AJB di Kecamatan Berbah Masih Rendah

Sleman – Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah Kecamatan Berbah ternyata masih rendah, hal tersebut sesuai hasil monitoring yang dilakukan di Dusun Baran Kalitirto Berbah, Jumat (27/2). Dari hasil monitoring tersebut ABJ nya masih 81,1 % sesuai hasil monitoring di 127 rumah/KK, 24 rumah masih dijumpai adanya jentik baik yang ada di bak mandi, tempat penampungan air, bekas kaleng maupun ban bekas.
Monitoring yang melibatkan berbagai instansi tersebut antara lain dari Dinkes Sleman sebagai leading Sektor, Polres Sleman, Kodin Sleman, Polsek, Koramil, dan Jumantik masing -masing Kecamatan, Desa dan dusun. Dengan rendahnya ABJ tersebut menunjukkan bahwa ancaman DB masih cukup tinggi, untuk itulah peran serta semia pihak sangaat diperlukan agar target ABJ 95 % bisa tercapai.
Sementara Hindarti Wilujeng BSc dari Dinkes Sleman saat evaluaasi di dusun Sentul menyampaikan bahwa rendahnya ABJ tersebut dimungkinkan belum rutinnya masyarakat menguras tempat air/bak mandi yaang dua kali seminggu, untuk itu masyarakat diharapkan secara rutin menguras tempat air tersebut.
Disamping itu juga banyaknya sampah bisa berupa kaleng bekas, ban bekas maupun pot bunga yang tergenang air, daan itu perlu diwaspadai, dan yang tidak kalah pentingnya adalah bekas potongan bambu yang digenangi air.
Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk mengurangi kasus DB perlu digerakkannya jumantik baik yang ada di Kecamatan, Desa maupun dusun. Dan yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa untuk mencapai target AJB tidak harus dengan Fogging, karena disamping Fogging biayanya cukup tinggi jugaa kurang efektif, karaena yang mati hanya nyamuknya sementara jentiknya tidak. Termasuk justru binatang yang lain bisa mati seperti cicak, padahal cicak adalah predator nyamuk.
Sedangkan Camat Berbah Dra Tina Hastani yaang memimpin langsung gerakan jumantik tersebut menyampaikan bahwa saat ini di Kecamatan Berbah telah terbentuk “Gentong Banyu” (Gerakan Gotong Royong dan Pemberantasan Sarang Nyamuk). Dalam kegiatannya Gentong Banyu tersebut melakukan kerja bakti secara umum termasuk pemantauan Jentik yang dilakukan untuk saat ini satu bulan sekali, kedepan kegiatannya akan lebih banyak, bukan hanya satu bulan sekali.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai antisipasi berkembangnya nyamuk DB. Disamping Gentong Banyu di Berbah juga telah terbentuk kegiatan yang diberi nama “Gelatik” (Gerakan Melawan Jentik) dengan melibatkan anak-anak, maereka bertugas melakukan pemantauan Jentik di rumah-rumah warga.

