Pengajuan IMB di Sleman Kini Cukup di Kecamatan

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengalihkan pelayanan pengurusan adminitrasi ke tingkat kecamatan. Hal tersebut guna mempermudah masyarakat dalam mengurus perizinan terutama dalam hal usaha.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sleman, Endang Widowati  mengatakan pelayanan adminitrasi kecamatan (PATEN) ini sebagai langkah pemerintah untuk mendekatakan proses perizinan yang seringkali menjadi kendala lantaran pengurusannya dilakukan di tingkat Kabupaten.

“Jadi pelayanannya lebih cepat karena hanya sampai di tingkat kecamatan saja, tidak perlu sampai ke kabupaten,” kata Endang, kemarin.

Adapun pelayanan adminitrasi yang diampu Pemerintah Kecamatan  antara lain Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO). Meski demikian, tidak semua pengurusan adminitrasi diserahkan ke Pemerintah Kecamatan.

“Untuk IMB yang bisa dilayani oleh Pemerintah Kecamatan hanya tanah maksimal seluas 200 meter persegi dan bangunan maksimal 100 meter persegi serta tidak bertingkat. Sedangkan untuk HO, hanya diperuntukan bagi jasa rumah makan, toko, kantor skala kecil, salon rias, dan persewaan komputer,” papar Endang.

Endang menjelaskan untuk perizinan di luar itu seperti warnet, spa, toko modern atau berjejaring tetap dilayani oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadau (BPMP2T). Hal tersebut juga berlaku bagi pengembang.




Gotong Royong Gabungan Bersihkan Taman Perdamaian Prambanan

DSC_1431bernasSleman – Sekitar 200 orang personil dari Pegawai Kecamatan Prambanan, Kodim Sleman, Kodim Klaten, PT Taman Wisata Prambanan, Desa Bokoharjo, Paguyuban PKL Prambanan, Tukang Ojek Prambanan, Koramil Prambanan, Polsek Prambanan Paguyuban Bandung Bondowoso serta masyarakat, melakukan gotong royong massal dilingkungan Taman Perdamaian Depan Kantor Kecamatan Prambanan. Gotong royong dilaksanakan Jumat (30/1) dalam rangka kegiatan Jumat bersih.

Menurut Camat Prambanan, Abu Bakar SSos MSI kegiatan gotong royong ini difokuskan untuk membersihkan Taman Perdamaian Prambanan yang selama ini kondisinya terbengkelai, banyak rumput, sampah, pohon tidak terawat dan lampu-lampu penerangan yang cukup banyak sebagian mati dan rusak.

Taman ini dikatakan Abu Bakar sebenarnya sudah dibangun dengan cukup bagus dan bila difungsikan dengan semestinya akan mendukung keindahan lingkungan dan dapat dijadikan tempat istirahat dan santai mengingat lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Sleman dan Klaten.

Namun karena kewenangan pemeliharaan belum jelas karena pembangunan oleh Dinas PU DIY dan selama ini Kecamatan juga belum menerima pelimpahan untuk depan dikatakan Abu Bakar akan dikelola dengan sebaik-baiknya dan untuk keberadaan PKL akan ditata untuk mendukung keindahan kota Kecamatan Prambanan.

Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Pasar Kabupaten Sleman dengan menurunkan 1 buah armada truk serta 1 buah truk dari PT Taman Wisata dan 2 buah armada dari bantuan masyarakat.




Komitmen PNS Dalam Membayar Zakat Perlu Dipupuk

Sleman – Meningkatkan kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) muslim dalam membayar zakat kepada yang berhak menerima bantuan pelru ditingkatkan. Komitmen PNS di Kabupaten Sleman dalam membayar zakat juga perlu terus dipupuk, meskipun pekan zakat telah ditutup tetapi zakat harus tetap jalan dan itu bisa dilakukan PNS Pemkab Sleman. Demikian disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes ketika menutup Pekan Panutan Zakat di Aula Bappeda Sleman, Jumat (30/1).

Lebih lanjut disampaikan Sunartono bahwa Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) bertugas menyalurkan zakat dari PNS Kabupaten Sleman supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak menerima untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Bantuan dari Baaznas tersebut diperuntukkan bagi kegiatan ekonomi produktif dan pendidikan, bukan untuk konsumtif, karena kalau untuk konsumtif hari ini diberikan besok sudah tidak ada bekasnya,” kata Sunartono.

Yang jelas lanjutnya, kalau untuk ekonomi produktif penerima zakat bisa menghasilkan sesuatu baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain dan diharapkan besok bisa, meningkat menjadi wajib zakat dengan peningkatan taraf hidupnya. Untuk meningkatkan dan penyampaikan bantuan zakat tersebut tidak hanya bantuan stimulan, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan mustahiq.

Ada yang butuh bantuan modal, tetapi juga ada yang butuh bantuan pelatihan, butuh alat kerja, bahkan butuh bantuan untuk biaya pendidikan seperti yang telah dilakukan Baznas Sleman dengan melunasi biaya pengambilan ijazah.

“Yang jelas pemberian bantuan tersebut harus teliti dan cermat apakah sesuai dengan permohonan dalam proposal atau tidak dan harus dicek, termasuk sudah pernah menerima bantuan atau belum,” tambah Sunartono. 

Kalau sudah pernah menerima dijelaskan Sunartono, akan dialihkan pada yang lain yang belum pernah menerima dan sangat membutuhkan. Karena target pemberian bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan mustahiq. Sedangkan Ketua Panitia Pekan Zakat Kabupaten Sleman H Nurhuda SAg MSi melaporkan bahwa tujuan diselenggarakannya pekan zakat panutan adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kewajiban seorang PNS muslim dalam membayar Zakat profesi, karena zakat merupakan perintah Allah SWT untuk orang©orang yang berhak.

Lebih lanjut dilapokan bahwa pekan zakat panutan dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin 26 Januari 2015 sampai hari Jumat 30 Januari 2015. Sementara saat penutupan zakat panitia juga menghadirkan beberapa perwakilan penerima zakat dibidang pendidikan, bantuan ekonomi produktif dan kelompok mualaf. Salah satu penerima manfaat Paulus Giyatno menyampaikan bahwa yang semula menerima bantuan Rp 27 juta dan sekarang masih berjalan dan berkembang dengan baik.




Pemkab Upayakan Derajat Kesehatan Masyarakat Optimal

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman telah menyusun kebijakan pembangunan kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

“Kebijakan tersebut meliputi perubahan paradigma, pembenahan organisasi, peningkatan profesionalisme SDM kesehatan, pembenahan sistem pembiayaan, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan termasuk pembenahan sistem informasi,” kata Bupati Sleman. Drs H Sri Purnomo MSI di Sleman, Jumat (30/1).

Dikatakan Sri Purnomo bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan pada sarana kesehatan milik pemerintah, menjadi prioritas utama pemerintah sesuai dengan tuntutan masyarakat. Hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan merupakan substansi dasar kebutuhan masyarakat.

Pemkab Sleman lanjut Sri Purnomo telah berupaya untuk melakukan pembenahan terhadap Puskesmas agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu.

“Dengan diterapkannya sertifikat ISO 9001 versi 2000 dan 2008 pada 23 puskesmas serta lima puskesmas dengan pelayanan rawat inap, diharapkan nantinya seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman memiliki sertifikat ISO, sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman,” tutur Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan, para Kepala Puskesmas diharapkan untuk mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Tugas kepala puskesmas ini merupakan tugas yang penting, karena harus terus mendorong peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat Sleman,” katanya.

Kepala Puskesmas juga memiliki tugas yang cukup berat, selain memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan Kesehatan, Kepala Puskesmas juga melakukan pembinaan, pengendalian dan fasilitasi terhadap pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, kesehatan keluarga serta promosi dan kesehatan lingkungan.

“Kepala Puskesmas juga harus mempertanggungjawabkan dan melaporkan hasil kinerja puskesmas kepada pimpinan,” kata Sri Purnomo.




Sekolah Vokasi UGM Akan Terima 2.400 Mahasiswa

Sleman – Sekolah Vokasi UGM setiap tahunnya  menerima sekitar mahasiswa, termasuk tahun 2015 ini akan menerima mahasiswa berbagai jurusan, dan sampai saat ini jumlah mahasiswa vokasi UGM mencapai 8000 an mahasiswa, karena sampai saat ini sudah tiga tahun penerimaan mahasiswanya. 

Sekolah Vokasi UGM meliputi beberapa jurusan yaitu jurusaan Bahasa, Seni, dan menejemen budaya yang meliputi D3 bahasa Inggris, D3 bahasa Perancis, D3 bahasa Jepang, D3 bahasa Korea, D3 Bahasa Mandarin, D3 Kearsipan, D3 Kepariwisataan. Demikian  disampaikan Radhian Krisnaputra dari tim vokasi UGM saat melakukan sosialisasi Sekolah vokasi UGM di lantai 3 DPKAD Sleman, Kamis (29/1).

Disampaikan Radhian bahwa disamping jurusan tersebut masih ada beberapa jurusan yaitu Layanan dan informasi kesehatan  yang meliputi D4 Bidan pendidik, dan D3 Rekam medis. Jurusan Teknologi Kebumian yang meliputi D3 Teknik Geomatika dan D3 Pengindraan jauh dan sitem informasi Geografi. Jurusan  yang lain Teknik Elektro dan Informatika meliputi D3 Teknik Elektro, D3 Metrologi dan instrumantasi, D3 komputer dan sistem informasi, D3 elektronika dan instrumentasi dan D4 teknologi jaringan.

Selain itu jurusan Ekonomi dan Bisnis meliputi D3 Akuntansi, D3 manajemen, D3 ekonomi terapan. Teknik Sipil meliputi D3 Teknik sipil, D4 teknologi pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sipil. Teknologi hayati dan veteriner meliputi  D3 Agroindustri, D3 pengelolaan  hutan daan D3 kesehatan hewan. Juga jurusan Teknik Mesin meliputi D3 Teknik mesin, dan D4 Teknologi pengelolaan dan perawatan alat berat.

Disampaikan pula untuk penerimaan mahasiswa melalui beberapa jalur yaitu jalur penelusuran Bibit Unggul (undangan) yang meliputi PBUTM ( Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu) yaang diperuntukkan bagi siswa dengan nkemampuan akademik tinggi tetapi tidak mampu secara ekonomi.

PBUK (Penelusuran Bibit Unggul Kemitraan), PBUB (Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi), PBUSMAK (Penelusuran Bibit Unggul Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah daan Kejuruan).

“Sementara untuk penerimaan mahasiswa melalui ujian tulis (utul) untuk dua gelombang,” kata Radhian.

Mengenai prosedur pendaftaran , calon mahasiswa membayar biaya pendaftaran melalui sistem multi-payment Bank Mandiri, BNI, BRI, atau BTN, pada tanggal 3 Februari 2015 hingga 4 Mei 2015, sebesar Rp (PBUTM), Rp   (PBUB dan  PBUSMAK), Rp   (PBUK).

Pendaftaran juga bisa melalui Login ke situs http: untuk mengisi formulir pendaftaran dan pilihan program studi (dapat memilih 3 program studi sesuai urutan prioritas keminatan). Mengunggah berkas pendaftaran dan semua persyaratan disertai bukti prestasi pendukung (sertifikat,piagam, dan lain-lain) pada situs diatas.

Pendaftaran dilaksanakan tanggal 3 Februari 2015 hingga 5 Mei 2015 (hari terakhir pendaftaran ditutup pada pukul WIB). Informasi lengkap dapat dilihat di website ().

Ketentuan pemilihan Prodi bagi siswa SMA/MA jurusan IPA dapat memilih semua Program studi. Siswa SMA/MA jurusan IPS dapat memilih semua program studi, kecuali teknik ekeltro, teknik mesin, teknik sipil, D4 teknologi jaringan, D4 teknik pengelolaan dan perawatan alat berat, D4 teknik pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur Sipil, Agroindustri, Elektronika, dan Instrumentasi (ELINS), Metrologi dan Instrumentasi.

Sementara untuk siswa SMK memilih program studi yang memiliki kesesuaian dengan bidang kejuruannya.