (25/1).
Menurutnya, sejumlah persiapan yang harus dilakukan oleh sekolah antara lain seperti penyesuaian jam pelajaran. Hal ini lantaran perbedaan yang paling kentara terjadi pada jam pelajaran.

“Jam pelajaran pada kurikulum 2013 cenderung lebih banyak dibandingkan kurikulum 2006. Ini penting dilakukan agar guru bisa menyesuaikan,” katanya

Disisi lain  Arif juga meminta sekolah untuk mengatur ulang jadwal ajar guru. Hal tersebut menyusul penerapan kembali kurikulum 2006 pada pekan depan. Sejumlah persiapan yang harus dilakukan oleh sekolah antara lain seperti penyesuaian jam pelajaran.

Selain untuk mempermudah guru pada saat mengajar, penyesuaian jam pelajaran tersebut juga diperlukan untuk memenuhi jam pelajaran yang harus dipenuhi oleh guru, yaitu 24 jam pelajaran selama seminggu. Untuk itu, Arif juga meminta sekolah agar menyesuaikan struktur tugas guru.

“Sehingga jam mengajarnya akan seimbang dan memenuhi jam pelajaran yang harus diampu di sekolah masing-masing. Jika ada guru yang jam mengajarnya kurang, dapat memenuhinya di sekolah lain,” kata Aris.

Arif juga menjelaskan dengan demikian akan diketahui guru-guru yang jam mengajarnya tidak dapat terpenuhi di sekolah tempatnya bertugas. Hal tersebut kemudian akan dibahas di tingkat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Setelah itu, guru-guru yang belum terpenuhi jam mengajarnya tersebut akan diusulkan kepada Disdikpora untuk diberikan surat tugas mengajar di sekolah lain.

“Jadi selain mengajar di sekolah tempatnya bertugas, guru bersangkutan juga akan mengajar di sekolah lain yang sudah ditentukan. Langkah ini dilakukan agar guru dapat memenuhi syarat sertifikasi,” ungkapnya menjelaskan.




Mayoga Adakan Penguatan Bahasa Inggris Menginap 14 Hari di Pulesari

Sleman – Kemampuan bahasa asing, hhususnya Bahasa Inggris  merupakan masalah umum bagi sekolah atau madrasah. Penyebanya antara lain yaitu kurangnnya latihan dan minimnya pembiasan dalam berkomunikasi Bahasa Inggris dan komunitas pengkodisian lingkungan yang ada disekitarnya. 

Dan MAN Jogja III (Mayoga) mengadakan kegiatan  penguatan Bahasa Inggris yang bekerja sama dengan FEE Pare Kampung Inggris Kediri dan Desa Wisata Pulesari Sleman dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Demikian disampaikan Didik Irwanto, selaku menajeman Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman, Minggu (25/1).

Dikatakan Didik, kegiatan penguatan kapasitas dalam upaya menunjang mutu pendidikan pelajar Mayoga akan dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari Sleman mulai dari tanggal 26 Januari Sampai 8 Februari 2015 dengan jumlah peserta 233 pelajar dan dibagi menjadi dua gelombang.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang luar biasa karena ini adalah tamu yang paling lama menginap ditempat kami selama berdirinya Desa Wisata Pulesari dengan harapan warga juga menjadi semangat dalam upaya pengembangan pariwisata di desa,” kata Didik.

Pentingnya Bahasa Inggris lanjutnya, merupakan bagian dari persyaratan kuliah di perguruan tinggi favorit ketika mau melanjutkan kuliah, banyak kesempatan mengikuti program beasiswa belajar (s2) diluar negeri mempersyaratkan skor toefl dan kemampuan berbahasa inggris, tuntutan duni kerja karena persaingan global demikian yang menjadi gagasan kenapa kegiatan ini dilaksanakan yang bertujuan untuk menguatkan kembali pendidikan karakter melalui komunikasi Bahasa Inggris.

Kegiatan penguatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari yang kedua kalinya yang tahun lalu dilaksanakan pada tahun 2014.

“Ditahun 2015 Mayoga mengadakan kegiatan yang sama lagi, itu sebagai motivasi bagi kami atas kepercayaan yang telah diberikan kepada pengelola Desa Wisata dalam membantu kelancaran kegiatan tersebut dan bentuk pelayanan yang baik dalam melaksanakan amanah yang telah diberikan,” tutur Didik.

Target yang dilakukan antara lain menguasai vocabulry dasar sebagai bekal percakapan sehari-hari, menguasai grammar dasar sebagai bekal percakapan sehari-hari, berani mampu mengunakan bahas inggris dalam berkehidupan dalam proses belajar mengajar serta mampu memahami Bahasa Inggris di Madrasah dengan baik dan benar sesuai dengan kurikulum nasional.