Bupati Tinjau Tanah Longsor di Prambanan

Sleman – Tanah longsor yang terjadi di bukit setinggi 70 meter dengan lebar 100 meter di Dusun Lemahbang RT 3 RW 9 Desa Gayamharjo Kecamatan Prambanan Sleman pada hari Senin (9/2) mendapat perhatian dari Bupati Sleman yang langsung melakukan peninjauan dan penanganan, kemarin.
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Drs Julisetiono, Kepala Dinas Nakersos Drs Untoro Budiarjo dan Kepala Dinas PU Sleman disertai Kabag Administrasi Pembangunan dan Camat Prambanan mengadakan peninjauan dilokasi longsor dan kemudian melakukan koordinasi penanganan lebih lanjut.
Bukit yang longsor Senin (9/2) pukul WIB yang mengancam rumah milik Wakiran (46), ternyata berada dilokasi yang terpencil masuk dari jalan besar sekitar 600 meter dan hanya dapat dijangkau dengan jalan setapak. Wakiran satu-satunya pemilik rumah dibawah tebing kepada Bupati Sri Purnomo menceriterakan bahwa rumahnya sempat kebanjiran air beserta tanah. Sebelum tebing longsor didahului dengan hujan lebat selama 2 jam berturut – turut dan suara gemuruh.
Sementara Julisetiono yang mendampingi kunjungan Bupati ini membenarkan derasnya hujan membuat lapisan tanah tidak kuat menahan air, sehingga mengakibatkan tanahnya labil dan menyebabkan longsor yang disertai beberapa pohon tumbang.
Dengan kejadian ini tim dari BPBD dibantu dengan masyarakat dan Tim Sar serta Paguyuban Bandung Bondowoso Prambanan langsung mengadakan kerja bakti untuk menyingkirkan tanah, bebatuan dan pepohonan dan mengalirkan air ketempat yang aman agar tidak menimpa rumah Wakiran.
Disela – sela melihat lokasi longsor, Sri Purnomo langsung mengintruksikan segera membantu logistik untuk keperluan kerja bakti warga dan berharap kepada warga, Kepala Desa, Camat dan BPBD selalu waspada dan tanggap mengingat masih banyak tebing di wilayah Prambanan yang potensial tanah longsor.
“Mitigasi selalu harus dilakukan bila terjadi tanda-tanda keretakan tanah segera dilaporkan untuk diambil langkah yang diperlukan,” kata Sri Purnomo.
Sri Purnomo dan tim dalam kesempatan tersebut juga meninjau tanah longsor di dusun Losari II Wukirharjo Prambanan diatas rumah milik Ngadiyono dan Yamto. Tebing yang longsor setinggi 2 meter sehingga tidak terlalu mengancam namun perlu penanganan serius agartidak meluas mengingat hujan lebat masih terus terjadi.
