Sleman Dikunjungi 398.589 Wisatawan Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2015
Sleman – Selama libur Natal 2014 dan tahun baru 2015 berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman dikunjungi sebanyak wisatawan. Jumlah tersebut melampaui target sebesar 122,64% dari angka yang ditetapkan sebanyak wisatawan. Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Rabu (7/1).
Menurut Ayu pencapaian tersebut dicatat selama 15 hari sejak tanggal 21 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015. Hal ini cukup menggembirakan meskipun ternyata selama liburan tersebut banyak terjadi turun hujan. Ini tentu memberikan pengaruh yang positif terhadap angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman. Akumulasi angka kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2015 silam dihitung selama 15 hari sejak tanggal 21 Desember 2014 – 4 Januari 2015 di berbagai destinasi wisata.
Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak wisatawan (diantaranya Taman Nasional Gunung Merapi/ TNGM , Taman Rekreasi Anak , Jeep Wisata Kaliurang , Museum Ullen Sentalu ).
Kemudian kunjungan Volcano Tour Cangkringan (pengguna Jeep Wisata Cangkringan , kendaraan roda dua , roda empat , dan roda enam/ bus 151), Candi Prambanan ( wisnus/wisatawan nusantara dan wisman/wisatawan mancanegara), Candi Ratu Boko ( wisnus dan 171 wisman), Monumen Jogja Kembali , Museum Gunungapi Merapi (MGM) , Museum Affandi ( wisnus 136 wisman), dan ke desa wisata sebanyak wisatawan, yang diantaranya berkunjung ke desa wisata Pulesari (termasuk pengunjung dalam agenda pentas seni dalam upacara adat Pager Bumi), Pentingsari 433, Tanjung 287, Gamplong 150, dan Grogol 300 wisatawan.
“Dari data kunjungan tersebut Candi Prambanan, Kaliurang dan Volcano Tour Cangkringan, masih menjadi destinasi unggulan, disusul Monjali, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan desa wisata,” kata Ayu.
Pada tahun ini lanjutnya beberapa desa wisata sudah menjadi alternatif pilihan yang cukup menakjubkan angkanya. Kedepan diharapkan desa wisata akan lebih banyak lagi menarik wisatawan baik untuk aktivitas live-in, outbond maupun aktivitas belajar seni dan budaya lokal setempat.