Salak Pondoh Prima 3 Rutin Diekspor ke Cina

Sleman – Salak pondoh Prima 3, salah satu produk unggulan dari Kabupaten Sleman ini rutin di ekspor ke Cina dan Singapura. Bahkan menjelang hari raya Imlek, dua ton salak pondoh Prima 3 rutin dikirim ke Cina setiap harinya.
“Saat ini, pasar paling potensial untuk menjual salak pondok ialah Cina dan Singapura. Jika Cina bisa sampai dua ton setiap hari, maka pasar Singapura berkisar 500 kilogram hingga satu ton seminggu dua kali,” ujar Iskandar, Divisi Pemasaran dari Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada, Senin (2/2).
Menurut Iskandar, salak pondoh Prima 3 sudah memenuhi SOP, GAP dan GHP. Maksudnya, untuk perawatan atau pemupukan sudah sesuai, terjadwal dan tercatat. Karena residunya diatas ambang batas, maka salak yang dijual seharga Rp perkilonya tersebut aman untuk dikonsumsi.
Selain salak Prima 3, Iskandar juga menjelaskan bahwa asosiasinya baru mengenalkan salak pondoh jenis organik internasional dan fair trade. Keduanya sudah mengantongi sertifikat sejak Juli 2014 dan kini sedang dikenalkan untuk pasar Eropa. Harganya berkisar Rp perkilogramnya.
“Karena orang Eropa belum banyak yang kenal dengan buah salak, maka disetiap kemasan kami selalu menyertakan buku petunjuk manual. Isinya seperti penjelasan apa itu salak pondoh, bagaimana cara mengupas, cara memakan, menyimpan dan kandungan gizi dari buah salal. Tentu bagi mereka, buku manual ini sangat membantu,” jelasnya.